Browsed by
Category: Fayra Fashion World

Fashion Stylist

Fashion Stylist

Akhir November 2016, Fayra sudah menyelesaikan projek kelas DD4 di sekolah fashionnya.

Berikut saya refresh lagi projek yang sudah Fayra kerjakan:

Kelas DD4, Fayra belajar bagaimana menjadi seorang Fashion Stylist. Tema level ini adalah DRESS YOUR FASHION ICON

Minggu pertama murid dijelaskan arti seorang Fashion Stylist dan bagaimana ia bekerja. Tidak semua orang yang menyukai fashion itu memiliki bakat di bidang design. Ada orang yang suka fashion tapi hanya suka ‘mix n match’ saja, mendandani diri sendiri ataupun orang lain. Nah orang seperti ini lah yang cocok untuk menekuni profesi Fashion Stylist.

Minggu berikutnya murid diajarkan tentang Fashion Icon. Mereka diminta mencari siapa fashion icon yang akan dipilih, menyebutkan 3 kata yang menggambarkan gaya dari orang tsb, menyebutkan barang fashion apa yang menjadi ciri khas orang tsb, dan alasan kenapa murid memilih orang tsb menjadi fashion icon.

IMG_1531

Minggu berikutnya murid diajarkan tentang Body Shape. Mereka diperlihatkan jenis-jenis bentuk tubuh manusia, mencari gaya fashion apa yang cocok untuk masing-masing bentuk tubuh tsb, mengenali bentuk tubuh diri sendiri, dan menyebutkan benda fashion apa yang sekiranya cocok untuk bentuk tubuhnya.

IMG_1532

Setelah mengenali bentuk tubuh sendiri, setiap murid diharapkan bisa mencari gaya busana yang cocok untuk dirinya dengan berpegang prinsip “Know your body, dress your best!

Murid juga diajarkan Dress-up Tips di antaranya:

  • tidak ada tubuh manusia yang sempurna
  • jauhkan perhatian orang lain dari kekurangan tubuh kita
  • fokus dengan apa yang kita punya
  • selalu bersyukur dan belajar untuk mencintai diri sendiri

Setelah memilih Fashion Icon, Mix n Match pakaian yang dimiliki untuk bisa bergaya sesuai dengan Fashion Icon tsb, mencari seorang model yang memiliki bentuk tubuh yang sama dengan diri sendiri, dan mencoba memakaikan busana tsb ke model. Tugas terakhirnya adalah murid melakukan Photoshoot. Salah satu pojok ruang belajar di sekolah fashion ini memang ditata sedemikian untuk menyerupai studio foto. Sekolah mengundang photographer profesional untuk membantu murid dalam sesi foto ini.

IMG_9672

Fayra memilih Hana Tajima sebagai fashion icon-nya dan meminta tolong Farah, teman sekolahnya, untuk menjadi modelnya. Hari itu Fayra bertugas menjadi seorang Fashion Stylist, hasil fotonya nanti akan dibukukan oleh sekolah menjadi bentuk LOOKBOOK.

Well done, sweety!

 

 

 

Ah saya tidak sabar deh mau lihat bukunya nanti.

Fayra’s 2nd Client

Fayra’s 2nd Client

Suatu hari sepulang sekolah, Fayra dengan semangat bercerita di mobil kepada saya “ma, aku dapat order dari Ustad Fathur untuk membuat rompi

Katanya, rompi tersebut akan digunakan sebagai pelengkap baju seragam mengajar di sekolah.

Tidak lama ustad juga mengirim pesan WA ke saya untuk meminta ijin yang sama. Saya sih terserah Fayra aja. Selama anaknya mengerjakan order dengan senang hati, saya tidak akan keberatan. Tapi saya mengingatkan ustad, kalau Fayra masih moody. Apalagi order diterima ketika menjelang Ujian Kenaikan Kelas.

Sabtu sesuai dengan jadwal sekolah fashionnya, Fayra meminta saya untuk tidak buru-buru mengajaknya pulang ke rumah. Ternyata Fayra menghampiri guru pola untuk diskusi cara mengukur badan dalam pembuatan rompi. Semua dicatat dengan seksama dalam bukunya.

Senin Fayra membawa meteran ke sekolah untuk mengukur badan ustad. Fayra juga meminjam salah satu kemeja ustad untuk lebih memastikan ukuran badannya.

Saya diberi tugas oleh Fayra untuk membeli kain dengan 2 warna netral (dark grey + navy).

Beberapa hari setelahnya kami pergi ke tukang jahit bersama. Fayra menjelaskan gambar dan ukuran secara detil ke tukang jahit. Seminggu setelahnya, rompi untuk ustad sudah siap.

image

Karena sudah masuk waktunya libur kenaikan kelas, rompi dikirim melalui kurir JNE.

Fayra dengan bangganya menunjukkan foto ustad yang memakai rompi rancangannya di Instagram.

image

Alhamdulillah … Another great job, Fay!

Inovasi Buat Saya

Inovasi Buat Saya

Minggu lalu seorang teman yang sekarang bekerja di Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menghubungi saya melalui WA. Beliau meminta ijin saya untuk mencalonkan Fayra sebagai salah satu duta kampanye digital yang mengusung tema Kebangkitan Teknologi dalam rangka Hari Teknologi Nasional. Kebetulan Dita ini mengikuti perkembangan Fayra melalui akun instagram @kinantifayra.

Saya pun diminta mengirimkan CV, daftar prestasi dan beberapa foto Fayra dalam ukuran besar (highres). Kemudian beliau mewawancara Fayra melalui WA yang dilakukan ketika saya menjemputnya pulang sekolah. Proses wawancara benar-benar dilakukan oleh Fayra sendiri, karena saya sedang dalam kondisi menyetir mobil.

Sampai di rumah, agak kaget juga saya melihat isi percakapan mereka. Saya kasih lihat ke pak suami, langsung ditanya “itu kamu dikte, ma?

Saya tersenyum sambil menjawab “tanya anaknya sendiri aja

image

Hari ini foto Fayra terdapat dalam akun resmi Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (@ristekdikti). Saya tidak menyangka prosesnya sedemikian cepat. Saya pun terpana melihat foto Fayra bersanding dengan sederet nama besar yang sangat terkenal di negeri ini.

image

Kalau Dita tidak menyebut saya dalam postingan instagramnya, tentu saya tidak tau kalau foto Fayra sudah tayang. Saya sungguh berterima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan Kemenristekdikti kepada Fayra, melalui Dita tentunya.

image

Memiliki anak berusia 9 tahun yang terpilih sebagai duta kampanye #inovasibuatsaya oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, terasa luar biasa bagi saya.

I’m a proud mommy!

Terima kasih telah membanggakan papa mama ya, Fay!

 

*tisu … mana tisu*

 

 

Tie Dye Project

Tie Dye Project

Bulan lalu Fayra baru saja menyelesaikan kelas DD3 di sekolah fashion, dimana proyek yang harus dikerjakan berupa design jumputan atau bahasa kerennya Tie Dye.

Minggu pertama anak-anak dikenalkan dengan jenis-jenis warna dan percampuran antar warna untuk menciptakan warna baru.

Minggu kedua anak-anak mulai praktek teknik celup warna pada media kain yang berukuran kecil.

Minggu ketiga ketika kain sudah mulai kering dan membentuk motif, anak-anak diminta membuat design pakaian untuk manekin. Dibawah ini adalah 3 kain hasil perwarnaan yang dibuat Fayra, juga design manekinnya.

IMG_3791

Minggu ke 4 anak-anak mulai diberikan kain berukuran besar. Mereka diajarkan 2 teknik perwarnaan:

  • menggunakan kelereng yang diikat
  • menggunakan stik eskrim yang diikat

IMG_2995

Minggu ke 5 mereka mulai memilih warna dan mencelup kainnya. Anak-anak diberi kesempatan untuk memilih 2 warna. Mereka benar-benar melakukan segalanya sendiri, dari mulai membasahi kain, memberikan warna sampai menjemurnya.

IMG_2994

3 minggu berikutnya anak-anak mulai menggambar sketsa design di kertas, kemudian mengimplementasikannya pada kain hingga menjadi sebuah pakaian berukuran badan mereka sendiri.

Proses menjahit membutuhkan waktu paling lama. Mereka melakukannya secara bertahap. Dimulai dengan menggunting pola, menjahit jelujur dengan tangan, sampai proses penyelesaian akhir menggunakan mesin jahit.

IMG_2993

Fayra membuat design tunik sederhana berpotongan kelelawar dengan hiasan tali pada bagian pinggangnya. Fayra ingin pakaian ini bisa digunakan sehari-hari dengan bawahan jeans atau rok panjang.

IMG_3180

Minggu terakhir anak-anak diminta mempresentasikan designnya dengan berjalan di atas catwalk yang diletakan ditengah ruangan kelas.

Kalau biasanya saat presentasi anak-anak melakukannya dihadapan murid lain, guru dan para orangtua … kali ini lebih istimewa. Sebuah stasiun TV ternama datang untuk meliput kegiatan anak-anak di sekolah fashion ini.

Karena sebelumnya mereka sudah pernah melakukan fashion show di sebuah mall besar, ketika berhadapan dengan kamera TV mereka sudah tidak canggung lagi.

Well done, kiddos. We’re very proud of you.

Selamat melanjutkan ke kelas DD4 ya, Fay!

Fayra’s First Client

Fayra’s First Client

Salah seorang mama dari anak #mainsore di komplek rumah, mengirimkan pesan di bawah ini:

fayclient1

Kebetulan anak kami, Fayra dan Aifa, memang seumuran. Ukuran badan mereka juga tidak berbeda jauh. Fayra dan Aifa juga sama-sama memutuskan untuk menggunakan jilbab setiap keluar rumah, atas kemauan mereka sendiri sesuai dengan pengetahuan agama Islam yang mereka miliki.

Tentunya kami sebagai orangtua bersyukur, karena perintah agama dijalankan anak-anak tanpa harus kami suruh lagi. Di satu sisi memang menjadi kendala tersendiri, karena mencari pakaian anak perempuan untuk ukuran badan mereka tidak mudah. Di bagian anak-anak, ukuran tersebut tidak muat. Sementara di bagian remaja, ukuran bajunya masih kebesaran.

Melihat kemampuan Fayra dalam bidang fashion semakin meningkat, mama Aifa mengusulkan supaya Fayra buka clothing line dengan target market perempuan muslim berusia 8-12 tahun. Waktu itu saya hanya menanggapi dengan senyum.

Ketika menerima pesan tersebut, saya tidak kuasa untuk menolak. Walau tidak bisa berjanji karena saya juga tidak mau memaksakan Fayra. Ternyata reaksi Fayra sungguh di luar dugaan saya, esoknya saya ceritakan tentang kebutuhan baju Aifa untuk konser pianonya … Fayra langsung mengambil kertas dan mencoretkan spidol dengan hasil seperti pada foto di bawah ini:

fayclient2

Saya pun langsung foto kertas tersebut dan mengirimkannya ke mama Aifa. Alhamdulillah Aifa senang dengan design Fayra.

fayclient3

Hari senin yang bertepatan dengan hari libur Imlek, kami berempat pergi ke salah satu toko kain di kawasan Bintaro. Fayra sendiri yang memilihkan jenis kain untuk Aifa.

Ternyata Aifa suka sekali warna orange, karena itu bagian merah dari gambar Fayra diganti dengan warna orange.

fayclient4

Sepulang dari toko kain, kami langsung menuju tukang jahit di BSD. Fayra yang menjelaskan modelnya ke bapak tukang jahit. 3 hari kemudian, baju untuk Aifa sudah jadi.

Mama Aifa mengirimkan fotonya sebelum mereka berangkat ke konser piano Aifa hari Sabtu pagi.

fayclient5Alhamdulillah Fayra berhasil mendapatkan klien pertamanya. Tidak hanya itu, Fayra berhasil melaksanakan tugasnya sesuai dengan tenggat waktu yang dibutuhkan.

Aifa juga terlihat cantik dalam balutan outer hasil rancangan Fayra. Sayangnya karena bentrok dengan jadwal sekolah fashion Fayra, kami tidak bisa menyaksikan konser piano Aifa di salah satu mall di kawasan Bintaro.

fayclient6Eh kenapa jadi saya yang terharu sik melihat rancangan anak sendiri dipakai oleh orang lain *mata mulai burem*

Good job, my future designer.

For a 9 years old designer, you are amazing!