Bijak Berinvestasi Untuk Keluarga

Bijak Berinvestasi Untuk Keluarga

Tanggal 3 Oktober 2017 saya kembali diundang oleh KEB untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh VISA.

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, Visa Financial Literacy woskhop untuk #ibuberbagibijak ini terdiri dari 3 pertemuan:

  1. Financial Check Up (baca: Bijak Mengelola Keuangan Keluarga)
  2. Budgeting (baca: Bijak Membuat Anggaran Keluarga)
  3. Investing

Jadi saya hadir kali ini untuk mendapatkan pemaparan dari materi terakhir.

IMG_7060

Kebetulan saya tiba di Mendjangan Restaurant sekitar 30 menit sebelum acara dimulai. Saya dan teman-teman memanfaatkan waktu tersebut untuk foto-foto di bagian belakang di area kolam renang.

Pembicara hari ini masih tetap mba Prita Ghozie, Financial Educator nan cantik jelita kesayangan kita semua.

IMG_7053

Hari itu mba Prita mengingat kami semua, kalau hidup ini adalah pilihan dan selalu ada konsekuensi dibalik setiap pilihan yang kita ambil.

Begitu pun dalam berinvestasi.

Misalnya dalam membeli sapi, kita bisa memilih: apakah kita akan menggemukan sapi tsb utk kemudian dijual lagi, atau kita menikmati susu perahnya saja.

Kalo kita masih dalam usia produktif, sebaiknya kita gemukin sapi utk dijual lagi.

Kalo kita sudah masuk usia pensiun, sebaiknya kita cukup menikmati susu perahnya saja.

Jangan tergiur imbalan investasi yang besar dan pasti. Karena investasi pasti ada risiko dan hasilnya tidak dapat dijamin.

IMG_7058

Kita harus mengetahui 5 PRINSIP INVESTASI:

  1. Tentukan tujuan investasi
  2. Tentukan jangka waktu investasi
  3. Ragamkan harta investasi (pahami profil dan risiko)
  4. Strategi investasi
  5. Review dan re-alokasi investasi

Sebelum berivestasi, sebaiknya kita pilah dulu tujuan investasi dan tentukan jangka waktunya.

Kemudian kita cari tau tentang produk investasi dan pahami risikonya.

Jenis investasi yang sesuai untuk seseorang, akan tergantung dari kebutuhan individu tersebut. Karena kebutuhan akan hasil investasi, jangka waktu investasi dan kemampuan berinvestasi setiap orang tentu berbeda.

Kita bisa memilih:

  • SAVE : to keep your money (low risk, slow growth)
  • INVEST : to grow your money (increased risk)
  • SPECULATE : to gamble your money (high risk)

Kenali dulu diri kita, termasuk Profil Risiko Investor yang mana:

  • Investor Konservatif (100% defensif)
  • Investor Moderat (60% defensif, 40% agresif)
  • Investor Agresif (30% defensif, 70% agresif)

Jangka waktu berinvestasi pun beragam:

  • Short Term (<1 tahun)
  • Mid Term (3-5 tahun
  • Long Term (>5 tahun)

Sementara contoh produk untuk berivestasi bisa dalam bentuk:

  • PROPERTI (tanah, rumah, ruko, apartemen, dll)
  • SURAT BERHARGA (deposito, obligasi, saham, reksadana, dll)
  • DANA TUNAI (mata uang asing atau tabungan biasa)
  • LOGAM MULIA
  • BARANG KOLEKSI (tas, perhiasan, lukisan, barang antik, dll)
  • BISNIS (wirausaha, franchise, dll)

Sebaiknya kita memiliki beberapa produk investasi yang berbeda. Jangan simpan dana yang kita punya hanya dalam 1 bentuk produk saja.

Kamu tau gak sih, kalo benda dibawah ini juga bisa disebut produk investasi:

  • Peralatan bayi (box bayi, stroller, kursi makan, dll)
  • Mainan anak (perosotan, ayunan, rumah-rumahan, mobil-mobilan, dll)
  • Tas bermerk
  • Gadget (kamera dan perlengkapannya)
  • Peralatan elektronik

Kenapa benda konsumtif di atas disebut sebagai produk investasi?

Karena sekarang sudah banyak orang yang menjalankan bisnis dengan menyewakan benda-benda tersebut. Jangka waktu sewa juga bisa dipilih mau harian, mingguan atau bulanan.

Jangan lupa dengan resiko investasi yah, contohnya:

  • Resiko likuiditas (bentuk investasi susah ditunai/uangkan)
  • Resiko volatilitas harga (jarak kenaikan dan penurunan harga yang tidak menentu)
  • Resiko gagal bayar (kita tidak sanggup membayar atau pihak lawan tidak sanggup membayar hasil investasi kita)
  • Resiko pasar (perubahan kondisi atau situasi pasar, perubahan kebijakan, dll)

Resiko investasi paling parah: penipuan berkedok investasi.

IMG_7054

Strategi berinvestasi yang bisa kita lakukan:

  • Lakukan investasi secara rutin
  • Lakukan investasi di berbagai produk keuangan
  • Minimalisasi resiko dengan perpanjang jangka waktu investasi

Jangan lupa untuk melakukan review hasil investasi secara berkala dan re-alokasi investasi ketika kita sudah mencapai hasil investasi yang diinginkan atau jika hasil investasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

IMG_7055

Terima kasih makmin KEB, Visa Worldwide Indonesia dan mba Pritha atas ilmu yang bermanfaat ini. Lengkap deh paparannya tentang perencanaan keuangan keluarga, membuat anggaran dan cara berinvestasi.

IMG_7056

Senang banget dapat ilmu tentang keuangan keluarga secara menyeluruh begini. Sebagai istri, kita dituntut untuk bisa menjadi Menteri Keuangan Keluarga. Di tangan seorang istri ini lah arus kas pemasukan dan pengeluaran dana keluarga bermuara. Jadi kita harus bijak dan cerdas menanganinya.

Gimana dengan kalian, sudah berivestasi dalam bentuk apa?

Kita Di Mata Mereka

Kita Di Mata Mereka

IMG_6957

Re-share tulisan seorang teman di FB:

Kita ini adalah orang biasa di dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita

Setiap kita adalah orang yg menarik di hadapan orang-orang yg memahami kita.

Dan kita menjadi istimewa dalam pandangan orang-orang yg mencintai kita.

Tetapi setiap kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi setiap orang-orang yg dengki.

Setiap kita pun adalah orang yang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri.

Pada akhirnya setiap orang memiliki cara pandang masing masing.

Maka janganlah bersusah payah terhadap diri agar tampak baik di mata orang lain.

Cukuplah bagi kita ridho Allah Ta’ala.

Karena sesungguhnya mencari ridho manusia adalah tujuan yg tidak akan pernah tercapai.

#SelfReminder

Bergaul Dan Belajar

Bergaul Dan Belajar

IMG_6954

Keluar sekali setiap bulan, temuilah orang-orang yang lebih dari pada diri kita.

Orang yang lebih beriman, agar kita belajar untuk makin mendekatkan diri pada Tuhan.

Orang yang lebih tinggi pendidikannya, agar kita belajar pengetahuan baru darinya.

Orang yang lebih kaya, agar kita belajar cara menjemput dan membuka pintu rejeki.

Orang yang lebih banyak jumlah anaknya, agar kita belajar cara membagi waktu dan perhatian untuk anak-anak.

Belajar lah dari mereka yg lebih dalam hal lain dari diri kita, untuk memperkaya jiwa kita.

Belajar lah, karena kita tidak akan berjalan lebih jauh atau mencapai sesuatu yang lebih besar bila kita berhenti belajar.

Bergaulah, bertemanlah dan ajak diskusi mereka yang tidak sama seperti kita.

Pahamilah perbedaan dan hormatilah, dari situlah kita akan belajar untuk rendah hati.

We’re Survivor

We’re Survivor

IMG_6927

Ngeliat 2 mahluk ini, banyak yang gak nyangka kalo:

Mbak yang kanan sudah melalui rangkaian kemoterapi, sementara mbak yang kiri sudah menghadapi 5x operasi.

Mbak yang kanan bolak balik masuk RS, mba yang kiri sekali nginep di RS sampe 29 hari

Orang lain bilang “kalian penyakitan

Kami bilang “kami pejuang!

Buktinya Kanker kolon dan TBC tulang belakang, berhasil kami kalahkan.

What we have survived, might killed you!

(nyontek status mas Duta beberapa waktu lalu di FB)

 

 

 

Everyone you meet is fighting a battle you know nothing about.

Be kind.

ALWAYS

3Srikandi Membuat Seminar Pertama

3Srikandi Membuat Seminar Pertama

Beberapa hari lalu seorang teman mengunggah foto kegiatan kami yang dilakukan bulan April silam. Saya baru ingat kalau ternyata saya belum menceritakannya di sini. Telat gakpapa yah, semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Saya memiliki tetangga yang sekarang sudah pindah rumah, tapi kami malah menjadi teman dekat … Irma namanya dan saya mengenalnya sebagai sosok wanita yang sangat aktif sekali. Meninggalkan karir di kantornya demi lebih dekat dengan keluarga, kemudian membangun bisnis yang dimulai dari nol hingga bisa menghasilkan. Beliau sangat gigih dan selalu haus untuk belajar hal baru.

Suatu hari, beliau mengajak saya bertemu dan berdiskusi tentang keinginannya bersama 1 orang teman lain untuk membuat sebuah seminar atau workshop wirausaha. Setiap kami bertemu memang selalu ada kertas atau pulpen, atau sebuah laptop untuk mencatat ide-ide yang berloncatan di kepala kami.

Saya mengunggah foto kami berdua di IG dan FB, untuk mendapatkan masukan dari teman-teman lain.

IMG_6709

Alhamdulillah kami mendapat banyak dukungan, bahkan beberapa teman menunjukan antusiasnya dan menyatakan keinginan untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.

Saya diajaknya bergabung ke dalam WA grup dan dikenalkan dengan mba Lies untuk diskusi lebih detil tentang rencana ini. Kami bersepakat untuk membuat nama 3Srikandi sebagai pelaksana alias Event Organizer ala-ala.

IMG_6701

Kebetulan mbak Lies merupakan karyawati sebuah bank, penulis dan seorang akademisi. Beliau mempunyai network di bidang pendidikan dan mengusulkan beberapa nama professor dari institusi tempatnya mengajar, untuk bisa mengisi sebagai pembicara ahli di acara kami. Mbak Lies juga yang menangani goodie bag dan materi untuk dibagikan ke peserta.

Saya ditunjuk mereka sebagai ketua dan merumuskan konsep acara ini. Saya juga yang merancang outline isi materi, rundown acara, membuat design logo sampai spanduk, membuat wording untuk di broadcast ke beberapa WA grup dan media sosial.

Irma bertugas sebagai bendahara, penerima pendaftaran, mengurus percetakan, mencari lokasi dan mengatur menu.

Target kami tidak muluk-muluk, berharap setidaknya ada 15 orang peserta yang mendaftar supaya acara ini bisa terlaksana dan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan pemasukan dari pendaftaran. Tidak membayangkan profit atau acara dengan skala besar.

IMG_6702

Alhamdulillah, hari Minggu tanggal 16 April 2017 kami bisa menyelenggarakan Seminar Strategi Dasyat Wirausaha dengan pembicara:

  1. Prof. Dr. Djumarno SE. MBA (ahli strategi marketing dan SDM)
  2. Prod. Said Djamaludin MM. Phd (ahli keuangan dan memaksimalkan profit)
  3. Dr. Aty Herawati Msi (ahli pajak)
  4. Dimas Bob Merdeka (Founder keripik ternama MAICIH)

Dan kami berhasil menerima 18 orang peserta yang datang ke acara tersebut.

IMG_6704

Hari itu kami belajar tentang:

  • Bagaimana cara mengelola Sumber Daya Manusia
  • Strategi 4P (Price, Product, Promotion, Place)
  • Manajemen biaya dan pendapatan
  • Strategi profit membumbung tinggi
  • Strategi kepuasan pelanggan dan cara merebut pasar
  • Cara mendapatkan modal usaha
  • Bedah kasus yang dihadapi pada usaha/bisnis masing-masing peserta

IMG_6705

Kami juga belajar banyak dari pengalaman nyata kang Dimas Bob Merdeka dalam membangun merek MAICIH. Beliau di usianya ke 30 tahun, dinobatkan menjadi salah satu dari 40 Pengusaha Sukses yang Menginspirasi Anak Muda Indonesia dan 100 Pemuda Berpengaruh di Indonesia versi majalah Marketeers.

IMG_6703

Kami memilih tempat OJe Resto and Bakery, karena kebetulan pemiliknya tinggal 1 komplek dengan saya. Lokasinya strategis sehingga mudah dicapai oleh peserta, makanan yang disajikan lezat menggugah selera, staf mereka ramah dan cekatan melayani permintaan kami, bahkan pemilik resto mengijinkan kami untuk menggunakan 1 lantai penuh untuk acara ini.

IMG_6706

Bekerja sama dengan kalangan akademisi membuat saya sedikit terperangah ketika ditanya apa gelar yang saya miliki. Maklum selama 19 tahun menjadi mbak kantoran, saya hanya menulis latar belakang pendidikan resmi di dalam sebuah CV (daftar riwayat hidup).

Entah kenapa saya lebih bangga menyatakan diri saya sebagai ‘ANAK STM’ daripada menyebutkan gelar sarjana. Begitu pun setiap saya diminta menjadi pembicara, saya tidak pernah mengungkit tentang hal ini karena biasanya titel yang ditempelkan adalah jabatan yang saya emban di kantor.

Tetapi demi selembar sertifikat bagi para peserta, dengan terpaksa saya menuliskan gelar di samping nama lengkap. Percaya atau tidak, ini adalah kali pertama saya. Hahaha

Kami yakin bahwa acara ini masih banyak kekurangannya. Tapi kami sungguh bersyukur acara ini bisa berjalan lancar dan menerima antusias luar biasa dari para peserta. Malah sebagian besar peserta meminta seminar lagi dengan materi berbeda. Tersanjung!

Besar harapan kami semoga acara ini bermanfaat bagi seluruh peserta. Dan semoga kami bisa membuat kegiatan positif lain sesuai dengan masukan dari mereka. Allahuma aamiin.