Browsed by
Category: Family

Cerita Istri Mahasiswa

Cerita Istri Mahasiswa

2 tahun lalu paksuami mendaftarkan diri pada salah satu program beasiswa di kantornya. Alhamdulillah nama beliau termasuk ke dalam list 10 orang penerima beasiswa yang terpilih melalui serangkaian proses seleksi dari:

  • 3,000 karyawan
  • 200 orang pendaftar
  • 123 pengirim karya tulis
  • 30 penulis terbaik yang harus mempresentasikan ke dewan direksi

Kembali duduk di bangku sekolah, saat yang bersamaan juga harus mencari nafkah untuk istri dan 2 orang anak, sungguh tidak mudah dijalani. Apalagi ketika baru melalui 1 semester kuliah, datang keputusan dari kantor yang memintanya berangkat ke Qatar selama 6 bulan untuk membantu menyelesaikan sebuah proyek. Terpaksa mengajukan cuti 1 semester ke kampus, paadahal beliau lagi semangat-semangatnya belajar.

Setelah kembali ke Indonesia, paksuami langsung melanjutkan pendidikannya. Beliau harus mencuri waktu belajar, di tengah pekerjaan kantor yang lagi menggila. Setiap hari pulang ke rumah, macam mbak Cindrelela. Akhir pekan pun dihabiskannya di meja makan, sambil menggelar komputer jinjing dan aneka buku bacaan. Tak ada yang dilakukannya selain mengerjakan tugas kuliah yang pasti tidak akan sempat dikerjakannya di kantor. Berat badan turun sekian kilo, ditambah kantong mata yang sedikit menebal, dan kacamata yang mulai tidak bisa jauh darinya.

Kami menikah muda, saya di usia 21 tahun sementara paksuami di usia 25 tahun. Kala itu saya yang sebelumnya cuma lulusan STM, baru saja mulai kuliah, baru genap melalui 1 tahun pelajaran. Paksuami yang lulusan D3, juga baru melanjutkan pendidikan S1-nya. Sesama mahasiswa, kami memulai rumahtangga dengan saling memberikan semangat jika salah satu dari kami mulai malas belajar atau mengerjakan tugas kuliah. Alhamdulillah paksuami bisa menyelesaikan kuliah, tidak lama setelah anak pertama kami lahir. Sementara saya, baru bisa menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu 7 tahun akibat cuti melahirkan dan beberapa kali operasi tulang belakang. Meski sempat menyerah, paksuami terus memompa semangat saya sampai mengontrak rumah yang lokasinya tidak jauh dari kampus saya. Katanya biar saya gampang mondar-mandir dan cepat menyelesaikan tugas akhir. Alhamdulillah walau terseok-seok akhirnya saya bisa juga meraih predikat sarjana.

IMG_5315

Punya suami yang hobinya belajar (tidak hanya terus melanjutkan sekolah, tapi juga rajin ikut training dan ambil sertifikasi ini itu), ya sebagai istri saya cuma bisa mendoakan beliau, mendukung setiap langkah beliau, membantu memompa semangat beliau, hingga membuatkan cemilan saat paksuami belajar. Saya juga menemani beliau ke kampus ketika harus menjalani sidang S2 pertamanya (thesis pre-defense). Waktu sidang S1 saya tidak menemani, karena baru punya bayi.

Sebelum berangkat paksuami berpesan “kamu dandan kayak anak kuliahan ya, ma. Jangan kayak bu dosen“. Eh sampai kampus lah kok saya malah dikatain temannya, mahasiswa jalan sama pakdosen. Hahaha

IMG_5321

Saya kembali ikut ketika paksuami menjalani sidang terakhirnya. Lumayan ikut bantu bawa potokopian dan menjadi ajudan yang siap disuruh kesana kemari. Istri siaga merangkap mbak gosend gitu deh judulnya. Hahahaha.

Paksuami punya prinsip “kalo udah sekolah gratisan (baca : beasiswa) gini, malu kalo nilainya ngepas“.

Beneran aja dong, di semester awal-awal beliau tebus dengan IPK 3,8 loh!

Tugas akhir juga dikerjakan dengan hati-hati karena mengambil tema yang terkait dengan pekerjaannya. Katanya lagi, “Sekolah dibayarin kantor, hasil akhirnya kalo bisa juga yang bermanfaat untuk kantor

IMG_5316

Meski IPK terakhir melorot karena ada mata kuliah yang harus ujian ulang, akibat jadwal ujian bentrok dengan tugas kantor ke luar kota. Tapi tetap aja beliau bisa lulus dengan predikat kumlot! *geleng-geleng*

Saya juga suka belajar … tapi saya gak suka ujian!

Hidup udah penuh ujian kak, mosok belajar juga harus melewati ujian sih.

Saya mah gitu orangnya … cetek otaknya. Hahahaha

IMG_5313

Sebelum upacara pelantikan alias wisuda, beliau melihat penawaran beasiswa S3 nun jauh di negara barat sana. Sempat memohon ijin saya … tapi dengan berat hati saya tidak mengabulkan. Karena jika beliau melanjutkan S3, artinya beliau harus mengajukan Cuti Tanpa Gaji di kantornya. Dengan status saya yang sudah berhenti kerja kantoran, lah terus ini istri dan anak-anak mau dikasih makan apa?

Beliau masih bercita-cita, untuk bisa melanjutkan pendidikan S3 maksimal dalam waktu 5 tahun ke depan. Mari kita bantu aminkan.

IMG_5320

Hobi belajarnya sudah dulu ya, pa.

Setelah ini semangat cari uang dan fokus nabung biaya kuliah anaknya. Kurang dari 2 tahun lagi tuh anak lanang lulus SMA.

Kalo anak-anak udah ada dana kuliah, silakan papa lanjut sekolah.

Etapi kalo bisa cari yang gratisan lagi yaaa. Hahahaha

#emak_irit #istri_merki

 

 

Terima kasih atas segala usaha dan kerja kerasnya, pa.

Terima kasih telah menjadi contoh nyata bagi anak-anak, bahwa pendidikan itu bisa ditempuh siapa saja tanpa mengenal batas usia.

Semoga kita bisa menjadi orangtua yang lebih baik dari orangtua kita, dan semoga anak-anak bisa menjadi manusia yang lebih baik dari kita – orangtuanya. Allahuma aamiin.

Keep making us proud, pap!

Bijak Mengelola Keuangan Keluarga

Bijak Mengelola Keuangan Keluarga

Sudah 2 tahun saya berhenti memberikan kontribusi dalam hal keuangan keluarga. Tepatnya sejak saya Tutup Karir yang sebelumnya saya bangun selama 19 tahun dan setahun kemudian saya juga Tutup Toko di Thamrin City. Akhirnya saya bisa menikmati indahnya dinafkahi, tanpa ikut bersusah payah mencari.

IMG_5152

Segitu mulus jalannya?

Tentu tidak!

Saya mengalami masa jet-lag dan oleng seperti hal nya rumah tangga lain yang baru saja kehilangan salah satu periuk keluarga.

Apalagi penghasilan saya sebelumnya tergolong lumayan besar berkat jabatan yang saya emban. Terbiasa punya uang sendiri sejak usia 17 tahun dan merasa bebas mengelola pendapatan sendiri. Maka ketika saya hanya bisa menanti uang dari paksuami, saya merasa ruang gerak agak terbatasi. Harus berpikir sekian kali hanya untuk menggunakan sebagian yang tersebut. Harus berhati-hati membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Seperti prinsip ekonomi yang pernah saya tulis di sini (baca: Komposisi Pengeluaran Bulanan), kalau tidak bisa perbesar pendapatan artinya kami harus perkecil pengeluaran. 2 tahun terakhir kami hidup sangat hemat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

MasRafa yang sebelumnya belajar di sekolah internasional, akhirnya masuk ke sekolah negeri (baca: Rafa Masuk SMA), SPP yang harus dibayar berkurang menjadi hanya 1/7 dari sebelumnya.

Pembantu rumah tangga yang sebelumnya ada 2 orang menginap di rumah kami, sekarang tidak ada lagi. Saya hanya dibantu oleh mbak pulang pergi yang hanya datang ke rumah 2 jam setiap hari.

Supir sudah diberhentikan, mobil pun hanya tinggal 1 di garasi.

Selama 2 tahun terakhir juga kami tidak pergi liburan keluarga dan mengurangi frekuensi pergi ke mall.

Tabungan keluarga reset ke titik nol, karena harus kami kuras untuk melunasi hutang. Kami rela tidak punya tabungan, yang penting hidup tanpa cicilan. Ini juga salah satu jalan kami dalam mengurangi pengeluaran dan mengejar target mulia #BebasRiba2020.

Ibaratnya ini periode dimana kami harus pake korset … karena ngencengin ikat pinggang aja terbukti tidak cukup. Hahahaha

Kondisi ini tidak sampai membuat saya frustasi. Kaget iya, tapi pelan-pelan dijalani. Agaknya sekarang saya sudah beradaptasi, lebih stabil dan mulai bisa menikmati.
IMG_5148

Makanya saya senang sekali ketika makmin KEB mengundang saya untuk hadir dalam acara Visa Financial Literacy woskhop untuk #ibuberbagibijak, dimana kami belajar tentang financial plan, mengatur cashflow keuangan keluarga dan ikut financial checkup oleh mba Prita Ghozie, seorang Financial Educator ternama di Indonesia. Beliau ini tidak hanya piawai berbicara mengenai literasi keuangan, tapi juga ramah dan cantik jelita.

IMG_5147

Acara ini membuka mata banget. Saya mendadak terdiam sejenak mendengar bahwa hanya <25% perempuan Indonesia yang melek tentang literasi keuangan. Padahal 75% kendali cashflow keuangan keluarga ada di tangan seorang ibu.

Fakta hasil survey lembaga keuangan:
– 50% perempuan tidak bisa membedakan kas, konsumsi dan investasi
– 18% perempuan punya hobi berhutang (cicilan atau kartu kredit)
– 32% perempuan punya gaya hidup tinggi

IMG_5150

Mba Prita meminta kami untuk mengisi form Periksa Kesehatan Keuanganmu. Tidak perlu mengisi besaran rupiah, tapi fokus kepada persentase komposisi pengeluaran.

Komposisi pengeluaran bulanan yang ideal untuk sebuah keluarga:

  • Kegiatan sosial 5% –> zakat/infak/sedekah
  • Dana Darurat 10% –> simpanan untuk menutup biaya tak terduga (darurat medis, perbaikan rumah, dll)
  • Cicilan hutang 30% –> dibagi untuk cicilan rumah – kendaraan (mobil / motor) dan pinjaman lain
  • Pengeluaran rutin 30% –> dibagi untuk belanja bulanan, listrik, telpon, PAM, gas, gaji pembantu, tranportasi harian, belanja dapur harian, makan siang dikantor, dll
  • Investasi 15% –> digunakan untuk dana pendidikan anak, dana pensiun, dll
  • Gaya Hidup 10% –> digunakan untuk belanja online, kecantikan, liburan, gadget, dll

Sementara untuk asuransi, kurban bagi yang muslim, pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan, liburan keluarga yang sifatnya pengeluaran tahunan, maka sebaiknya dibayar dengan pendapatan tahunan (THR, bonus, komisi, dll).

IMG_5149

Mengevaluasi keuangan keluarga tidak perlu dilakukan setiap waktu. Cukup dilakukan secara berkala, misalnya 1 tahun sekali. Dengan mengetahui komposisi pengeluaran ini, maka kita akan lebih mudah dalam mengelola penghasilan keluarga dan membuat anggaran dasar belanja.

Sebuah keluarga dinyatakan berhasil menabung, jika nilai aset yang dimiliki tahun ini meningkat 10% dari tahun sebelumnya. Dan tidak lupa sudah menyiapkan dana darurat yang nilai minimalnya 3 hingga 6 kali biaya kehidupan bulanan keluarga.

IMG_5151

Jadi bagaimana kondisi keuangan keluarga kita?

Rejeki memang sudah ada yang mengatur. Tapi apakah kita bisa mengatur rejeki yang sudah diberikanNYA kepada kita?

Manajemen Kebersihan Menstruasi

Manajemen Kebersihan Menstruasi

Hari Rabu 31 Mei 2017, saya memenuhi undangan Kementrian Kesehatan yang bekerja sama dengan PT. Mundipharma untuk sosialisasi tentang Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi.

IMG_3851

Alhamdulillah mulai tahun 2017 ini pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 28 Mei sebagai Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi yang dicanangkan Kementrian Kesehatan yang disebut juga sebagai #RedDaysHygiene

Hari ini diperingati untuk mengingatkan kembali pada semua wanita akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan area wanita terutama saat menstruasi.

Kenapa tiap 28 Mei?

Karena siklus perubahan hormonal perempuan itu terjadi setiap 28 hari, dan rata-rata perempuan mengalami menstruasi selama 5 hari.

Jadi gampang diingat kan tuh 28-05 nya.

IMG_3855

Acara ini menghadirkan 3 narasumber:

  1. dr. Eni Gustina, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
  2. dr. Botefilia Budiman, SpOG KFER selaku perwakilan dari Persatuan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)
  3. Andi Prabowo selaku Manager Consumer Helath Mundipharma Indonesia

IMG_3857

Sebagai ibu dari anak perempuan yang saat ini berusia 10 tahun, saya menyimak dan mencatat detil pemaparan yang disampaikan oleh para nara sumber. Fayra sudah memasuki usia anak perempuan yang sebentar lagi akan mengalami menstruasi atau haid sebagai proses normal biologis. Jadi saya merasa harus menjadi orang pertama yang mengajarkan Fayra tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi, meskipun pendidikan tentang seks dan akil baliq juga diajarkan di sekolah juga pengajian Fayra.

Tentang Haid

Haid itu meluruhkan kotoran dari dalam rahim. Jadi bersyukurlah kita sebagai wanita kalau masih merasakan haid, karena artinya rahim kita sedang dibersihkan secara alami.

Haid normal:

  • Terjadi setiap 1x tiap bulan
  • Interval dalam waktu 21-35 hari sampai haid berikutnya
  • Lama setiap haid adalah 3-7 hari
  • Volume darah berkisar 25-60 mL

Hasil riset Burnet Institute tahun 2015 terhadap 1.159 murid perempuan di Indonesia menemukan bahwa:

  • 67% anak perempuan di kota dan 41% anak perempuan di desa, mengganti pembalut setiap 4-8 jam sekali. Sisanya mengganti pembalut kurang dari 2x sehari
  • Hanya 1 dari 2 anak perempuan yang mencuci tangan sesudah dan sebelum mengganti pembalut
  • Hanya 63% responden mengerti mengenai Manajemen Kebersihan Menstruasi, saat haid pertama terjadi. Sebagian lainnya tidak mengerti apa yang harus dilakukan.
  • 1 dari 6 anak perempuan di Indonesia terpaksa tidak masuk sekolah saat haid karena cemas, malu dan takut diejek teman.

‪Mitos haid yang salah:

  • Tidak boleh potong rambut + kuku selama haid
  • Minum soda biar haid keluar lancar
  • Pembalut ditumpuk supaya tidak tembus
  • Tidak boleh melakukan aktifitas fisik selama haid
  • Ada beberapa makanan yang harus dihindari selama haid
  • dan banyak lagi yang lainnya.

Tips saat haid:

  • Tidak perlu sabun vagina
  • Lupakan panty parfume
  • Pakai celana dalam yang terbuat dari bahan katun
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut
  • Ganti pembalut setiap 2-4x sehari
  • Membasuh area intim dari depan ke belakang dan dikeringkan dengan baik

Pada saat haid, jumlah bakteri buruk di daerah intim kewanitaan bertambah karena meningginya tingkat keasaman pH yang terkait dengan darah yang dikeluarkan. Dengan kondisi ini, kemungkinan adanya kontaminasi bakteri dan jamur menjadi semakin tinggi.

Selain jumlah bakteri buruk yang bertambah, saat haid, lendir pembatas di leher rahim menghilang sehingga bakteri yang berada di daerah bagina bawah dan mengakses daerah leher rahim. Karena itu lah, dalam Islam dilarang berhubungan intim ketika wanita sedang haid.

Infeksi pada area kewanitaan yang berulang dapat menyebabkan infeksi panggul, infeksi saluran kencing, infertilitas, kanker serviks, kerusakan sistem imun tubuh, dan infeksi menyeluruh.

Faktanya, 7 dari 10 wanita pernah mengalami keputihan yang disebabkan oleh area kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya. Dan kanker serviks saat ini sudah menjadi penyebab kematian wanita Indonesia no 2, mengalahkan kanker payudara.

Jadi kapan boleh pake Betadine antiseptik kewanitaan?

Saat ada keluhan gatal, perih, iritasi ringan, bau tak sedap dan keputihan.

Kandungan Povidone – lodine dalam Betadine, menjaga flora vagina normal tetap ada saat bekerja menurunkan infeksi hingga batas minimum.

Cara pakai antiseptik kewanitaan:

  • Tuang 1 tutup botol (+ 8ml) Betadine
  • Campur dengan + 1 liter air bersih
  • Basuhkan pada area kewanitaan
  • Diamkan selama + 1 menit
  • Bilas kembali dengan air bersih

IMG_3856

Yuk kita bantu pemerintah untuk share info Manajemen Kebersihan Menstruasi supaya semua orang mengerti tentang haid dan paham bahwa perempuan harus tau cara pakai pembalut yang bersih, berhak memiliki akses ke toilet, air dan sabun untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dan privasi terjaga.

Kita harus membekali diri dengan informasi yang tepat terkait mentruasi dan mampu menjelaskannya pada sang anak, juga perlu memberikan bimbingan kepada anak laki-laki bahwa menstruasi adalah wajar bagi perempuan bukan bahan ejekan.

#MenstruasiBukanTabu

Membantu Anak Mengembangkan Minat dan Bakat

Membantu Anak Mengembangkan Minat dan Bakat

Masih ingat dengan tulisan saya di sini sebelumnya yang berjudul “Menemukan dan Mengembangkan Bakat Anak“?

Ketika kita sudah menemukan bakat anak, ada pertanyaan lain yang menjadi PR lebih besar bagi kita sebagai orangtua yaitu:

Apakah orangtua BERANI untuk mengembangkan bakat anak dengan segala konsekuensinya? Atau malah cuma mengarahkan anak ke profesi yang dianggap AMAN oleh orangtua?

Jleebb banget yaaa.

Alhamdulillah saya memiliki suami yang mempunyai visi misi yang sama dalam membesarkan anak-anak kami. Semampu kami, sekuat tenaga kami … maka kami akan mendukung 110% kegiatan anak yang positif dan sesuai dengan minat bakat mereka.

Langkah yang dilakukan untuk menelusui minat dan bakat anak:

  1. Observasi minat anak
  2. Gali informasi dengan bertanya pada anak
  3. Penuhi kebutuhan anak
  4. Cari mentor
  5. Ajak anak ke lingkungan yang sesuai dengan minat
  6. Cari role model
  7. Selalu SIAGA (siap antar jaga) dengan kegiatan yang mendukung bakatnya

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, kami menemukan bahwa anak kedua kami, FAYRA, memiliki minat di bidang fashion di usianya yang saat itu baru 7 tahun. Kami berhentikan Fayra dari kursus Digital Drawing, tetapi sebagai gantinya kami memasukan Fayra ke sekolah Fashion khusus anak. Dan selama 3 tahun terakhir ini kami fokus untuk mendampingi Fayra dalam mengasah dan mengembangkan minatnya di bidang Fashion.

Bagaimana hasilnya?

  • Coretan Fayra meningkat tajam

IMG_1533

Peningkatan coretan Fayra bisa dilihat pada gambar di atas. Fayra yang sebelumnya hanya corat coret gambar sesuai imajinasi dalam kepalanya, sekarang sudah bisa menuangkan ide tersebut dengan lebih detil lengkap dengan sentuhan Fashion Technical Drawing yang diajarkan di sekolah fashionnya.

  • Rasa percaya diri Fayra semakin meningkat

IMG_3588

Yang tadinya Fayra hanya senang melihat-lihat buku fashion, melakukan doodle di kertas, mengisi rangkain tugas dari buku fashion untuk anak-anak, tahun lalu Fayra sudah mulai membuat design baju untuk dirinya sendiri bahkan untuk dipakai mamanya juga. Yang menakjubkan, beberapa waktu lalu Fayra dengan lantang presentasi koleksi design terbarunya di depan para guru lulusan sekolah fashion ternama di Indonesia.

IMG_3589

Dalam berpakaian pun, Fayra sudah bisa padu padan sesuai dengan gaya yang ia suka. Kalau mulai kehabisan ide, Fayra akan membuka lemari saya. Tidak lama akan terdengar suara dari mulutnya …

maaa, baju yang ini udah gak mama pake lagi kan?

IMG_3599

Kami tidak membatasi Fayra berkreasi dan menyalurkan imaji berbusana, selama masih dalam koridor batas kesopanan dan menutup aurat sesuai dengan syariat Islam.

IMG_3708

Fayra juga percaya diri ketika diberi tugas sebagai Fashion Stylist. Fayra memilih Hana Tajima sebagai fashion icon-nya dan meminta tolong Farah, teman sekolahnya, untuk menjadi modelnya.

  • Fayra bisa membuat beberapa design

IMG_3711

Fayra dengan tekun mengerjakan semua tugas dari sekolah fashionnya, salah satunya membuat rok dengan pacthes dari kain belacu yang digambar sendiri olehnya. Kalau sudah asyik, Fayra suka lupa waktu. Rok ini dikerjakan Fayra sampai jam 11 malam saat libur sekolah.

IMG_3709

Jika sudah mempunyai design, Fayra kerap membujuk saya untuk mengantarkan ke toko kain. Di sana Fayra memilih kain dan sibuk bertanya jenis kain yang dicarinya kepada petugas penjaga toko. Sementara saya hanya duduk dan memperhatikan saja.

IMG_3707

Fayra juga pernah membuat kain sendiri dengan teknik design jumputan atau bahasa kerennya Tie Dye. Fayra melakukan sendiri dari mulai memilih warna, melakukan teknik pewarnaan dengan menggunakan kelereng dan stik es krim yang diikat, mencelupkan kain ke warna, mendesign kain jumputan tersebut sampai mewujudkan pakaian sesuai dengan ukuran badannya.

IMG_3710

Dari hasil menonton film StarWars, Fayra mengambil 2 tokoh yaitu Obi Wan Kenobi dan Princess Leia sebagai inspirasi untuk designnya. Rangkain design ini diberinya nama Easy Going Flow.

  • Fayra dengan bangga memakai hasil designnya

Di usia 10 tahun ini Fayra mulai kesulitan dalam membeli pakaian. Kalau mencari di bagian anak, sudah tidak ada ukuran yang pas di badannya. Kalau mencari di bagian dewasa, pakaian tersebut masih kebesaran di tubuh tanggungnya.

IMG_3705

Karena hal itu maka beberapa coretan Fayra sudah diwujudkan dalam bentuk pakaian yang digunakannya sendiri, dengan membawa kain dan design ke tukang jahit yang tidak jauh dari rumah kami.

Selain lembaran yang saya belikan ketika mengantar Fayra ke toko kain, ada beberapa pakaian yang Fayra buat dengan kain yang diberikan oleh tetangga atau saudara kami. Kebetulan saya suka mengunggah kegiatan Fayra di sosial media, membuat tetangga dan saudara kerap memberikan hadiah berupa lembaran kain untuk Fayra.

  • Fayra membuatkan design serupa untuk mama

Tidak hanya untuk dirinya, Fayra juga suka meminta saya menggunakan pakaian senada ketika berpergian. Makanya kalau membeli kain, Fayra suka meminta lebih karena sengaja mau membuat seragam dengan mama. Dia yang mengatur bentuk dan designnya, saya tinggal pakai saja.

IMG_3698

I think this is the perks of having a designer daughter … saya musti pasrah dijadikan model oleh anak sendiri.

  • Fayra berani menerima order design untuk orang lain

Karena sosial media, beberapa teman bertanya apakah Fayra mau menerima pesanan design. Jujur saya tidak berani asal terima dan semua itu saya kembalikan lagi ke Fayra. Kalau Fayra setuju, maka dia akan langsung asyik menggambar. Tapi kalau lagi males, Fayra juga suka menolaknya. Namanya juga masih anak-anak, Fayra juga kadang moody dalam membuat sketsa.

IMG_3715

Tapi Fayra semangat sekali ketika teman dekatnya, Aifa, meminta design pakaian untuk digunakan saat konser piano di sebuah mall besar. Mungkin karena Fayra paham sekali karakter temannya, lebih mudah untuknya membayangkan design pakaian seperti apa yang cocok untuk Aifa. Bahkan mereka pergi ke toko kain dan ke tukang jahit bersama untuk mewujudkan design tersebut.

IMG_3706

Fayra juga tidak menolak ketika walikelas di sekolah meminta design sebuah rompi yang akan digunakan sebagai seragam untuk mengajar. Tidak hanya 1 tetapi Fayra mewujudkan 2 rompi dan diberikan sebagai hadiah ke walikelasnya.

Saya sebagai mamanya ikut bangga melihat hasil karya anak sendiri digunakan orang lain.

  • Fayra membeli mesin jahit sendiri

Sebenarnya sudah agak lama Fayra meminta mesin jahit. Alasan yang disampaikan, supaya Fayra bisa melanjutkan tugas dari sekolah fashionnya untuk dikerjakan di rumah.

Kebetulan di kantor papanya setiap tahun memberikan uang beasiswa untuk anak-anak karyawan dengan syarat nilai rata-rata 1 tahun di atas 85, atau mendapat ranking 1-2-3 di sekolah. Kakak Fayra pernah mendapatkan beasiswa selama 3 tahun berturut-turut dan uang yang diterimanya dibelikan sepeda, game console dan skateboard. Papanya menjanjikan jika Fayra bisa mendapat beasiswa, maka uang tersebut boleh digunakan untuk membeli mesin jahit sesuai keinginannya.

IMG_3679

Tahun 2016 kemarin Fayra menerima Student Of The Year awards di sekolahnya. Nilai raport tahun itu diajukan ke kantor papanya. Alhamdulillah Fayra lolos seleksi dan berhak menerima beasiswa. Sesuai janji papanya, uang tersebut kami belikan mesin jahit untuk Fayra.

Saat acara Culture Day di sekolahnya bulan April lalu, Fayra menjahit sendiri 12 lembar kain yang akan digunakan sebagai seragam untuk walikelas dan 11 murid perempuan di kelasnya.

  • Fayra bisa menghadiri Fashion Show

Saya pernah menerima undangan Fashion Show di acara Jakarta Fashion Week dari seorang teman yang mengetahui kalau Fayra suka dengan fashion. Sayangnya di undangan tertulis bahwa yang hadir harus berusia di atas 12 tahun. Mungkin ntuk acara pagelaran fashion, panitia fashion show lumayan ketat dengan membatasi usia pengunjung untuk menjaga ketertiban acara. Mungkin karena tempat dibuat gelap, sorot lampu fokus pada peragawati yang menampilkan karya perancang busana ternama, dan musik pengiring yang lumayan keras … khawatir anak-anak kecil belum terbiasa dan suara tangis anak kecil akan sangat menganggu jalannya acara. Dengan sangat kecewa Fayra tidak bisa hadir ke acara tersebut.

IMG_2176

Tahun ini ada tawaran lagi yang datang ke saya. Berbekal pengalaman tahun sebelumnya, saya menanyakan apakah mungkin kali ini Fayra bisa masuk ke acara fashion show mengingat usianya baru beranjak 10 tahun. Alhamdulillah akun instagram Fayra berhasil meyakinkan pihak sponsor bahwa Fayra layak menghadiri acara tersebut. Bahkan pihak Public Relation acara berpesan “kalau sampai Fayra gak boleh masuk sama petugas depan, telpon saya aja

IMG_2173

Fayra dengan khusyuk memperhatikan setiap detil acara. Terlihat sangat menikmati dan beberapa kali melemparkan komentar tentang design dan aksesoris yang digunakan oleh para model mulai dari jilbab sampai sepatu mereka.

Berkat anak kecil ini, saya bisa merasakan duduk di barisan VIP di salah satu show Muslim Fashion Festival. Kalau tidak untuk mendampingi Fayra, mana mungkin saya kepikiran untuk datang ke acara fashion bergengsi seperti ini.

Saya yakin Fayra belajar banyak hal dari acara ini. Sungguh merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk Fayra. Semoga suatu hari nanti saya bisa duduk dan nonton di barisan yang sama yang menampilkan hasil karya Fayra.

  • Fayra terpilih sebagai duta kampanye digital Hari Teknologi Nasional

Seorang teman saya yang bekerja di Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengikuti akun instagram Fayra. Beliau menghubungi saya melalui WA, meminta ijin saya untuk mencalonkan Fayra sebagai salah satu duta kampanye digital yang mengusung tema Kebangkitan Teknologi dalam rangka Hari Teknologi Nasional. Setelah mengirimkan CV yang berisi data diri dan daftar prestasi, Fayra juga melalui proses wawancara.

Alhamdulillah Fayra diberikan kepercayaan untuk menjadi salah satu duta kampanye digital Kemrisdikti di Hari Teknologi Nasional. Saya pun terpana melihat foto Fayra bersanding dengan sederet nama besar yang sangat terkenal di negeri ini.
image

Memiliki anak yang saat itu berusia 9 tahun yang terpilih sebagai duta kampanye #inovasibuatsaya oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, terasa luar biasa bagi saya.

image

Sekai lagi, saya dan suami tidak percaya produk instan, apalagi dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Menyediakan sarana bagi mereka dalam meraih cita-citanya adalah salah satu tugas besar sebagai orangtua.

Kami berharap prestasi dan buah karya Fayra akan terus mengalir hingga membawanya menjadi seorang Fashion Designer sesuai dengan minat dan bakatnya.

Perkembangan Dunia Fashion Fayra

Perkembangan Dunia Fashion Fayra

3 tahun lalu asyik coret-coret buku hadiah dari tante Dessy – Spore … tiap hari, tanpa henti sampai halaman terakhir.

Setahun lalu mulai bikin sketch sendiri, ngerusak dompet mama tiap ke toko kain, dan dengan cerewetnya menjelaskan gambar ke tukang jahit.

Tahun ini sudah belajar Fashion Technical Drawing dan dengan lantang presentasi koleksi terbarunya di depan para guru lulusan sekolah fashion ternama di Indonesia.

IMG_3588

Tahun lalu Fayra meraih gelar Student of the year – 2016 di sekolah, nilai raportnya diajukan ke kantor papa. Alhamdulillah lolos untuk bisa dapat beasiswa.

Uangnya dipakai untuk beli mesin jahit. Biar PR dari sekolah fashionnya bisa dikerjain di rumah. Saat acara Culture Day di sekolah, Fayra yang menjahitkan 12 lembar kain untuk dipakai sebagai seragam murid perempuan di kelas beserta walikelasnya. Mamanya? Cuma nganter belanja kain dan bikinin cemilan aja hehehe.

IMG_3679

Dalam berpakaian pun, Fayra sudah bisa padu padan sesuai dengan gaya yang ia suka. Kalau mulai kehabisan ide, Fayra akan membuka lemari saya. Tidak lama akan ada suara dari mulutnya …

maaa, yang ini udah gak mama pake lagi kan?

IMG_3589

Kami tidak membatasi Fayra berkreasi dan menyalurkan imajinasinya dalam gaya berbusana, selama masih dalam koridor batas kesopanan dan sesuai dengan syariat Islam.

IMG_3599

Semoga beberapa tahun ke depan Fayra bisa melanjutkan pendidikan sesuai dengan minat dan bakatnya. Kami berharap Fayra bisa menjadi Moslem Fashion Designer sesuai dengan keinginannya.

Aamiin ya Mujibassaailiin.

 

 

 

Keep reaching your dream, Sweety!