Browsed by
Category: Jalan-jalan

Perpustakaan Nasional Qatar Yang Bikin Betah

Perpustakaan Nasional Qatar Yang Bikin Betah

Teman-teman di Jakarta lagi senang mengajak anak-anaknya ke Perpustakaan Nasional di Jakarta Pusat. Saya sempat iri melihat foto-foto mereka karena saya belum sempat mengajak anak-anak ke situ sebelum pindah ke Qatar.

Alhamdulillah di Doha juga ada perpusatakaan nasional yang nama resminya Qatar National Library (QNL). Dengan jam operasional sebagai berikut:

  • Sabtu sampai Kamis : jam 8 pagi sampai jam 8 malam
  • Jumat : jam 4 sore sampai jam 8 malam

QNL adalah bagian dari Qatar Foundation untuk bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan pengembangan komunitas.

Perpustakaan nasional ini gueedee banget!

 

Luas bangunannya total 45 ribu meter persegi untuk menyimpan ratusan ribu buku-buku jaman dahulu sampai terkini baik dalam bentuk fisik maupun digital.

Tercatat ada 2.400 manuskrip yang terdiri dari naskah Quran dan hadist, berbagai kaligrafi, maupun naskah yang berkaitan dengan agama Islam lain.

Semua GRATIS dengan mendaftarkan diri secara online dan mengirimkan QID melalui email. Atau bisa juga datang langsung, mengisi form pada meja pendaftaran dan menyerahkan QID untuk dipindai. Setelah itu kita akan diberikan kartu anggota.

Setelah menjadi anggota, kita bisa:

  • Pinjam maksimal 4 buku selama 20 hari
  • Pinjam CD atau DVD maksimal 2 keping selama 7 hari
  • Mengakses lebih dari 500.000 e-books secara online.

Khusus untuk anak dan remaja (siswa) bisa meminjam maksimal 5 buku selama 20 hari.

Dan 2 hari sebelum masa pinjam berakhir, kita akan menerima notifikasi melalui email. Tentunya kita akan dikenakan pinalti jika terlambat mengembalikan buku, atau merusak buku yang dipinjam.

Ruangan perpustakaan anak sendiri menyimpan lebih 100 ribu buku anak. Bagian luar ada tempat bermain anak dengan lantai yang terbuat dari busa empuk. Gak khawatir anak-anak lari dan jatuh, pastinya aman di sini karena petugas pun banyak untuk mengawasi mereka.

Sementara bagian buku remaja (untuk anak di atas usia 12 tahun), tersedia lebih dari 30 ribu buku. Fayra semangat banget melihat buku-buku yang biasanya dijual mahal di Indonesia karena buku ini cetakan luar dalam bahasa Inggris. Kalaupun mau beli … kami biasanya menunggu ada pesta diskon atau Big Bad Wolf tahunan.

Tempat membaca di QNL ada beberapa titik. Dari yang bentuknya meja kursi seperti dalam ruang kelas sekolah, sofa, kotak kayu kecil di sudut lorong lemari buku, kursi beanbag, sampai kursi bulat gantung yang bisa berputar-putar.

Saat membutuhkan buku tertentu, kita bisa datang ke komputer untuk mencari berdasarkan judul atau penulis buku. Nanti ada informasi di lantai berapa, bagian mana, dan lorong berapa buku itu berada. Jika kita mengambil buku, disarankan untuk tidak mengembalikan sendiri ke tempatnya … karena khawatir pengunjung tidak meletakan pada tempat semestinya. Jadi cukup kita letakan di kotak-kotak yang tersedia, nanti petugas yang akan merapihkan kembali semua buku-buku tersebut.

Buku yang sudah kita baca di rumah, saat mengembalikan pun ada tempatnya sendiri. Berupa komputer yang dilengkapi alat pemindai barcode pada bagian belakang buku. Kita cukup memasukan buku satu persatu dengan posisi judul buku di bagian atas, kemudian tunggu sampai buku ditarik masuk dan judul buku yang kita pinjam tampil di layar komputer.

Setelah semua buku yang kita pinjam masuk ke dalam alat ini, kita bisa tekan tombol untuk print lembar tanda bukti buku sudah kita kembalikan (kertas struk).

Mudah kan?

Tidak perlu mendatangi petugas hanya untuk mengembalikan tumpukan buku yang sebelumnya kita pinjam.

Yang makin membuat kita betah di QNL, ada beberapa meja permainan juga layar besar yang berisi beberapa permainan digital.

Tak jarang anak-anak ke sini karena kunjungan dari sekolah, atau mereka datang bersama teman-teman karena harus mengerjakan tugas sekolah yang membutuhkan bahan tulisan dari buku-buku yang tersedia di sini. Ada juga mahasiswa yang datang ke sini untuk menulis tugas akhir kuliah.

Beberapa permainan ini disediakan untuk menghilangkan rasa jenuh pengunjung. Asyik yah.

Selain itu bangunan QNL ini juga memiliki beberapa fasilitas:

  • 6 ruang belajar yang tiap kamar bisa diisi 2 orang
  • 2 ruang belajar grup yang masing-masing bisa menampung sampai dengan 4 orang
  • 3 ruang multimedia untuk presentasi atau rapat yang masing-masing bisa menampung sampai dengan 8 orang
  • Komputer, scanner dan printer yang bisa digunakan pengunjung dan terhubung ke internet
  • Kantin dengan harga minuman dan makanan yang terjangkau
  • Toilet
  • Musholla

Untuk kutu buku dan pelajar, tempat ini surga banget gak sih?

Beberapa acara juga dilakukan di sini, diantaranya:

  • Weaving, belajar dan praktek merajut untuk membuat karpet kecil
  • Stitching, belajar menyulam
  • Introduction to Digital Photography, belajar memotret dengan kamera digital
  • Karaoke Night at Library, disediakan 5 ruangan yang dilengkapi alat karaoke
  • Bedtime Story, kunjungi perpustakaan dalam pakaian tidur dan dengarkan pembacaan buku pada malam hari
  • Public Speaking For Teenage
  • Lego challenge
  • Dan masih banyak kegiatan lainnya

Kuncinya adalah rajin-rajin buka website QNL untuk mengetahui jadwal kegiatan-kegiatan seru tersebut.

Ada tour keliling perpustakaan juga yang dilakukan secara rutin loh. Pemandunya menggunakan bahasa Arab dan Inggris dengan jam tertentu setiap hari.

Ah perpustakaan nasional Qatar ini memang bikin betah. Kalau sudah masuk sini, pasti males pulang deh.

Qatar ID Adalah Kunci

Qatar ID Adalah Kunci

Sebelumnya saya bercerita perjalanan untuk mendapatkan kartu Qatar ID kan yah?

Gak mudah dan penuh drama, tapi alhamdulillah selesai dan bisa didapat dalam waktu 1 bulan pengurusan.

Setelah punya kartu ini, kami tidak perlu repot-repot membawa Passport dan lembar Visa setiap keluar rumah. Setiap orang memiliki kartu ini di dompet kami masing-masing.

Alhamdulillah bisa dibilang kami sudah sah menjadi penduduk Qatar.

Kartu QID ini mulai diterapkan di Qatar per tanggal 15 Juni 2015. Sebelumnya setiap pendatang hanya diberikan stempel / stiker di passport saja. Sekarang sudah berupa kartu dengan barcode di belakangnya.

6A4C5FB7-414C-428E-9F2C-3435914E260B

Kenapa judulnya QATAR ID ADALAH KUNCI?

Karena QID adalah identitas kami sebagai penduduk negara Qatar dan setelah memiliki kartu ini, kami baru bisa memulai kehidupan di sini.

Dengan kartu QID maka kami bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Memiliki kartu karyawan (no QID dihubungkan dgn no Employee ID, jadi sebelum memiliki QID maka karyawan tidak bisa memiliki kartu pengenal di kantor)
  2. Membuka rekening bank
  3. Mengajukan asuransi kesehatan baik milik pemerintah (seperti BPJS di Indonesia) maupun asuransi swasta
  4. Mendaftar kartu telekomunikasi paska bayar
  5. Mendaftar layanan Listrik dan Air (Karahmaa)
  6. Mendaftar sekolah anak
  7. Mendaftar layanan Internet rumah dan Kabel TV
  8. Mendaftar sekolah mengemudi (syarat untuk membuat SIM, nanti saya ceritakan di posting terpisah ya)
  9. Mengajukan Surat Ijin Mengemudi
  10. Mengajukan permohonan Kartu Kredit atau Debit ke bank
  11. Mendaftar anggota perpustakaan dan fasilitas umum pemerintah lainnya.
  12. Setiap keluar masuk Qatar, pemilik QID harus menunjukan fisik kartu ini di bandara Qatar.

Jadi kebayang kan betapa pentingnya QID untuk bisa hidup di Qatar?

Proses pembuatan QID membutuhkan waktu 2 minggu sampai dengan 1 bulan. Diawali dengan datang ke kantor MOI, kemudian tes kesehatan (xray dan darah), lanjut sidik jari, scan telapak tangan dan scan retina mata.

Selama masih dalam proses pengajuin QID, paksuami hanya menggunakan kartu tamu di kantor. Karena Employee ID baru bisa dibuat setelah QID diserahkan ke kantor. Hal ini sempat membuat paksuami agak repot ketika harus kordinasi ke unit kerja lain yang berbeda lantai atau gedung, karena akses masuk di depan pintu ruangan harus menempelkan kartu karyawan.

Setelah memiliki QID dan Employee ID, baru paksuami bisa mengajukan visa keluarga untuk ijin membawa masuk istri dan anak-anaknya ke Qatar.

Sebelum membawa anak-anak ke Qatar, saya lebih dahulu datang untuk mencari rumah dan sekolah. Saat itu saya hanya masuk ke negara ini menggunakan fasilitas bebas Visa bagi orang Indonesia, yang berlaku selama 30 hari tanpa dipungut biaya.

Betapa kecewanya saya datang ke beberapa sekolah, mereka menolak memberikan form pendaftaran karena saya tidak membawa QID anak-anak. Tetapi memang hal tsb merupakan syarat dari Ministry Of Education (Menteri Pendidikan), calon murid yang belum memiliki QID tidak bisa bersekolah di negara ini. Saya akan menceritakan proses pencarian sekolah anak-anak di postingan yang terpisah nanti yah.

Dengan mengetahui sedemikian pentingnya QID bagi kehidupan di Qatar, makanya saya deg-degan banget saat proses pengurusan QID terhambat karena status saya sebagai mantan penderita penyakit TBC. Saya khawatir kalau proses kartu saya membutuhkan waktu yang lama, maka anak-anak pun akan terhambat untuk mendaftar sekolah. Sementara Rafa berpacu dengan sisa waktu 1,5 tahun lagi untuk menyelesaikan pendidikannya sebelum melanjutkan ke jenjang universitas. Alhamdulillah QID bisa ada di tangan kami hanya seminggu sebelum semester 2 sekolah dimulai. Anak-anak hanya terlambat 1 hari untuk memulai sekolah.

Suami pun tidak bisa mengajukan proses asuransi kesehatan keluarga sampai saya dan anak-anak memiliki QID. Saat saya sakit vertigo selama 6 hari, saya bingung mau ke RS karena belum memiliki QID apalagi asuransi kesehatan. Teman-teman menyarankan saya ke klinik swasta terdekat dari rumah dengan membawa passport dan lembaran visa. Tapi kan khawatir juga karena tidak tau dokter dan kualitas klinik tersebut. Akhirnya saya hanya browsing pengobatan vertigo di internet, kemudian datang ke apotik dekat rumah untuk membeli obat yang bisa didapat tanpa resep dokter. Alhamdulillah saya membaik dan sudah bisa beraktivitas lagi sekarang.

Syarat yang dibutuhkan untuk pembuatan QID, diantaranya:

  • Passport lebih dari 6 bulan sebelum masa berlaku habis dan lembar kopinya
  • Visa (visa kerja atau visa keluarga)
  • 2 lembar pasfoto terbaru berukuran 3×4 dengan warna begron biru
  • Kartu golongan darah (bisa didapat dari lab/klinik/RS di Indonesia)
  • Kopi Qatar ID kepala rumahtangga
  • Setiap yang mengajukan, harus hadir secara fisik ke kantor Ministry Of Interior (Menteri Dalam Negeri)

Biaya pembuatan Qatar ID:

  • Untuk pengajuan kartu QID baru atau perpanjang:
    • Membayar QAR 100 saat medical checkup
    • Membayar QAR 500 saat print kartu
  • Untuk penggantian kartu yang hilang, membayar QAR 400

untuk lebih lengkapnya bisa membaca langsung di sini.

Visa berlaku selama 5 tahun dengan sekali masuk ke negara ini, sementara QID memiliki masa berlaku berbeda-beda: ada yang 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun dan 5 tahun. Saat ini keluarga kami memiliki kartu dengan masa berlaku 1 tahun.

Saat mengajukan perpanjangan kartu, kita hanya perlu membawa 2 lembar pasfoto terbaru dan fisik kartu QID ke kantor MOI.

Karena nomor passport kita terhubung dengan QID, maka ketika kita mengganti passport, kita harus melapor ke MOI untuk perubahan data QID.

Jika kita tidak memperpanjang QID yang sudah habis masa berlaku, maka kita hanya memiliki waktu sampai dengan 90 hari untuk transaksi perbankan. Lebih dari itu, kita tidak bisa lagi melakukan transaksi di bank, alias rekening dibekukan.

Setiap keluar dari Qatar, maka pemilik QID harus mengajukan surat EXIT PERMIT. Karena visa kami disponsori oleh kantor suami, maka kantor suami yang akan mengajukan surat tersebut ke MOI. Setelah mendapat persetujuan (approval), baru kami bisa membawa suratnya ke bandara untuk ditujukan ke petugas imigrasi.

Dengan nomor QID yang terhubung ke banyak akses fasilitas negara, tentunya membuat seseorang berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan. Polisi akan dengan mudah meringkus atau membekukan kejahatan karena semua data penduduk terhubung dalam 1 database negara.

Qatar ID adalah kunci … pembuka jalan bagi kami untuk memulai kehidupan di negara ini.

Pengajian Anak Indonesia Di Doha

Pengajian Anak Indonesia Di Doha

Ini adalah gedung Al Fanar, pusat kebudayaan Islam di Doha – Qatar. Terletak di seberang Souk Waqif, pasar tradisional Qatar.

Orang-orang yang ingin mengetahui dan belajar tentang agama Islam lebih dalam, bisa datang langsung ke gedung ini. Banyak juga yang datang untuk membaca syahadat dan memeluk agama Islam di sini.

22D9F467-696B-4773-9112-BBF84F050CE1

Di lantai 3 (untuk perempuan) & 4 (untuk laki-laki) gedung ini lah anak-anak Indonesia diajarkan tentang agama Islam dalam bahasa Indonesia setiap Sabtu pagi mulai dari jam 8 sampai jam 11. Sementara hari dan jam lain digunakan oleh kebangsaan yang berbeda.

Saat anak-anak belajar, disediakan juga kelas pengajian untuk orangtua yang mengantar anaknya.

Di tempat ini juga tersedia kantin, dimana kita berkesempatan jajan aneka masakan Indonesia dari tangan ibu-ibu kece jawara dapur.

Ada beberapa yang buka lapak baju dan jilbab produk lokal Indonesia. Gak khawatir ketinggalan PO dari akun IG ternama. Tapi dengan harga yang sudah dikonversi Qatari Riyal tentunya 😬

BAFA00C4-3D66-44F9-BF82-327057D81D5D

Alhamdulilah anak-anak sudah mulai ikut pengajian KAIFA sejak awal Januari 2018, hanya beberapa hari setelah kedatangan mereka di Qatar.

KAIFA adalah tempat pendidikan Al Quran yg dibentuk oleh rekan-rekan orang Indonesia di Doha.

Lembaga ini dibentuk secara sukarela untuk memberikan tambahan pelajaran agama dan budaya Indonesia kepada anak-anak. Karena sebagian besar anak-anak di Qatar bersekolah di International School yang minim sekali pelajaran agama. Biaya pendaftaran sebesar QAR 50, sementara biaya bulanan sebesar QAR 100 per anak.

Untuk remaja laki (15-18 thn) diberikan coaching / mentoring program, dimana anak-anak ini disiapkan sebagai duta Islam di negara minoritas. Karena tidak banyak anak-anak yang melanjutkan kuliah pulang ke Indonesia. Sebagian besar mereka melanjutkan kuliah di UK, Eropa, Amerika dan Canada.

Jadi remaja laki ini diberikan pemantaban dan pelatihan untuk bisa menjadi Muadzin, Imam sholat, bahkan Khatib (ceramah terutama utk sholat Jumat).

Hal ini yang sangat kami syukuri, karena kalo masih di BSD belum tentu mas Rafa mendapat pendidikan seperti itu kecuali masuk pesantren.

Kita sebagai orangtua tidak kebayang harus menyiapkan anak utk adzan, merangkap menjadi imam dan khatib di waktu yang bersamaan. Padahal itu yang dibutuhkan saat anak tinggal sendiri jauh dari orangtua dan saudara muslim lainnya. Di Indonesia mungkin dirasa tidak penting, karena sedemikian banyaknya ketersediaan muadzin dan imam di masjid-masjid Indonesia.

Semoga mas Rafa dan Fayra bisa mudah beradaptasi, bisa mengikuti pelajaran dan betah tinggal di sini.

Alhamdulillah … Bismillah

Winter Di Qatar

Winter Di Qatar

PakSuami yang sudah pernah merasakan dasyatnya musim panas di Qatar, menyarankan saya dan anak-anak untuk menyusul beliau di akhir Desember 2017 saat cuaca Doha sejuk.

Qatar juga sama seperti negara tetangga lain yang berada di Timur Tengah (kata om Wiki ada sekitar 30 negara di Arab), Qatar juga mempunyai musim dingin bulan Oktober sampai April. Puncak dinginnya ada di bulan Desember sampai Januari.

Tidak seperti beberapa negara tengga yang masih bisa merasakan salju, musim dingin di Qatar hanya DRY WINTER saja. Dingin dengan suhu sekitar 10 sampai 20 celcius, meski matahari di saat siang masih bersinar gonjreng. Tetap wajib menggunakan kacamata hitam siang hari kalau tidak mau mata capek nyureng terus.

FCF27AF3-C40D-4113-911C-60474C95380C

Kami selaku anak tropis, masih mencoba beradaptasi dengan perubahan cuaca ini.

Tidur pakai sweater, kadang kalo suhu drop terpaksa membungkus jari dengan kaos kaki. Habis mandi suka mengoleskan perut dengan minyak kayu putih. Selalu mengingatkan anak-anak untuk rajin mengoleskan pelembab ke tubuh, dan bibir yang paling penting karena gampang kering.

Wudhu sebelum sholat subuh, cukup mengusap kaki dengan air di telapak tangan. Berat kalo harus mengucur air kran langsung ke kaki … dingin banget sis!

7B19928A-BA5A-43DF-BD08-B2690D633CA5

Saya memilih pakai baju tipis berlapis-lapis daripada menggunakan 1 jaket tebal ketika berpergian. Apalagi kalo perginya gak jelas berapa lama. Soalnya kalo keluar rumah pagi saat masih dingin, terus di jalan sampai saat siang suhu meningkat … males nenteng jaket agak berat. Kalo dipake bikin keringetan, kan.

Pernah pergi dari siang cuma pakai kemeja biasa, ternyata harus ke beberapa tempat sampai malam. Suhu drop dari 20an menjadi belasan … saya pun sibuk jalan cepat sambil memasukan tangan ke kantong karena kedinginan.

5AD12D80-0A8C-4AB7-BB5C-50FE1A8067CC

Paling enak pake baju rajutan, gak terlalu berat … tapi cukup bikin badan hangat. Saya cuma punya 2 potong baju rajutan bawa dari Jakarta, itu pun stok jaman sering melakukan perjalanan dinas ke negara dengan 4 musim. Terpaksa sampai sini beli lagi beberapa potong. Kebetulan awal tahun itu musimnya bendera merah tanda diskon bertebaran di semua pusat perbelanjaan.

Hidup emang enak pas-pasan aja, kan? Pas butuh baju, pas di mall lagi musim diskon. Hahaha

B2E3C18E-3F3C-4F14-A437-96BE2595FDF5

Enaknya di musim dingin ini, sepatu boots simpanan saya kalo melakukan perjalanan jauh, bisa dipakai keluar setiap hari tanpa takut merasa norak. Pernah dong sok gaya ke warung dekat rumah jam 7 malam cuma pakai sendal. Aduh itu angin malam menusuk sampe ke jempol kaki deh. Terpaksa saya jalan cepat setengah berlari, supaya cepat sampai rumah. Kapok!

F307EA4C-550B-4182-8180-6EC139D7432D

Saat ke Souq Waqif (pasar tradisional di Doha) di malam hari, saya melihat cowok-cowok pakai gamis tapi dilapis jaket tebal … sementara cewek-ceweknya cuma pakai abaya saja. Ternyata ketika saya ke toko abaya, saya baru tau kalo bahan abaya itu pun bermacam-macam. Ada bahan abaya yang memang khusus untuk dipakai saat musim dingin dengan jenis yang tebal dan hangat di badan. Dan pastinya mereka menggunakan abaya untuk luaran, di dalamnya mereka pakai baju lain yang mungkin juga sudah cukup hangat di badan.

DF9F3727-DED3-4E03-A058-F3B92E55C11F

Kalo winter gini selain kulit yang menjadi sangat kering, tenggorokan itu bawaanya haus melulu. Orang sini biasanya selalu minum teh hangat yang dicampur rempah-rempah (kapulaga, cengkeh, kayumanis, dll) serta susu. Minimal teh panas dicampur daun mint. Enak banget di badan.

9212CB3C-8A52-48BD-8109-6459BE7CBC99

Saat pagi kabut tebal suka menyelimuti dengan suhu antara 10-15 celcius. Jarak pandang gak sampai 1 KM. Tapi menjelang jam 9 pagi, kabut menghilang. Matahari langsung mejeng dengan kecenya. Siang hari langsung panas terik. Begitu matahari menjelang tenggelam sekitar jam 5 sore, udara mulai dingin lagi.

Bikin kagok banget kan?

Musti pinter-pinter banget jaga kondisi badan, biar gak gampang ambruk alias sakit.

Dopping multivitamin dan gak lupa terus olahraga, walo mungkin badan maunya goleran aja di sofa sambil selimutan.

Tidak sedikit teman-teman yang kena Vitamin D Deficiency atau kekurangan vitamin D pada tubuh. Tanda-tandanya itu gampang capek, badan pegal-pegal, mudah ngantuk bahkan ada yang sampai depresi. Penyebabnya karena tubuh kurang kena paparan sinar matahari, asupan makanan yang mengandung vitamin D juga rendah, dan malas olahraga pastinya.

Saat musim dingin gini, gak keluar rumah karena kedinginan. Setiap keluar rumah, kulit yang terkena matahari cuma sedikit karena tertutup baju berlapis. Saat musim panas, malas keluar rumah karena kepanasan.

Kebanyakan ibu-ibu merasa sudah capek mengerjakan pekerjaan domestik di rumah yang menguras tenaga, mengira sudah cukup sebagai pengganti olahraga.

Tapi ternyata itu belum cukup untuk tubuh kita. Harus jaga tubuh dengan menkonsumsi banyak sayuran, buah, ikan, susu dan olahraga pastinya.

301C59A9-E2EA-4D86-9B34-C87956013FD7

Jadi sambil nganterin mas Rafa latihan bola setiap hari Jumat, keluarga kami memanfaatkannya untuk ikut olahraga di sekitar lapangan bola. Biasanya saya cuma jogging 10 putaran lapangan bola saja. Keringetan sesaat, habis itu kering karena ketiup angin dingin.

Kalo olahraga di luar saat musim dingin gini, pakai baju juga harus berlapis. Angin dinginnya yang nyelekit di kulit. Selain melapisi baju olahraga dengan jaket, saya suka pakai rompi biar hangat. Kalo olahraga di apartemen aja sih cukup pakai baju olahraga biasa. Alhamdulillah apartemen menyediakan beberapa alat olahraga di lantai dasar yang bisa digunakan penghuni secara gratis. Lumayan bisa dimanfaatkan untuk bikin badan keringetan.

Begitu lah secuil kisah musim dingin di Qatar. Kalo di tempat kalian lagi musim apa?

Perjalanan Mantan Pasien TBC Mendapatkan Residence Permit Qatar

Perjalanan Mantan Pasien TBC Mendapatkan Residence Permit Qatar

Sejak ada konflik politik dengan negara tetangganya, pemerintah Qatar memberikan bebas visa bagi orang Indonesia yang mau berkunjung sampai dengan maksimal 30 hari.

Saya dan anak-anak yang mau tinggal lebih lama dari itu, menggunakan Family Visa yang berlaku selama 5 tahun untuk sekali masuk ke negara ini. PakSuami yang sudah mendapatkan Residence Permit (kartu Qatar ID), menjadi sponsor visa kami.

Begitu mendarat dan stempel passport di imigrasi bandara Doha, paksuami langsung menerima SMS “istri dan anak2-anak kamu sudah tiba di negara ini. Mereka punya waktu maksimal 7 hari kerja untuk melakukan medical checkup kalau mereka mau tinggal lebih dari 30 hari

Artinya kalo kami tidak melakukan medical checkup dalam waktu 7 hari, maka kami harus keluar dari negara ini di hari ke 31 setelah mendarat.

Medical checkup wajib dilakukan untuk usia >12 tahun. Fayra tidak perlu medcheck, tapi tetap wajib datang ke kantor Medical Commission.

Kalau hasil medcheck bagus, paksuami akan menerima SMS lagi untuk proses berikutnya yaitu sidik jari. Seminggu kemudian biasanya QID sudah bisa kami terima. Dianggap SAH menjadi penduduk negara ini.

Kami tiba di Qatar tanggal 28 Dec 2017, kami pergi ke Medical Commission tanggal 1 Jan 2018 untuk melakukan tes darah dan Xray dada. Fayra hanya menunggu diluar setelah data diri dan foto diserahkan ke petugas. Pintu masuk untuk laki dan perempuan dipisah. Jadi tidak bisa suami mengantar masuk istri, atau ibu mengantar masuk anak laki. Petugas di dalam akan memandu kita, cukup sodorkan form dan lakukan pembayaran sebesar QAR 100 per orang.

Melihat hasil xray saya yang tidak normal, petugas meminta saya kembali ke papan xray dan melakukan foto 6 gaya dari semua sisi (360 derajat).

Malamnya paksuami menerima SMS yg menyatakan hasil medcheck Rafa bagus. Tapi sampai 2 hari kemudian belum ada notifikasi hasil medcheck saya. Deg-degan parah.

C423D949-C57B-4FF4-AEA2-C260AC1A72C6
Tanggal 3 Jan 2018 malam, saya dan paksuami sama-sama menerima SMS dari pemerintahan yang meminta saya datang kembali ke Medical Commission.

Hasil Xray saya sebelumnya:

  • Di foto dada depan, rusuk gak ada 2
  • Di foto belakang, L2-L3 nyambung dan bengkok
  • Di foto agak kebawah, tulang pinggul groak
  • Dan ada TB mark di paru-paru

Di form saya diberikan stempel “abnormal” … kalo kata mas Ragil “being normal is so last year” Hahaha

Tanggal 4 Jan 2018 saya datang ke Medical Commission dan diperiksa dokter, dicek kondisi jahitan 30cm di punggung.

Saya jelaskan riwayat penyakit, saya tunjukkan surat rekomendasi dari dari dokter tulang Indonesia dan rekam medis sebelumnya. Bahkan saya tunjukkan foto-foto Xray sebelum dan sesudah operasi saya tahun 2003-2004.

Perawat bilang dokter mengijinkan saya untuk bisa tinggal di Qatar selama 1 tahun dengan stempel baru di form “Conditional Residence”. Tidak deportasi (dipulangkan ke negara asal) seperti yang saya khawatirkan sebelumnya.

Tapi saya diberikan rekomendasi dan form pengantar untuk ke RS lain untuk pemeriksaan lebih detil lagi.

Kalo nanti diperiksa mereka hasilnya OK … maka RS akan langsung lapor ke kantor imigrasi untuk memberikan status full Residence Permit bagi saya.

Tidak banyak orang yang tahu kalau penyakit TBC itu meninggalkan jejak di paru seumur hidup.

Seperti halnya bekas luka alias koreng di kulit.

Meskipun TBC yang pernah diderita bukan TBC paru (bisa tulang seperti saya, usus, lambung, kulit, otak, darah, dll).

Dalam istilah medis disebut TBC Mark/Scar. Dan ini tidak ada cara apapun untuk menghilangkannya.

Walau pasien sudah mendapat pengobatan sebelumnya dan sembuh secara sempurna, jejak itu tidak akan pernah hilang dari tubuhnya. Katanya ada kemungkinan 10% bahwa penyakit ini bisa kambuh jika mantan pasien tidak menjaga pola hidupnya.

Hal ini menjadi kendala untuk mendapatkan persetujuan Visa atau Residence Permit dari negara adidaya yang sangat khawatir terhadap penyakit TBC.

Beberapa negara secara tegas menolak dengan alasan ‘tidak sehat untuk dijadikan penduduk tetap’, dan langsung memulangkan orang tsb ke negara asalnya (deportasi).

Tapi ada beberapa negara yang memilih untuk memberikan pengobatan jika memang mantan pasien dianggap memiliki gejala penyakit tsb (diduga kambuh).

Tanggal 8 Jan 2018 saya kembali memenuhi panggilan pemerintah Qatar untuk ke RS yang ke 3x nya guna mendapatkan pemeriksaan lebih detil.

Kali ini ke RS Rumailah (salah satu member dari Hamad Medical Corporation),  di gedung Communicable Disease Center di bagian Outpatient. Saya tunjukan form pengantar ke suster yang standby di depan pintu masuk, kemudian barcode pada form tersebut di-scan, dan saya diminta ke bagian pendaftaran untuk menyerahkan form. Setelah itu saya diminta duduk di ruang tunggu wanita. Selanjutnya akan ada perawat lain yang memanggil nama saya dan memandu masuk ke dalam.

Saya diperiksa tinggi dan berat badan, dicek apakah ada gejala TBC (batuk, demam, turun berat badan >5 KG, dll). Lanjut dengan ambil 2 tabung kecil sample darah. Kemudian saya diminta ke ruangan lain yang tertutup rapat untuk menyerahkan air liur dalam tabung kecil. Saya diminta kembali ke ruang tunggu, sejam kemudian diminta masuk lagi untuk menyerahkan air liur dalam tabung kedua.

Terakhir saya diberikan surat pengantar untuk bertemu dokter spesialis minggu berikutnya.

9212CB3C-8A52-48BD-8109-6459BE7CBC99

Tanggal 15 Jan 2017, jam 7 pagi Doha masih berselimut kabut. Jarak pandang tidak lebih dari 1 KM.

Calon penduduknya yang satu ini (tunjuk diri sendiri) berjalan melawan dingin menuju RS yang ke 4x untuk bertemu dengan dokter spesialis.

Sebenarnya negara ini gak ribet kok, semua sistematis dan teratur di Qatar.

Negara menjalankan peraturan ketat seperti itu untuk melindungi warga negaranya dari penyakit menular. Semua intruksi harus ngapain, dimana dan jam berapa, dikirim ke kita melalui SMS. Bahkan malam sebelum tanggal yang dijadwalkan, kita akan menerima SMS reminder. Administrasi terkomputerisasi dengan baik dan alat-alat pemeriksaannya canggih. Kondisi RS seperti yang saya lihat dalam film-film Hollywood.

Jadi saya jalani saja tanpa keluh. Toh semua yang saya jalankan tidak diminta biaya apapun. GRATIS!

Saya hanya berdoa semoga niat baik saya datang ke negara ini untuk mengabdi pada keluarga, menghasilkan keputusan yang baik pula hingga dipercaya untuk menerima QID.

Kalo ternyata diputuskan harus pulang?

Ya sudah mungkin itu yang terbaik dari Allah SWT dan pasti ada rencana lain dariNYA.

Gitu aja saya mah mikirnya.

La hawla wa laa quwwata illa billah

D16EB467-571E-4C03-ADEC-7A0C7A325EF7

Saya diminta menjelaskan pengobatan apa saja yang ditempuh sebelum dan sesudah operasi, obat apa saja yang saya konsumsi. Saya yang masih ingat detil nama-nama obatnya, menyebutkan dengan lancar. Minum obat tanpa putus selama 1,5 tahun membuat saya hafal semua namanya di luar kepala.

Alhamdulillah dokter spesialis yang memeriksa hasil lab (darah + ludah)  dan Xray, menyatakan saya sudah sembuh total dari TBC Tulang, sudah mendapat pengobatan tuntas dan tidak akan menularkan yg lain.

Bahkan dokter ini kagum sama hasil operasi 14 thn lalu yg sedemikian keren, tulang belakang saya tidak pake pen titanium … hanya diganjel 2 rusuk dan sebagian tulang pinggul. Saya pernah dipasang pen titanium sepanjang 14cm selama setahun, tapi dokter terpaksa mencabutnya karena oglek setelah saya membawa ransel ke Eropa hanya 3 bulan setelah pemasangan. Jadi beliau mengganti pen tersebut dengan tulang saya sendiri.

Dokter di RS Rumailah ini heran melihat saya bisa berjalan normal, kaget mendengar saya cerita sudah menyetir mobil  setiap hari selama 4 tahun terakhir dan melakukan jogging 5KM setiap hari. Beliau sampai bertanya di RS mana dulu saya dioperasi dan siapa nama dokternya.

I proudly said “Dr.LG is one of the best spine surgeon in Indonesia

103F0811-B448-4A80-A18F-2A15A08502B1

Allahu akbar … alhamdulillah saya diberikan form untuk kembali ke Medical Commission guna mendapat stempel persetujuan keluarnya Residence Permit. Legaaaa banget!

Saya langsung memberikan kabar baik ini ke Dr. LG yang selama 2 minggu terakhir saya minta bantuannya untuk standby menerima telpon jika pemerintah atau RS di Qatar membutuhkan penjelasan lebih detil dan akurat dari dokter yang menangani pengobatan saya di Indonesia. Beliau ikut lega dan bahagia dengan keluarnya keputusan ini.

Foto di atas saya ambil bulan Juni 2017 ketika saya mengunjungi Dr. LG untuk meminta surat rekomendasi yang menyatakan saya bersih dari TBC, tulang sudah direkonstrukti dengan baik, dan sembuh sempurna. Sekalian pamit ke beliau karena saya akan tinggal jauh dan tidak lapor diri setiap tahun (medical check up) seperti yang biasa saya lakukan selama 13 tahun terakhir.


Alhamdulillah saya sudah menerima SMS:

MC No xxxx.
يرجى من حامل رقم القومسيون أعلاه مراجعة وزارة الداخلية لاستكمال الاجراءات.
The Holder of the above MC No. is kindly requested to go to Ministry of Interior to complete the procedures.

 

Hidup kalo lurus aja kan gak seru yah … macam roller coaster kalo sampe naik turun ditebalik-tebalikin baru asyik dan menantang hehehe.

Setelah Medical Commission selesai investigasi TBC Tulang dan kasih approval, tgl 18 Jan 2018 saya lanjut Finger Print di Ministry of Interior (kantor Kementrian Dalam Negeri Qatar).

Awalnya lancar tuh 9 jari, eh terakhirnya ini jempol kiri gak mau kedeteksi. Padahal sudah menjalankan tips dari mba @zenobiasatriano untuk rajin-rajin oles vaseline petroleum jell beberapa hari sebelum sidik jari dan pagi sebelumnya gak nyuci piring biar kulit jari gak kering.

Hal yang lumrah sih kalo harus balik lagi untuk mengulang sidik jari. Malah ada teman yang cerita kalo dirinya bolak balik sidik jari sampe 10x! .

Alhamdulillah tgl 25 Jan 2018 balik lagi untuk sidik jari, lancar jaya dalam waktu 15 menit. Antrian cuma 4 orang sebelum saya, tapi proses scanning jari saya makan waktu lebih lama dari orang lain. Sampai berulang-ulang pakai antiseptik tangan dan lotion baru terdeteksi semua. Lanjut dengan scan retina mata dan telapak tangan. Setelah itu saya boleh pulang.

Beberapa hari kemudian paksuami menerima SMS yang menyatakan hasil sidik jari saya sudah OK dan bisa datang ke kantor Imigrasi untuk pengambilan kartu Qatar ID. Wuiiihh lega banget.

Saaahh deh jadi penduduk Qatar terhitung akhir Jan 2018. Bismillah …