Browsed by
Category: Family

Qatar ID Adalah Kunci

Qatar ID Adalah Kunci

Sebelumnya saya bercerita perjalanan untuk mendapatkan kartu Qatar ID kan yah?

Gak mudah dan penuh drama, tapi alhamdulillah selesai dan bisa didapat dalam waktu 1 bulan pengurusan.

Setelah punya kartu ini, kami tidak perlu repot-repot membawa Passport dan lembar Visa setiap keluar rumah. Setiap orang memiliki kartu ini di dompet kami masing-masing.

Alhamdulillah bisa dibilang kami sudah sah menjadi penduduk Qatar.

Kartu QID ini mulai diterapkan di Qatar per tanggal 15 Juni 2015. Sebelumnya setiap pendatang hanya diberikan stempel / stiker di passport saja. Sekarang sudah berupa kartu dengan barcode di belakangnya.

6A4C5FB7-414C-428E-9F2C-3435914E260B

Kenapa judulnya QATAR ID ADALAH KUNCI?

Karena QID adalah identitas kami sebagai penduduk negara Qatar dan setelah memiliki kartu ini, kami baru bisa memulai kehidupan di sini.

Dengan kartu QID maka kami bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Memiliki kartu karyawan (no QID dihubungkan dgn no Employee ID, jadi sebelum memiliki QID maka karyawan tidak bisa memiliki kartu pengenal di kantor)
  2. Membuka rekening bank
  3. Mengajukan asuransi kesehatan baik milik pemerintah (seperti BPJS di Indonesia) maupun asuransi swasta
  4. Mendaftar kartu telekomunikasi paska bayar
  5. Mendaftar layanan Listrik dan Air (Karahmaa)
  6. Mendaftar sekolah anak
  7. Mendaftar layanan Internet rumah dan Kabel TV
  8. Mendaftar sekolah mengemudi (syarat untuk membuat SIM, nanti saya ceritakan di posting terpisah ya)
  9. Mengajukan Surat Ijin Mengemudi
  10. Mengajukan permohonan Kartu Kredit atau Debit ke bank
  11. Mendaftar anggota perpustakaan dan fasilitas umum pemerintah lainnya.
  12. Setiap keluar masuk Qatar, pemilik QID harus menunjukan fisik kartu ini di bandara Qatar.

Jadi kebayang kan betapa pentingnya QID untuk bisa hidup di Qatar?

Proses pembuatan QID membutuhkan waktu 2 minggu sampai dengan 1 bulan. Diawali dengan datang ke kantor MOI, kemudian tes kesehatan (xray dan darah), lanjut sidik jari, scan telapak tangan dan scan retina mata.

Selama masih dalam proses pengajuin QID, paksuami hanya menggunakan kartu tamu di kantor. Karena Employee ID baru bisa dibuat setelah QID diserahkan ke kantor. Hal ini sempat membuat paksuami agak repot ketika harus kordinasi ke unit kerja lain yang berbeda lantai atau gedung, karena akses masuk di depan pintu ruangan harus menempelkan kartu karyawan.

Setelah memiliki QID dan Employee ID, baru paksuami bisa mengajukan visa keluarga untuk ijin membawa masuk istri dan anak-anaknya ke Qatar.

Sebelum membawa anak-anak ke Qatar, saya lebih dahulu datang untuk mencari rumah dan sekolah. Saat itu saya hanya masuk ke negara ini menggunakan fasilitas bebas Visa bagi orang Indonesia, yang berlaku selama 30 hari tanpa dipungut biaya.

Betapa kecewanya saya datang ke beberapa sekolah, mereka menolak memberikan form pendaftaran karena saya tidak membawa QID anak-anak. Tetapi memang hal tsb merupakan syarat dari Ministry Of Education (Menteri Pendidikan), calon murid yang belum memiliki QID tidak bisa bersekolah di negara ini. Saya akan menceritakan proses pencarian sekolah anak-anak di postingan yang terpisah nanti yah.

Dengan mengetahui sedemikian pentingnya QID bagi kehidupan di Qatar, makanya saya deg-degan banget saat proses pengurusan QID terhambat karena status saya sebagai mantan penderita penyakit TBC. Saya khawatir kalau proses kartu saya membutuhkan waktu yang lama, maka anak-anak pun akan terhambat untuk mendaftar sekolah. Sementara Rafa berpacu dengan sisa waktu 1,5 tahun lagi untuk menyelesaikan pendidikannya sebelum melanjutkan ke jenjang universitas. Alhamdulillah QID bisa ada di tangan kami hanya seminggu sebelum semester 2 sekolah dimulai. Anak-anak hanya terlambat 1 hari untuk memulai sekolah.

Suami pun tidak bisa mengajukan proses asuransi kesehatan keluarga sampai saya dan anak-anak memiliki QID. Saat saya sakit vertigo selama 6 hari, saya bingung mau ke RS karena belum memiliki QID apalagi asuransi kesehatan. Teman-teman menyarankan saya ke klinik swasta terdekat dari rumah dengan membawa passport dan lembaran visa. Tapi kan khawatir juga karena tidak tau dokter dan kualitas klinik tersebut. Akhirnya saya hanya browsing pengobatan vertigo di internet, kemudian datang ke apotik dekat rumah untuk membeli obat yang bisa didapat tanpa resep dokter. Alhamdulillah saya membaik dan sudah bisa beraktivitas lagi sekarang.

Syarat yang dibutuhkan untuk pembuatan QID, diantaranya:

  • Passport lebih dari 6 bulan sebelum masa berlaku habis dan lembar kopinya
  • Visa (visa kerja atau visa keluarga)
  • 2 lembar pasfoto terbaru berukuran 3×4 dengan warna begron biru
  • Kartu golongan darah (bisa didapat dari lab/klinik/RS di Indonesia)
  • Kopi Qatar ID kepala rumahtangga
  • Setiap yang mengajukan, harus hadir secara fisik ke kantor Ministry Of Interior (Menteri Dalam Negeri)

Biaya pembuatan Qatar ID:

  • Untuk pengajuan kartu QID baru atau perpanjang:
    • Membayar QAR 100 saat medical checkup
    • Membayar QAR 500 saat print kartu
  • Untuk penggantian kartu yang hilang, membayar QAR 400

untuk lebih lengkapnya bisa membaca langsung di sini.

Visa berlaku selama 5 tahun dengan sekali masuk ke negara ini, sementara QID memiliki masa berlaku berbeda-beda: ada yang 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun dan 5 tahun. Saat ini keluarga kami memiliki kartu dengan masa berlaku 1 tahun.

Saat mengajukan perpanjangan kartu, kita hanya perlu membawa 2 lembar pasfoto terbaru dan fisik kartu QID ke kantor MOI.

Karena nomor passport kita terhubung dengan QID, maka ketika kita mengganti passport, kita harus melapor ke MOI untuk perubahan data QID.

Jika kita tidak memperpanjang QID yang sudah habis masa berlaku, maka kita hanya memiliki waktu sampai dengan 90 hari untuk transaksi perbankan. Lebih dari itu, kita tidak bisa lagi melakukan transaksi di bank, alias rekening dibekukan.

Setiap keluar dari Qatar, maka pemilik QID harus mengajukan surat EXIT PERMIT. Karena visa kami disponsori oleh kantor suami, maka kantor suami yang akan mengajukan surat tersebut ke MOI. Setelah mendapat persetujuan (approval), baru kami bisa membawa suratnya ke bandara untuk ditujukan ke petugas imigrasi.

Dengan nomor QID yang terhubung ke banyak akses fasilitas negara, tentunya membuat seseorang berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan. Polisi akan dengan mudah meringkus atau membekukan kejahatan karena semua data penduduk terhubung dalam 1 database negara.

Qatar ID adalah kunci … pembuka jalan bagi kami untuk memulai kehidupan di negara ini.

Pengajian Anak Indonesia Di Doha

Pengajian Anak Indonesia Di Doha

Ini adalah gedung Al Fanar, pusat kebudayaan Islam di Doha – Qatar. Terletak di seberang Souk Waqif, pasar tradisional Qatar.

Orang-orang yang ingin mengetahui dan belajar tentang agama Islam lebih dalam, bisa datang langsung ke gedung ini. Banyak juga yang datang untuk membaca syahadat dan memeluk agama Islam di sini.

22D9F467-696B-4773-9112-BBF84F050CE1

Di lantai 3 (untuk perempuan) & 4 (untuk laki-laki) gedung ini lah anak-anak Indonesia diajarkan tentang agama Islam dalam bahasa Indonesia setiap Sabtu pagi mulai dari jam 8 sampai jam 11. Sementara hari dan jam lain digunakan oleh kebangsaan yang berbeda.

Saat anak-anak belajar, disediakan juga kelas pengajian untuk orangtua yang mengantar anaknya.

Di tempat ini juga tersedia kantin, dimana kita berkesempatan jajan aneka masakan Indonesia dari tangan ibu-ibu kece jawara dapur.

Ada beberapa yang buka lapak baju dan jilbab produk lokal Indonesia. Gak khawatir ketinggalan PO dari akun IG ternama. Tapi dengan harga yang sudah dikonversi Qatari Riyal tentunya 😬

BAFA00C4-3D66-44F9-BF82-327057D81D5D

Alhamdulilah anak-anak sudah mulai ikut pengajian KAIFA sejak awal Januari 2018, hanya beberapa hari setelah kedatangan mereka di Qatar.

KAIFA adalah tempat pendidikan Al Quran yg dibentuk oleh rekan-rekan orang Indonesia di Doha.

Lembaga ini dibentuk secara sukarela untuk memberikan tambahan pelajaran agama dan budaya Indonesia kepada anak-anak. Karena sebagian besar anak-anak di Qatar bersekolah di International School yang minim sekali pelajaran agama. Biaya pendaftaran sebesar QAR 50, sementara biaya bulanan sebesar QAR 100 per anak.

Untuk remaja laki (15-18 thn) diberikan coaching / mentoring program, dimana anak-anak ini disiapkan sebagai duta Islam di negara minoritas. Karena tidak banyak anak-anak yang melanjutkan kuliah pulang ke Indonesia. Sebagian besar mereka melanjutkan kuliah di UK, Eropa, Amerika dan Canada.

Jadi remaja laki ini diberikan pemantaban dan pelatihan untuk bisa menjadi Muadzin, Imam sholat, bahkan Khatib (ceramah terutama utk sholat Jumat).

Hal ini yang sangat kami syukuri, karena kalo masih di BSD belum tentu mas Rafa mendapat pendidikan seperti itu kecuali masuk pesantren.

Kita sebagai orangtua tidak kebayang harus menyiapkan anak utk adzan, merangkap menjadi imam dan khatib di waktu yang bersamaan. Padahal itu yang dibutuhkan saat anak tinggal sendiri jauh dari orangtua dan saudara muslim lainnya. Di Indonesia mungkin dirasa tidak penting, karena sedemikian banyaknya ketersediaan muadzin dan imam di masjid-masjid Indonesia.

Semoga mas Rafa dan Fayra bisa mudah beradaptasi, bisa mengikuti pelajaran dan betah tinggal di sini.

Alhamdulillah … Bismillah

Merantau Di Doha

Merantau Di Doha

Kadang kita harus merelakan kehidupan yang sudah sedemikian kita rencanakan, untuk bisa memiliki kehidupan lain yang sedang menanti diri kita.

Begitu lah yang terjadi pada keluarga kecil kami.

Ketika paksuami sudah menyelesaikan sekolahnya (baca: Cerita Istri Mahasiswa) dan mendapat promosi di kantornya, kami mengira ini sudah rencana terbaik dari Allah SWT. Ternyata … di saat yang bersamaan, paksuami juga mendapatkan posisi permanen di kantor pusatnya yang terletak di Doha – Qatar. Allah punya skenario lain yang menanti kami.

Dengan berbagai pertimbangan dan diskusi panjang, kami memutuskan untuk menerima tantangan baru yaitu hijrah ke negeri nun jauh di tengah gurun dengan segala resiko yang harus dihadapi terlepas dari tawaran dan paket menarik yang diberikan.

Anak-anak yang saat ini memasuki masa remaja, sudah bisa kami ajak diskusi dan diminta pertimbangan. Tanpa kami duga, mereka mendukung keputusan untuk mencoba memulai kehidupan di negara baru.

Beberapa kendala terus kami temui, mulai dari urusan administrasi legalisir dokumen yang sangat menguras waktu dan tenaga … sampai urusan restu dari keluarga yang tidak mudah didapat melihat negara tujuan sedang mengalami konflik politik dengan para tetangganya.

Tapi kami tidak menyerah, dan terus menghadapi semuanya dengan tekad bulat. Karena kami fokus pada anak-anak yang harus diberi makan, tagihan yang harus dibayar dan mimpi yang ingin kami capai bagi keluarga. Kami ingin kehidupan yang lebih baik dan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak, semampu kami.

Alhamdulillah kemudahan demi kemudahan kami dapatkan, bantuan dari para sahabat juga terus berdatangan, sampai restu orangtua yang akhirnya di tangan.

5092281B-C8A7-4B83-B434-D0C77587171E

PakSuami sudah pernah tinggal di Qatar selama 6 bulan, dan saya pernah mengunjunginya sebelum beliau pulang ke Indonesia. Jadi setidaknya kami sudah mempunyai gambaran kehidupan di sana.

PakSuami berangkat awal November, saya menyusulnya di awal Desember. Saya hanya menghabiskan 10 hari di sana untuk fokus mencari rumah dan sekolah anak-anak. Setelah itu saya pulang ke Indonesia untuk merapihkan rumah, mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa, juga mengurus administrasi pindah sekolah anak-anak.

6D768493-22F4-4A4D-BB51-8CD14119F9B1

Pindah negara tentu tidak mudah bagi anak-anak yang sudah memiliki ikatan kuat dengan lingkungan sekitar. Mereka harus meninggalkan zona nyaman, sahabat dekat dan teman sekolah yang sudah sangat akrab. Mereka nantinya harus beradaptasi lagi, membiasakan diri dengan bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari, dan mencari teman baru yang cocok di hati.

745D5BAF-B600-4D8B-AE05-FA96E49E9A9E

Dengan waktu yang sangat pendek di tengah kesibukan pekerjaan dan persiapan pindahan, saya juga menyempatkan diri untuk pamitan ke beberapa sahabat.

A5D9AC8C-5A62-40A6-9612-97B4A6748D8B

Saya merasa terharu dengan perhatian para tetangga kesayangan – saudara 24 jam saya, yang sampai membuatkan video dengan pesan cinta mendalam juga hadiah yang insya Allah sangat bermanfaat untuk urusan domestik rumah nantinya.

3AE374BC-08D1-4BD6-BFB2-85B79753FA03

Yang paling berat adalah ketika harus berpisah dengan keluarga besar. Tidak banyak kata yang bisa saya sampaikan ke mereka, tidak banyak air mata yang menetes di wajah saya, tapi saya yakin  mereka paham perasaan saya dari pelukan erat kepada diri mereka satu persatu.

Akhir Desember saya membawa anak-anak menyusul papanya. Hanya beda 1 hari dengan jadwal keberangkatan cargo yang membawa sebagian barang dari rumah lama.

CBA261B5-C1A5-4FAB-B0A5-88B06D4A17B5

Membuat perubahan besar dalam hidup adalah sesuatu yang menakutkan. Tapi apa kamu tau apa yang lebih menakutkan dari hal itu?

PENYESALAN.

Khawatir akan sesuatu yang tidak bisa kita rubah, hanya akan membuang waktu kita secara sia-sia selamanya.

Mari kita berhenti mengkhawatirkan sesuatu yang akan hilang dalam hidup kita, dan fokus pada keuntungan baru yang akan kita dapatkan dalam hidup.

Setidaknya begitulah mantra yang saya ucapkan kepada diri sendiri setiap harinya.

0B95B702-B9EE-4086-9FD6-5403D871CCB4

Family has to stick together.

We don’t need to be perfect for each other.

We just need to be happy together.

2213C2EB-DE8B-4269-8C49-7DE4CFB24664

Tahun sudah berganti, lembaran hidup baru sudah menanti.

Saatnya menata hati dan mari hadapi apapun yang harus dijalani.

Tidak lupa untuk terus mensyukuri apa yang sudah dimiliki.

EDA72019-1953-46CC-921F-E2E1777C5ED5

Just like smartphone, installing a new life is not that easy.

We have to sync previous device, input new data and download some applications.

It takes time to process. It needs effort to explore.

You will enjoy it when you get used to it.

Begitulah kalo mantan Smartphone Developer menggambarkan apa yang sedang dihadapinya.

A8E284F4-22CD-47BE-9A65-CB664AE5EBF0

Let’s start a new year with a new life in a new place called new home.

La hawla wa laa quwwata illa billah.

Bismillah …

18 Tahun Bersama

18 Tahun Bersama

D7DAACF8-7C39-43B2-8AEB-6346D0D37C53

He knows that I’m an ‘experience buyer‘, not a ‘shopper

So instead of gives me diamonds or expensive bags, he takes me somewhere I couldn’t forget.

I couldn’t ask for more, I’m so blessed.

Happy 18th anniversary, suamiku!

See you tomorrow, pap … let’s start our new life chapter to the next level

Bijak Berinvestasi Untuk Keluarga

Bijak Berinvestasi Untuk Keluarga

Tanggal 3 Oktober 2017 saya kembali diundang oleh KEB untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh VISA.

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, Visa Financial Literacy woskhop untuk #ibuberbagibijak ini terdiri dari 3 pertemuan:

  1. Financial Check Up (baca: Bijak Mengelola Keuangan Keluarga)
  2. Budgeting (baca: Bijak Membuat Anggaran Keluarga)
  3. Investing

Jadi saya hadir kali ini untuk mendapatkan pemaparan dari materi terakhir.

IMG_7060

Kebetulan saya tiba di Mendjangan Restaurant sekitar 30 menit sebelum acara dimulai. Saya dan teman-teman memanfaatkan waktu tersebut untuk foto-foto di bagian belakang di area kolam renang.

Pembicara hari ini masih tetap mba Prita Ghozie, Financial Educator nan cantik jelita kesayangan kita semua.

IMG_7053

Hari itu mba Prita mengingat kami semua, kalau hidup ini adalah pilihan dan selalu ada konsekuensi dibalik setiap pilihan yang kita ambil.

Begitu pun dalam berinvestasi.

Misalnya dalam membeli sapi, kita bisa memilih: apakah kita akan menggemukan sapi tsb utk kemudian dijual lagi, atau kita menikmati susu perahnya saja.

Kalo kita masih dalam usia produktif, sebaiknya kita gemukin sapi utk dijual lagi.

Kalo kita sudah masuk usia pensiun, sebaiknya kita cukup menikmati susu perahnya saja.

Jangan tergiur imbalan investasi yang besar dan pasti. Karena investasi pasti ada risiko dan hasilnya tidak dapat dijamin.

IMG_7058

Kita harus mengetahui 5 PRINSIP INVESTASI:

  1. Tentukan tujuan investasi
  2. Tentukan jangka waktu investasi
  3. Ragamkan harta investasi (pahami profil dan risiko)
  4. Strategi investasi
  5. Review dan re-alokasi investasi

Sebelum berivestasi, sebaiknya kita pilah dulu tujuan investasi dan tentukan jangka waktunya.

Kemudian kita cari tau tentang produk investasi dan pahami risikonya.

Jenis investasi yang sesuai untuk seseorang, akan tergantung dari kebutuhan individu tersebut. Karena kebutuhan akan hasil investasi, jangka waktu investasi dan kemampuan berinvestasi setiap orang tentu berbeda.

Kita bisa memilih:

  • SAVE : to keep your money (low risk, slow growth)
  • INVEST : to grow your money (increased risk)
  • SPECULATE : to gamble your money (high risk)

Kenali dulu diri kita, termasuk Profil Risiko Investor yang mana:

  • Investor Konservatif (100% defensif)
  • Investor Moderat (60% defensif, 40% agresif)
  • Investor Agresif (30% defensif, 70% agresif)

Jangka waktu berinvestasi pun beragam:

  • Short Term (<1 tahun)
  • Mid Term (3-5 tahun
  • Long Term (>5 tahun)

Sementara contoh produk untuk berivestasi bisa dalam bentuk:

  • PROPERTI (tanah, rumah, ruko, apartemen, dll)
  • SURAT BERHARGA (deposito, obligasi, saham, reksadana, dll)
  • DANA TUNAI (mata uang asing atau tabungan biasa)
  • LOGAM MULIA
  • BARANG KOLEKSI (tas, perhiasan, lukisan, barang antik, dll)
  • BISNIS (wirausaha, franchise, dll)

Sebaiknya kita memiliki beberapa produk investasi yang berbeda. Jangan simpan dana yang kita punya hanya dalam 1 bentuk produk saja.

Kamu tau gak sih, kalo benda dibawah ini juga bisa disebut produk investasi:

  • Peralatan bayi (box bayi, stroller, kursi makan, dll)
  • Mainan anak (perosotan, ayunan, rumah-rumahan, mobil-mobilan, dll)
  • Tas bermerk
  • Gadget (kamera dan perlengkapannya)
  • Peralatan elektronik

Kenapa benda konsumtif di atas disebut sebagai produk investasi?

Karena sekarang sudah banyak orang yang menjalankan bisnis dengan menyewakan benda-benda tersebut. Jangka waktu sewa juga bisa dipilih mau harian, mingguan atau bulanan.

Jangan lupa dengan resiko investasi yah, contohnya:

  • Resiko likuiditas (bentuk investasi susah ditunai/uangkan)
  • Resiko volatilitas harga (jarak kenaikan dan penurunan harga yang tidak menentu)
  • Resiko gagal bayar (kita tidak sanggup membayar atau pihak lawan tidak sanggup membayar hasil investasi kita)
  • Resiko pasar (perubahan kondisi atau situasi pasar, perubahan kebijakan, dll)

Resiko investasi paling parah: penipuan berkedok investasi.

IMG_7054

Strategi berinvestasi yang bisa kita lakukan:

  • Lakukan investasi secara rutin
  • Lakukan investasi di berbagai produk keuangan
  • Minimalisasi resiko dengan perpanjang jangka waktu investasi

Jangan lupa untuk melakukan review hasil investasi secara berkala dan re-alokasi investasi ketika kita sudah mencapai hasil investasi yang diinginkan atau jika hasil investasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

IMG_7055

Terima kasih makmin KEB, Visa Worldwide Indonesia dan mba Pritha atas ilmu yang bermanfaat ini. Lengkap deh paparannya tentang perencanaan keuangan keluarga, membuat anggaran dan cara berinvestasi.

IMG_7056

Senang banget dapat ilmu tentang keuangan keluarga secara menyeluruh begini. Sebagai istri, kita dituntut untuk bisa menjadi Menteri Keuangan Keluarga. Di tangan seorang istri ini lah arus kas pemasukan dan pengeluaran dana keluarga bermuara. Jadi kita harus bijak dan cerdas menanganinya.

Gimana dengan kalian, sudah berivestasi dalam bentuk apa?