Browsed by
Category: De

Cerita De

Gagal Mengkode Kado

Gagal Mengkode Kado

Bu istri: “pap, liat deh bekas luka di jari tengah aku. Kena besi rak dalam oven waktu angkat loyang. Butuh cincin dengan berlian agak gede untuk nutupin nih

#mengkode_kado

Pak suami: “cincin berlian?

Setelah menghilang sesaat … “Nih pake aja

IMG_3747

Saya diberikan cincin model om-om dengan berlian berbentuk logo perusahaan yang didapatnya sebagai hadiah masa bakti 10 tahun kerja dari kantornya.

😅😅😅😅😅

Ini mah bagai merobek kertas undian bertuliskan “maaf anda belum beruntung. Silakan coba sekali lagi

Hahahaha

Belajar Dandan

Belajar Dandan

Kata mami, dari kecil sikap cuek saya sudah nampak menonjol. Saya paling susah kalo disuruh pakai rok untuk ke acara resmi, apalagi kalo disuruh pakai jarik saat diberi tugas untuk menjadi penerima tamu di acara hajatan keluarga. Dan mami cuma bisa ngelus dada ketika anak perempuan 1-1 nya ini memilih untuk jadi anak STM.

Sikap cuek itu terbawa sampai saya menjadi dewasa dan menjadi ibu dari 2 orang anak yang beranjak remaja. Saya cuek dalam hal penampilan, baik dari segi pakaian maupun penampakan wajah. Saya baru mulai pake bedak itu ketika Fayra sudah berusia 2 tahun. Baru nyaman dengan gincu pun ketika Fayra sudah sekolah TK. Dengan memiliki anak perempuan yang ceriwis dan memiliki minat tinggi dalam dunia fashion, membuat isi lemari saya lebih beragam. Pelan-pelan saya mulai memperbaiki penampilan.

Tersanjung banget ketika makmin Emak2Blogger meminta saya untuk menjadi peragawati jadi-jadian di acara Srikandi Blogger tahun 2013. Merasa jarang-jarang punya foto dengan wajah dipoles paripurna, saya upload foto di bawah ini ke sosmed.

Saat itu juga saya menuai banyak komentar yang sampai saya capture dan dijadikan blog post yang ini. Silakan klik dan baca kalo dirasa butuh bahan ketawa hehehe.

Untungnya sekarang saya punya teman yang kebetulan mantan penari, Irma namanya. Tangannya tidak hanya luwes dalam gerakan tari, tapi juga luwes dan piawai ketika memoles wajah. Waktu saya diminta menjadi salah satu pembicara di acara Usia Cantik, Irma datang ke rumah saya untuk membantu mempercantik wajah saya. Begitupun waktu kami ada photoshoot di Jogja, Irma dengan cekatan menjadi tukang rias saya sampai foto candid kami diuploadnya ke path.

IMG_3645

Beberapa waktu lalu, Irma mengajak saya untuk ikut belajar dandan di rumah seorang MakeUp Artis cukup ternama di   kawasan BSD – Bintaro. Coba buka IG @linaspahicmua … keren banget deh mbak nya ini. Irma menjemput saya di rumah dan membawa saya ke rumah mbak Lina di D’Latinos – BSD.

Selama setengah hari kami ber 6 (saya, irma dan teman-temannya) diajari berbagai hal tentang wajah. Mulai dari jenis kulit, perawatan wajah, benda wajib yang harus dimiliki untuk memulai makeup, sampai bagaimana memperbaiki kekurangan dan cara untuk menonjolkan kelebihan wajah kita. Untuk masalah alis yang katanya lebih kece kalo bisa mirip logo Nike kebalik, mba Lina memberikan tips tanpa harus mencukur alis.

Neng, alis mah bukan cita-cita … jadi gak usah tingi-tinggi amat!

Etapi saya suka heran sama perempuan yang sudah punya alis, eh dicukur kemudian digambar lagi. Liat tuh laki-laki, gak ada kan yang cukur kumis trus digambar lagi. Hahahahaha

IMG_3646

Anak STM yang sebelumnya cuma belajar gambar teknik digital menggunakan rotring dan tangannya cuma pernah praktek nyolder di lab elektronika … hari itu belajar menggambar alis sampai memasang bulu mata anti badai seperti yang dipopulerkan oleh inces alini.

Saya sudah paham bahwa menyambung rambut dalam Islam tidak diperbolehkan (berkat rajin ikut pengajian … duile pencitraan). Tidak hanya memakai sanggul atau hair extension, tapi pakai bulu mata palsu juga masuk kategori menyambung rambut. Jadi saya tidak akan memakai bulu mata palsu untuk acara apapun. Tapi hari itu saya cuma menantang diri saya, apa benar saya bisa pakai sendiri yang padahal kata perempuan lain hal itu paling sulit dilakukan. Eh ternyata saya bisa! *proud*

Selesai memoles wajah dan foto-foto, bulu mata palsu itu pun saya copot lagi. Hahaha … iya segitu doang 😛

IMG_3648

Hari itu saya berterima kasih kepada Irma yang sudah menggeret paksa saya untuk belajar perlenongan. Alhamdulillah nambah ilmu baru lagi dengan bonus nambah teman baru juga.

Jadi besok lagi kalo saya mau manggung atau ngamen, gak perlu manggil Irma lagi ke rumah hanya untuk sekedar memoles wajah saya. Insya Allah apa yang sudah saya pelajari dari mba Lina, cukup menjadi bekal untuk mempercantik diri.

Ciyeehhh … smoga berhasil, de!

 

 

Can I get aamiin?

Belajar Menjahit Gamis

Belajar Menjahit Gamis

Kegiatan ibu-ibu di komplek rumah saya sungguh warbiyasak!

Dari mulai pengajian, arisan, kegiatan sosial sampai kerajinan tangan semua kumplit.

Kalau diikutin semua, bisa-bisa tiap hari saya meninggalkan rumah. Musti pinter memilih kegiatan mana yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan saya dan bisa memperkaya diri ini.

Alhamdulillah tanggal 28 April 2017 saya mendapat ilmu baru, belajar menjahit gamis dalam waktu 8 jam. Mulai dari mengukur badan, membuat pola, sampai menjahit pakaian.

Anak STM yang cuma pinjam mesin jahit Fayra … mencoba mengoperasikannya dari nol. Masukin benang ke jarum aja boleh nanya meja sebelah.

Alhamdulillah berhasil menyelesaikan 1 gamis untuk diri sendiri.

IMG_3616

Meski jahitan belum rapih dan bentuk potongan belum sempurna, rasanya bangga aja gitu bisa pakai baju hasil keringat sendiri.

Terima kasih atas kesabaran bu guru Widyaningsih Noor dan ketaletanannya membimbing murid 1 per 1.

 

 

 

 

Cihuy jadi punya baju baru utk Ramadhan deh 😉

Merayakan Usia Cantik

Merayakan Usia Cantik

Tanggal 23 November, pihak Communication Consultant untuk L’Oreal Paris menghubungi saya. Beliau memberitahukan acara offline untuk merayakan usia cantik bersama puluhan blogger lain, serta meminta ketersediaan saya untuk menjadi nara sumber acara. Kalau saya konfirmasi bersedia tampil, maka nama saya akan dituliskan di undangan. Saya menyetujuinya tanpa tau siapa yang akan menjadi nara sumber lainnya.

Tanggal 26 November, saya menerima undangan acara. Kaget lah saya begitu melihat nama-nama tak asing yang menjadi pengisi acara. Host acara ini: Novita Angie dan Dian Sastro, pembicaranya: Dewi Lestari, Hanifa Ambadar dan Reza Gunawan, sementara saya hanyalah salah satu narasumber dari komunitas blogger.

IMG_9151

Sabtu sore itu saya diberitahu untuk menggunakan dresscode: PUTIH dengan sentuhan MERAH. Saya memandangi isi lemari, 80% warna pakaian saya adalah HITAM. Sementara kerudung pun dominasi warna hitam dan merah. Panik deh.

Bagaimanapun saya akan hadir di acara tersebut bukan hanya mewakiliwdiri saya pribadi, melainkan saya membawa bendera komunitas Emak2Blogger. Saya harus menjaga nama baik KEB dan jangan sampai malu-maluin. Setidaknya harus representatif lah.

Minggu sore saya colek seorang tetangga yang mempunyai hobi jahit, saya minta saran sebaiknya pakai kombinasi pakaian apa untuk acara ini. Responnya sungguh diluar dugaan saya, “besok pagi kita ke toko kain ya, de. Biar nanti aku lembur jahitin rok untuk kamu

IMG_9153

Berbekal inspirasi dari pinterest, esoknya kami mencari kain yang senada. Pokoknya nanti saya kombinasikan dengan kaus warna putih dan kerudung warna merah.

Saat minta ijin belanja kain ke suami, beliau malah balik bertanya “butuh budget berapa biar istri gw gak kalah kece sama Dian Sastro?

Hahahaha … itu mah butuh biaya banyak. Musti perawatan seluruh tubuh dong.

Ternyata senin malam, mbak dari Communication Consultant untuk L’Oreal Paris kembali menghubungi saya. Beliau meminta saya untuk mengirimkan foto baju yang akan saya kenakan di acara. Untungnya saya sempat foto kain, jadi saya kirim saja foto kain tersebut. Malam itu kan kain sedang dikerjakan, belum berbentuk rok.

Mbaknya cuma bilang “besok pagi foto pakaian ini kami bawa meeting brand dulu ya, mbak. Nanti kami kabari lagi“.

Meskipun saya sudah sering mengisi acara seminar atau workshop sebagai pembicara, baru kali ini panitia meminta narasumber mengirim foto pakaian sebelum acara. Mungkin karena ini merk kosmetik premium dan pengisi acara lain merupakan publik figur yang sudah mempunyai nama besar di dunia hiburan, jadi ingin memastikan acara berjalan dengan lancar sesuai dengan citra perusahaan mereka.

Sehari sebelum acara saya deg-degan. Mana ditunggu sampai sore belum ada kabar. Saya dengan bercanda bilang ke pengurus KEB “pokoknya kalo baju itu ditolak dan harus pakai all-white, gw pakai mukena aja ya mak” Hahahaha

Alhamdulillah Selasa malam saya dikabari kalau baju sudah OK. Bisa bobo nyenyak deh.

IMG_9063

Rabu pagi rok buatan mbak Esty sudah siap. Tetangga saya yang lain juga ikut membantu saya. Mbak Irma yang pernah berprofesi sebagai penari, memoleskan makeup ke wajah saya. Mbak Ratri mengambil foto saya sebelum berangkat.

Mereka semua berkomentar “gila yaaa … untuk bersanding dengan artis-artis aja, elo ngerepotin orang se-RT!

Bahagia banget punya banyak tetangga cantik serbabisa yang baik hati. Terima kasih tak terhingga ya, mbakyu-mbakyuku!

IMG_9152

Alhamdulillah saya bahagia sekali mendapat kesempatan untuk berbagi cerita bagaimana memaknai #UsiaCantik. Semua pengisi acara sepakat bahwa kami bersyukur sudah memasuki usia cantik, menerima kegagalan yang pernah terjadi, dan bangga telah berhasil melaluinya. Kami semua menyadari bahwa usia 35+ bukan berarti kami menyesali sudah tak muda lagi, melainkan kami justru merasa telah mencapai beberapa hal luar biasa yang tidak kami temukan di usia 20an. Kami tidak ingin kembali ke kehidupan 10-15 tahun yang lalu.

IMG_9067

Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan kepada saya sebelum (interview melalui WA) dan saat acara berlangsung :

Apa #UsiaCantik menurut Mba?
Usia dimana seorang wanita sedang dalam usia matang yang sudah merasakan asam-garam kehidupan, dan bisa tetap mempesona meski anaknya sudah SMA 😉

Mengapa Anda merasa saat ini adalah #UsiaCantik Anda?
Saat ini saya merasa matang dalam berpikir dan bertindak karena terasah oleh perjalanan hidup.

Saat ini saya merasa sudah sangat berkecukupan.

Cukup memiliki keluarga dgn suami dan 2 anak yang beranjak remaja.

Cukup merasakan perjuangan melawan penyakit TBC tulang belakang yang pernah membuat saya lumpuh 80%, harus menempuh 5x operasi besar, menginap 30 hari di RS dan 2 malam di ICU.

Cukup dalam pengalaman 19 tahun menjadi mbak kantoran dan menduduki posisi terbaik dalam karir yang membawa saya menjelajah berbagai belahan dunia saat bertugas.

Apa pesan dan harapan Mba untuk para perempuan agar ikut menerima/merayakan #UsiaCantik mereka saat ini?
Be more grateful and wantless.

Makin dewasa kita sebagai wanita harus tetap semangat dalam memperkaya diri dan penuh aspirasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Merawat kesehatan dan kecantikan juga merupakan salah satu bentuk wujud syukur kita terhadap sang Pencipta.

Semoga kecantikan dan pencapaian hidup bisa berjalan berdampingan dengan sempurna.

Tersanjung rasanya melihat posting instagram dari mba Katerina seperti itu.

IMG_9080

Hari itu saya mewakili komunitas Emak2blogger bersama mbak Nunik Utami yang mewakili komunitas Blogger Perempuan … kami merupakan perwakilan dari semua wanita yang merayakan #usiacantik dengan berusaha untuk terus berkarya.

IMG_9073

KEB alias emak2blogger adalah salah satu contoh wadah berkumpulnya #UsiaCantik yang nyaman. Tidak ada perbandingan usia, semua membaur secara alami tanpa batasan, karena yang terpenting di sini memang karya.

KEB selama ini telah membantu teman-teman berkembang dengan caranya masing-masing. Hampir semua para wanita pada foto di atas bertemu di KEB. Saya bangga dan bersyukur bisa menjadi anggota komunitas ini.

IMG_9195

Selesai acara kami diberikan oleh-oleh berupa goodie bag yang lumayan berat. Saya pun langsung masuk mobil untuk langsung menyetir ke arah BSD, menjemput Fayra yang hari itu saya titipkan di rumah salah seorang teman sekolahnya. Sampai di rumah Fayra membantu membuka kotak dari L’Oreal … waaahh ternyata isinya banyak banget. Produk perawatan wajah komplit, buku agenda dan sebuah USB memory. Pantes aja kotaknya berat. Alhamdulillah wajah saya bisa kinclong selama beberapa bulan ke depan deh. Kebetulan sudah sebulan terakhir menggunakan produknya dan merasa cocok, jadi bisa dilanjutkan.

Kesempatan yang diberikan untuk saya berbicara di acara hari itu memang hanya 5-10 menit. Tapi saya berharap secuil kisah hidup saya ini bisa memberikan inspirasi bagi teman-teman yang hadir.

Pelatihan Manajemen Kematian

Pelatihan Manajemen Kematian

Dalam rangka memperkaya diri, saya mencari ilmu baru yang belum pernah saya pelajari sebelumnya. Kali ini saya bergabung dengan Institut Manajemen Kematian dan Komunitas Peduli Jenazah untuk belajar tentang hal-hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi kematian.

Sebelum mas Rafa masuk SMA, saya dan paksuami pernah menyampaikan:

Mama Papa berharap saat salah satu dari kami meninggal dunia, kamu bisa menjadi imam sholat jenazah kami. Dan mama papa juga berharap mas Rafa dan dek Fayra yang memandikan jenazah kami kelak

Terus apa bisa anak kita menangkap pesan orangtuanya tanpa contoh nyata?

Ketika bapak meninggal, saya belum punya ilmu untuk ikut memandikan dan membungkus jenazah beliau dengan kain kafan. Saya cuma terima beres dan ikut menyolatkan saja. Sungguh penyesalan itu masih saya rasakan sampai sekarang.

Karena itu ketika seorang teman mengajak saya untuk ikut Pelatihan Manajemen Kematian, tanpa ragu saya langsung setuju.

Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin bisa mengurus jenazah keluarga saya. Setidaknya saya ingin melakukannya untuk mami, mama papa mertua, dan suami saya (jika Allah berkehendak mereka pergi sebelum saya). Sebagai wujud bakti dan cinta saya kepada mereka.

Saya berharap anak-anak saya bisa melihat apa yang nanti saya lakukan, sehingga ketika Allah berkehendak saya pergi lebih dulu, mereka bisa melakukan yang sama terhadap jenazah saya.

Sesederhana itu saja.

Kalau bisa melakukannya untuk orang lain di luar lingkup keluarga, tentu akan sangat mulia. Terlebih ada hadist yang mengatakan, “Siapa yang memandikan mayat seorang muslim lalu diam atas apa yang ia lihat darinya, maka diampuni dosanya 40x

Masya Allah!

IMG_8718

Dalam pelatihan ini, kami diajarkan tentang:

  • Meningkatkan kesadaran saat musibah sakit
  • Mendampingi orang yang menghadapi sakratul maut
  • Cara memandikan jenazah
  • Proses pembungkusan kain kafan untuk jenazah laki dan perempuan
  • Pelaksanaan sholat jenazah
  • Proses memasukan jenazah ke dalam liang kubur
  • Doa untuk jenazah sampai proses penguburan selesai
  • Pengurusan akta kematian

Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami belum diajarkan proses pemulasaran jenazah yang meninggal karena kecelakaan. Tentunya jenazah tipe ini harus menerima perlakuan khusus yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Ustad hanya menyarankan, jika memang keluarga tidak mampu menangani, proses pemandian jenazah korban kecelakaan sebaiknya diserahkan ke Rumah Sakit saja. Ketika jenazah sampai di rumah, bisa langsung dilanjutkan dengan proses sholat jenazah.

Tentu saya tidak akan menulis semua yang saya pelajari dari pelatihan ini. Hanya beberapa catatan penting yang sekiranya bermanfaat sebagai pengingat diri:

  • Kematian adalah kepastian (QS 63:11, QS 62:8, QS 3:185)
  • Hanya orang PINTAR yang INGAT MATI
  • Mati itu harus dijemput keadaannya. Tidak perlu dipikirkan atau ditanyakan KAPAN dan DIMANA kita mati, yang penting keadaan saat mati harus dalam kondisi KHUSNUL KHOTIMAH. Bagaimana untuk mencapai kondisi tersebut? Perbanyak ilmu dan ibadah.
  • Memakai baju warna HITAM saat ada kerabat meninggal, ternyata hukumnya MAKRUH karena hal tersebut mengikuti kebiasaan Yahudi. Sebaiknya gunakan warna putih, sebagai pengingat diri bahwa kita juga akan menggunakan PUTIH saat ‘pergi’ nanti.
  • Wanita boleh ikut memandikan jenazah mertua (laki dan perempuan).
  • Wanita dalam keadaan haid boleh ikut memandikan dan mengkafani jenazah. Yang tidak boleh adalah ikut sholat jenazah.
  • Nabi melarang para wanita mengiringi jenazah sampai ke liang kubur. Sifat larangan ini TANZIH (tidak sampai haram).
  • Boleh melakukan sholat jenazah di atas kuburan bagi keluarga yang tidak mendapati sholat jenazah di masjid/rumahnya, karena Rasulullah juga pernah melakukannya (Shahih Muslim no.1588). Misalnya orangtua meninggal di Jakarta, sementara anaknya tinggal di Amerika. Tidak perlu menunggu anaknya datang, secepatnya jenazah dikuburkan. Apabila sang anak mau sholat jenazah saat tiba di Jakarta, maka diperbolehkan untuk melakukan sholat jenazah di kuburan orangtuanya.

Pelatihan Manajemen Kematian ini secara rutin diselenggarakan di Ruang Belajar Masjid Raya Pondok Indah hari Minggu terakhir setiap bulan. Jika ingin mengikuti pelatihan ini, bisa langsung datang ke sana.

IMG_8721

Awalnya saya berpikir kalau ikut pelatihan ini sendirian, kok rasanya ngeri-ngeri syedap gimanaaaa gitu. Makanya begitu Eka mengajak ikut pelatihan bersama, saya langsung meng-iya-kan. Ternyata pelatihan ini sungguh membuka mata hati saya dan menambah wawasan. Jadi saya sarankan keluarga dan teman-teman untuk ikut pelatihan ini.

Malu rasanya setiap habis sholat selalu berdoa untuk dihindarkan dari api neraka dan dimasukan ke dalam surga. Sementara kalo disuruh mati, jawabannya pasti belum siap bekal diri. Padahal mana bisa kita ke surga tanpa mati lebih dahulu?

Pelatihan ini membuat saya sadar, bahwa saya pribadi belum mempersiapkan kematian. Saya harus lebih aktif lagi dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian, baik kematian keluarga/kerabat maupun diri sendiri.