Browsed by
Category: Merantau Di Doha

Jogging Di Aspire Park

Jogging Di Aspire Park

Tanggal 12 Februari merupakan Hari Olahraga Nasional di Qatar (Sport Day), seluruh pekerja dan siswa libur semua.

Beberapa perusahaan besar membuat acara di taman-taman yang biasanya menjadi tempat favorit penduduk Qatar untuk berolahraga. Beberapa klub olahraga menawarkan potongan harga jika kita mendaftar pada tanggal ini. Ada juga perusahaan telekomunikasi yang mengganti jumlah langkah yang tercatat pada aplikasi olahraga di henpon kita hari itu menjadi paket data. Misalnya kita mencapai 10 ribu langkah, maka kita akan diberikan paket data 1GB secara cuma-cuma. Menarik yah?

Kebiasaan saya untuk jogging masih terus berlanjut. Kalau musim panas, biasanya saya cuma jogging di treadmill dalam ruangan gym di lantai dasar apartemen. Kalau musim dingin, saya menikmatinya dengan jogging di luar rumah.

Salah satu tempat jogging yang asyik di Doha menurut saya adalah di ASPIRE PARK. Sebelumnya saya sudah pernah cerita tentang taman ini di sini kan yah. Kali ini saya ingin menceritakannya dari sisi yang berbeda.

Di dalam Aspire Park ada peta jogging track yang bisa kita temui hampir di setiap 500 meter. Dalam papan besar ini berisi informasi beberapa jogging track yang digambarkan dalam warna berbeda. Setiap warna dijelaskan berapa jaraknya, berapa langkah yang bisa kita tempuh, berapa waktu yang dibutuhkan, sampai berapa kalori yang terbakar. Di setiap persimpangan jogging track, ada tanda panah yang menunjukkan arah kemana kita harus melanjutkan langkah.

Biasanya saya mengambil jogging track paling luar yang berwarna abu-abu. Jarak 1 putarannya sekitar 3 KM. Untuk mencapai target harian saya yang cuma 5 KM, biasanya saya menambah ke jogging track warna merah yang putarannya lebih kecil.

Setiap jogging di sini baik pagi maupun petang, kita bisa bertemu dengan beraneka ragam manusia dengan segala penampilannya. Qatar yang 80% penduduknya merupakan pendatang, bisa kita lihat dengan jelas di taman ini.

Kita bisa melihat segala rupa manusia dengan berbagai jenis warna kulit, bermacam-macam warna rambut, aneka postur tubuh dengan segala macam bahasa yang mereka ucapkan dengan sesamanya.

Untuk penduduk lokalnya, mereka tetap berolahraga menggunakan pakaian sehari-hari yaitu abaya untuk perempuan dan thoub (gamis putih) untuk laki-laki. Saat pakaian mereka tersingkap angin, kita bisa melihat kalau mereka tetap menggunakan celana training dan sepatu olahraga seperti pada umumnya.

Jangan tanya saya apakah tidak ribet jogging menggunakan gamis panjang seperti itu … karena saya belum pernah mencobanya.

Mungkin sama rasanya dengan jogging menggunakan daster kali ya?

Taman Aspire ini sangat bersih dan terawat. Hampir tidak ada sampah secuil pun di dalamnya. Tempat sampah bisa kita temui di hampir setiap 500 meter. Di bawah rerumputan sudah disiapkan selang yang memancarkan air pada waktu-waktu tertentu. Untuk area yang tidak terjangkau oleh selang otomatis, ada petugas yang keliling dengan mobil tangki kecil untuk menyiram secara manual. Belum lagi puluhan tukang sapu dan tukang gunting rumput yang tersebar di seluruh area.

Jogging track di Aspire Park tidak hanya jalan mendatar. Ada kawasan yang dibuat seperti bukit kecil. Kalau kita ambil jalur berwarna abu, kita akan melewati bukit ini dengan jogging track yang berupa tanjakan dan turunan. Lumayan bikin ngos-ngosan loh. Tapi akan terbayar lunas saat kita sampai di puncak bukit kecilnya, karena kita bisa menikmati pemandangan taman secara keseluruhan dari atas sana.

Fasilitas di dalam taman ini super duper lengkap deh.

Playground untuk anak-anak aja tersedia lebih dari 2 titik, begitu pun untuk alat-alat olahraga statis nya. Toiletnya sangat bersih dan selalu dijaga petugas.

Danau di tengah taman pun dilengkapi dengan angsa yang suka berkeliaran di sekitarnya atau asyik berenang anggun di dalam danau.

Aspire park ini bersebelahan dengan Kidzania dan arena tempat bermain Go-Kart.

Musholla untuk laki dan perempuan dibuat dalam bangunan yang terpisah. Selain tempat wudhu, musholla juga dilengkapi dengan bilik toilet. Terhampar rumput lembut dari plastik di halaman musholla. Jadi batas suci bisa terlihat jelas dengan perbedaan warna rumputnya. Karena saat musim dingin, taman ini biasa digunakan untuk piknik. Begitu masuk waktu sholat, jamaah akan membludak sampai ke halaman. Orang sini tidak menggunakan sajadah saat sholat, mereka langsung merapatkan barisan karena bisa dipastikan hamparan rumput di halaman musholla sangat terjaga kebersihannya.

Penduduk yang memiliki hewan peliharaan, tidak bisa membawa hewan dengan bebas ke taman-taman umum. Karena tidak semua taman diperbolehkan untuk binatang peliharaan. Jadi kalau mau bawa anjing jalan, harus cek dulu taman mana yang diperbolehkan untuk membawa hewan.

Seringnya sih saya jogging di sini sendirian saat anak-anak sekolah.

Kebetulan di depan taman ada sebuah mall besar yang suka menjadi tempat janjian anak-anak dengan teman mereka. Saat anak-anak janjian dengan temannya di dalam mall, saya menghabiskan waktu dengan jogging sore di sini. Daripada buang uang karena tergoda bendera merah yang berkibar dengan tulisan SALE di dalam mall, mending saya buang keringat dan membakar lemak aja kan yah?

Beberapa kali saya pernah janjian jogging bareng teman. Kami pernah juga melakukan PICNICRUN, jogging santai sebelum gelar tikar piknik dan menikmati cemilan.

Sebelum jogging, tas yang berisi minuman dan makanan kami letakkan di salah satu bangku taman. Kemudian kami tinggal jogging beberapa putaran. Alhamdulillah meski ditinggal hampir sejam, barang bawaan kami masih tergeletak aman di bangku taman. Gak ada yang berani mencolek ataupun mengambilnya. Coba kalo kita melakukan hal ini di Monas, balik lagi masih ada gak tasnya? Hehehe

Yang menarik dari taman ini, saya melihat banyak bangku putih di beberapa titik dalam Aspire Park. Dari samping ada logo ikon elektronik. Ketika lihat diatasnya, ternyata bangku ini merupakan Solar Panel yang menkonversi cahaya sinar matahari menjadi listrik. Ada kabel yang ditutup paving kuning di sebelahnya dan terhubung ke kios kecil ataupun vending machine. Jadi kios minuman yang membutuhkan listrik untuk menjalankan blender, bisa mengambil listrik dari situ. Begitu pun vending machine yang menjual aneka minuman dan jajanan dalam kemasan, mengambil listrik juga dari bangku Solar Panel. Untuk lampu taman, mengambil listrik dari Solar Panel besar di dekat danau. Waahh cerdas banget ya!

Insya Allah akan saya ceritakan tempat jogging favorit saya yang lainnya di Doha.

Ditunggu yaaaa …

Tidak Ada Parkiran Motor Di Qatar

Tidak Ada Parkiran Motor Di Qatar

Setahun tinggal di Qatar, saya belum pernah melihat area khusus untuk parkir kendaraan beroda dua.

Memang jumlah kendaraan roda dua di Qatar sangat sedikit. Jangankan sepeda, motor pun jarang kita lihat berkeliaran di jalan raya. Dengan struktur daratan negara gurun yang didominasi pasir, pastinya tidak mudah mengendalikan kendaraan roda dua. Meski sekarang pembangunan negara sudah sedemikian pesat dan seluruh jalan raya sudah menggunakan aspal yang mulus … jumlah motor dan sepeda juga tidak meningkat secara tajam.

Faktor cuaca juga menjadi salah penyebabnya sih. Siapa coba yang mau naik motor dibawah terik matahari dengan suhu mencapai 50 celcius saat musim panas. Belum lagi kalau badai pasir datang menghampiri. Biasanya motor baru mulai berkeliaran ketika musim dingin datang dengan suhu di bawah 20 celcius (bulan Desember – Februari). Kalau suhu masih 30an celcius, orang sini masih malas mengeluarkan motornya. Ketika mereka lewat … suaranya menggelegar di jalan, karena memang kebanyakan motor dengan kapasitas mesin yang besar di atas seribu cc.

Tidak seperti di Indonesia yang parkiran motornya selalu penuh dengan barisan shaf sangat rapat bagai sholat hari raya, di Qatar semua motor diparkir di tempat parkiran mobil. Ya karena memang tidak ada area khusus untuk parkir motor di tempat umum, terlalu sedikit jumlahnya hingga dirasa tidak harus dibuatkan khusus.

Kejadian ini suka mengecoh ketika kita cari parkir mobil, dari jauh melihat ada rongga lowong … ternyata ketika mendekat ada seonggok motor di situ. Hahahaha

Gak cuma di tempat parkir tertutup, di pinggir jalan raya pun motor parkir di tempat yang sama dengan mobil. Dan tetap mengambil jatah luas yang sama.

Di sini gak ada tuh yang berusaha mepet-mepet jatah parkiran.

Photo credit : om Dody

Harga motor di Qatar sebenarnya tidak mahal, kalau dibanding dengan harga di Indonesia sih ya. Lihat saja foto di atas, kebetulan om Dody main ke sebuah showroom untuk melihat harganya.

Motor dengan kapasitas mesin 1000cc ke atas yang di Indonesia dijual dengan harga 500 juta bahkan sampai ada yang lebih dari 1 miliar rupiah …. di Qatar bisa didapat dengan harga kurang dari 1/2nya saja. Contohnya motor bekas dengan merk Ducati 1200cc tipe S Stripe produksi tahun 2015, dijual di Qatar dengan harga QAR 33,000 atau sekitar 130 juta rupiah. Harga pasaran di Amerika sendiri masih sekitar $12,000 … ini cuma $9,000 saja.

Photo credit : om Dody

Karena cuma digunakan saat musim dingin yang paling lama 3 bulan, selebihnya motor diabaikan di parkiran sampai berselimutkan debu tebal.

Suka miris aku tuh melihatnya … pingin bawa pulang rasanya.

Dengan harga motor yang gak terlalu mahal, para restoran yang biasanya menggunakan mobil untuk jasa pesan antar (delivery service) … sekarang mulai menggunakan motor.

Talabat, jasa pengantar titip beli makanan seperti halnya Go-Food di Indonesia, juga muai menggunakan motor. Bedanya di sini gak pake motor bebek, tapi menggunakan motor gede nan kece.

Apakah ini pertanda bisnis ojek online juga akan segera tersedia di Qatar? Kita lihat nanti ya … Hahahaha

Aduuh kangen naik motor deh jadinya.

Kirim Uang Dari Qatar Ke Indonesia

Kirim Uang Dari Qatar Ke Indonesia

Di zaman teknologi sudah berkembang pesat sedemikian rupa, jasa keuangan juga sudah semakin canggih. Sehingga untuk proses pengiriman uang antara negara pun sudah bukan merupakan sebuah masalah berarti.

Ada beberapa pilihan jasa pengiriman uang dari Qatar ke Indonesia, antara lain:

  1. BNI Remittance
  2. Mandiri Remittance
  3. BCA Remittance
  4. Western Union
  5. Internet Banking (e-banking)

Proses pengiriman uang REMITTANCE sebagai berikut:

  • Kita mendaftarkan diri dengan menunjukkan QID/Passport.
  • Mengisi form data diri : nama sesuai passport, no handphone, pekerjaan, nama perusahaan yang menjadi sponsor visa kerja, lokasi kantor, dll.
  • Mendaftarkan data rekening tujuan di Indonesia : nama bank, nomor rekening, nama pemilik rekening.
  • Uang dalam bentuk QAR akan langsung dikonversi menjadi IDR. Tetapi ada beberapa bank yang mengkonversi QAR menjadi USD dulu, baru kemudian dikonversi lagi USD menjadi IDR.
  • Total Rupiah tersebut akan dipotong 30ribu jika nomor rekening tujuan kita ada di bank yang sama, atau dipotong 45ribu jika nomor rekening tujuan di Indonesia ada di bank yang berbeda.
  • Jadi saat kirim uang, kita bisa langsung mengetahui berapa rupiah yang akan masuk di rekening tujuan di Indonesia.
  • Uang akan masuk ke rekening tujuan dalam waktu beberapa jam atau bisa juga beberapa hari kemudian.

Untuk pengiriman uang selanjutnya, kita hanya tunjukkan QID dan serahkan uang … maka petugas akan langsung memproses sesuai data yang sudah pernah terdaftar. Kecuali kalau kita mau kirim uang ke tujuan yang berbeda di Indonesia, maka kita harus mengisi data rekening tujuan yang baru.

Berikut contoh bukti kirim uang:

Proses pengiriman uang menggunakan WESTERN UNION tidak memerlukan data rekening bank tujuan, melainkan cukup memberikan nama penerima sesuai KTP saja. Saat pengambilan uang, penerima tinggal menunjukkan KTP dan nomor resi ke petugas Western Union di cabang terdekat (hampir setiap Kantor Pos Indonesia dan bank ada loket Western Union).

Pak Suami belum pernah mencoba layanan e-banking di Qatar untuk mengirim uang ke Indonesia. Beberapa orang temannya selalu melakukan e-banking karena sudah memiliki rekening dollar di Indonesia. Saya kurang paham apakah memang untuk layanan e-banking ini hanya bisa ditujukan ke rekening dollar atau bisa juga ke rekening biasa (rupiah). Dan saya juga tidak tau biaya pengiriman uang yang dikenakan dan proses konversi mata uangnya bagaimana.

Lokasi pengiriman uang dari Qatar ke Indonesia ada di tempat-tempat berikut:

  • Gulf Exchange
  • Al Fardan Exchange
  • City Exchange

Selain di Doha, katanya sih kota lain di Qatar juga ada tempat-tempat untuk mengirim uang. Gulf Exchange sendiri memiliki beberapa cabang di Qatar.

Suami saya lebih suka ke Gulf Exchange yang gedungnya ada di daerah Bank Street, dekat Terminal Bus Doha. Kebetulan setiap Sabtu kami mengantar anak-anak ke gedung Al Fanar untuk mengikuti pengajian anak Indonesia (Kaifa). Saat menunggu anak-anak mengaji, kami bisa jalan kaki ke Gulf Exchange untuk kirim uang dan mampir ke Supermarket Indonesia (Qatindo) untuk belanja kebutuhan dapur yang tidak bisa saya temukan di supermarket lain. Gak rutin setiap bulan sih, seadanya uang yang mau dikirim aja. Bisa 2-3 bulan sekali.

Selain karena faktor lokasi, di Gulf Exchange ini petugasnya juga orang Indonesia. Jadi lebih enak komunikasinya kalau ada pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut.

Semoga bermanfaat ya!

Katara Cultural Village

Katara Cultural Village

Di Qatar, tanggal 25 Desember dan 1 Januari bukan hari libur seperti halnya di negara lain. Tetapi karena bertepatan dengan winter holiday anak sekolah (20 Dec – 5 Jan) dan suami menghabiskan cuti yang tidak bisa carry-over ke tahun berikutnya (kalo gak diambil akan hangus), kami menghabiskan waktu bersama untuk menjelajah Qatar. Playing Tourist kalo bahasa anak sekarang sih.

Salah satu tempat yang kami kunjungi yaitu Katara Cultural Village, yang lokasinya hanya 13 KM dari rumah dengan waktu tempuh kurang dari 20 menit. Lebih tepatnya di antara Westbay dan The Pearl.

Sudah 2x kami kesini, tetapi selalu saja belum puas karena tempat ini masih dalam tahap pembangunan dan selalu saja ada yang baru. Sudah dibuka untuk umum sejak tahun 2010 dan seluruh pembangunan ditargetkan akan selesai di tahun 2021 .

KATARA adalah sebutan bagi negara Qatar di abad ke 18. Nama tersebut digunakan lagi untuk menjunjung tinggi nilai warisan para leluhur dan untuk menghormati posisi terhormat Qatar sejak awal sejarah negara ini berdiri.

Photo Credit : @KataraQatar

Kenapa disebut Cultural Village?

Karena Katara dibangun sebagai pusat kebudayaan yang multidimensi. Tempat ini diharapkan menjadi pusat dimana pengunjung bisa merasakan berbagai kebudayaan dunia. Di sini terdapat beberapa kantor komunitas Qatari antara lain: Qatar Fine Art Society, Visual Art Centre, Qatar Photographic Society, Childhood Cultural Centre, Qatari Society for Engineers, Theatre Society, Brooq Magazine, Doha Film Institute dan Qatar Music Academy.

Dalam kawasan Katara terdapat:

  • Beberapa aula konser
  • Beberapa ruang pameran seni
  • Beberapa ruang teater
  • Opera House
  • Amphitheater
  • Youth Hobby Center
  • Arab Postal Museum
  • Hotel and Beach Club
  • Planetarium
  • Berbagai restoran
  • Pusat perbelanjaan (masih dalam pembangunan)
  • Masjid
  • Berbagai fasilitas seperti toilet, ATM dan perpustakaan
  • Taman dan pantai

Bentuk bangunan di dalam area Katara tidak ada yang biasa. Semua bangunan bentuknya berbeda satu sama lain. Kawasan ini mempertemukan semua bentuk kesenian baik dari seni pertunjukan, literatur, seni visual, musik sampai berbagai konvensi seni.

Hampir setiap hari disajikan berbagai pertunjukan kesenian di sini. Tapi yang paling meriah tentunya menjelang akhir tahun dimana bertepatan dengan Hari Nasional Qatar dan libur sekolah pada musim dingin. Gak kebayang kalo harus jalan-jalan di kawasan ini saat musim panas yang suhunya bisa mencapai 50°C.

Di dalam kawasan ini terdapat 2 masjid:

  1. The Big Masjid dimana diselenggarakan sholat Jumat
  2. Golden Masjid dimana kita bisa sholat 5 waktu seperti biasa

Dua kali kami ke sini, hanya merasakan sholat di GOLDEN MASJID. Karena memang belum pernah ke sini Jumat siang sih. Seperti masjid lain di Qatar, karpet tebal nan harum sudah pasti kita temui di dalamnya. Design masjid ini sangat indah di setiap detilnya.

Tempat wudhu berada di bangunan yang terpisah dari masjid dan menjadi kesatuan dengan toilet tentunya. Karena orang sini terbiasa sholat tepat waktu, maka begitu adzan berkumandang jamaah akan memadati masjid hingga untuk rukuk dan sujud saja membutuhkan kelenturan badan karena keterbatasan tempat. 20 menit kemudian kita baru bisa sholat dengan leluasa karena jumlah jamaah mulai berkurang.

Photo Credit : @KataraQatar

Di sebelah masjid terdapat PIGEON TOWER. Bangunan yang berbentuk silinder ini menjadi ikon ciri khas Qatar. Biasanya memiliki ukuran diameter 10-22 meter dengan tinggi 18 meter atau bahkan lebih. Dibangun dari batu bata yang terbuat dari lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gipsum.

Benteng silinder ini menjadi tempat berkumpulnya burung merpati yang banyak sekali kami temui di Qatar. Lubang-lubang sengaja dibuat sesuai ukuran tubuh merpati, sehingga burung besar yang menjadi predatornya seperti burung elang, gagak dan burung hantu tidak akan bisa masuk ke dalam.

Photo Credit : Google

Kenapa pemerintah Qatar membuat banyak Pigeon Tower dengan berbagai ukuran?

Karena burung merpati membawa semacam simbol status dan sangat dihormati dalam Islam. Pada jaman dahulu burung merpati juga digunakan sebagai pengantar pesan dengan kertas yang diikat pada kakinya.

Gedung berbentuk kado ini adalah CHILDREN’S MALL, salah satu projek yang masih dalam tahap pembangunan di Katara Cultural Village.

Children’s Mall ini akan disambungkan ke gedung yang ada di belakangnya, yaitu Katara Plaza, pusat perbelanjaan di dalam kompek Katara.

Gak cuma bentuk bangunannya yang unik, tapi Children’s Mall ini nantinya bertujuan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak dari mulai pakaian, mainan, peralatan sekolah, cemilan anak, salon anak, parfum khusus anak, kerajinan tangan, aksesoris anak, aneka hiburan sampai pendidikan.

Di dalam bangunan ini akan diselenggarakan banyak kegiatan anak-anak yang seru, interaktif dan mendidik. Junior Lab dan Robotic Lab merupakan bagian yang akan ada di dalamnya.

Gak sabar deh nunggu tempat ini dibuka.

Owh iya … kami juga menemukan banyak sekali kotak yang menyerupai Phone Booth (kotak telepon umum jaman dulu) bertuliskan FREE BOOKS. Rupaya ini merupakan perpustakaan gratisan dimana pengunjung bisa menyumbang dan menaruh buku yang sudah tidak dibaca di rumah dan bisa mengambil buku yang ingin dibaca yang terdapat dalam kotak ini. Kejujuran menjadi pondasi dasar perpustakaan tentunya.

Kawasan Katara juga memiliki taman loh!

Gak tanggung-tanggung … luasnya 32.700 meter persegi yang dipenuhi lebih dari 200an jenis tanaman.

Bentuknya dibuat berbukit-bukit dengan rumput yang cukup tebal. Dari atas bukit ini kita bisa memandang seluruh kawasan Katara sampai ke laut di depannya. Indah banget!

Karena musim dingin orang-orang biasa piknik, kali ini Katara juga menyiapkan puluhan tenda dengan ornamen detil sesuai ciri khas Qatar. Setiap tenda dilengkapi dengan kursi majelis, meja, karpet, bantal-bantal sampai ada hiasan dinding juga. Pokoknya kita tinggal bawa makanan sendiri aja. Atau kalo gak mau repot, bisa beli makanan di berbagai restoran yang ada di kawasan ini sih.

Bangunan yang paling besar ada di kawasan ini adalah AMPHITHEATER. Bentuknya merupakan perpaduan antara teater Yunani klasik dengan ornamen-ornamen Islam. Selesai dibangun tahun 2008, tetapi baru dibuka untuk umum tahun 2011. Dengan luas bangunan 3.275 meter persegi, amphitheater ini bisa menampung sampai dengan 5 ribu penonton.

Photo Credit : Katara

Sebenarnya periode tanggal 18 Oktober 2018 sampai 9 Maret 2019 di Katara sedang diselenggarakan festival seni dengan tema “Cultural Diversity“. Ada 18 negara yang berpartisipasi dalam acara yang berlangsung setiap jam 7:30 sampai 9:30 malam, yaitu India, Oman, China, Ghana, Macedonia, Mexico, Turkey, Spain, Czech Republic, Iran, Kazakhstan, Singapore, Bulgaria, Morocco, Serbia, Sri Lanka, Bosnia dan Russia.

3 foto kanan milik @KataraQatar

Sayangnya anak-anak salah kostum hari itu. Mereka pakai sweater, tetapi kurang cukup tebal untuk menahan angin laut yang mulai dingin. Kebetulan suhu beberapa hari ini sekitar 16-18°C. Mereka tidak sanggup menonton acara yang dimulai jam 8 malam dalam ruangan terbuka menghadap ke laut.

Insya Allah kami akan balik lagi ke Katara di awal Januari 2019 untuk mengunjungi PLANETARIUM yang kemarin saat kami kesana masih ditutup. Ternyata pertunjukan di planetarium tidak ada setiap hari. Dan pertunjukan yang berbahasa Inggris juga hanya diselengarakan 2-3x dalam sebulan. Sayangnya informasi belum disajikan secara lengkap di website Katara. Jadi harus tanya ke petugas di dalam dan mencatat baik-baik untuk kunjungan berikutnya.

Insya Allah saya update lagi setelah balik ke Katara, ya!

Sebelum lupa … KATARA BISA DIKUNJUNGI SECARA GRATIS termasuk planetariumnya.

Ini salah satu keuntungan #merantaudidoha … banyak fasilitas gratis yang bisa kami nikmati di Qatar.

Liburan dan akhir pekan tidak harus dihabiskan di pusat perbelanjaan. Di Qatar, mall jadi gak menarik lagi … kecuali kalau bendera merah bertuliskan SALE mulai berkibar! Hahahaha

Keluarga Dimanja Qatar

Keluarga Dimanja Qatar

Sejak ditemukannya minyak dan gas bumi, Qatar mendadak menjadi negara kaya raya. Padahal sebelumnya penghasilan penduduk negeri ini kebanyakan dari nelayan dan ternak mutiara. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), pendapatan per kapita negara sudah mencapai lebih dari US$100,000.

Dengan pendapatan tersebut, Qatar menjadi negara yang sangat ‘meRAJAkan’ penduduknya. Setiap Qatari yang lahir, sudah mendapat jaminan dari pemerintah untuk asuransi, rumah dan pendidikan. Mereka bebas mau sekolah ke belahan dunia manapun karena biaya dan uang sakunya ditanggung oleh pemerintah. Begitu selesai SMA, berapapun nilai yang mereka peroleh, tetap diterima di universitas negeri yang tersedia di Qatar. Begitu lulus, pemerintah pun menjamin mereka untuk bekerja di bidang apapun sesuai minatnya. Kalau mereka menikah sesama Qatari, maka pemerintah akan memberikan rumah beserta pembantu dan supir. Untuk laki-laki, mereka diijinkan memiliki maksimal 4 orang istri.

Beda banget sama kita yang beli motor bebek aja boleh nyicil ya. Mereka mah gak kenal KPR. Hahaha

Pemerintah Qatar juga bisa dibilang meMANJAkan para pendatang yang mendominasi lebih dari 70% total penduduk. Setahun tinggal di sini, kami bisa menikmati berbagai museum tanpa tiket masuk, aneka hiburan gratisan (Fireworks, Airshow, Lightshow, dll), perpustakaan mewah tanpa ada biaya pinjam buku, masjid yang dilengkapi dengan karbet tebal nan harum dengan AC yang dingin, berbagai fasilitas umum yang bersih dan terawat, juga asuransi kesehatan yang murah dengan peralatan RS yang canggih.

Kadar manja yang diberikan, berbeda antara penduduk yang sudah berkeluarga dan yang masih sendiri (single). Seperti antrian saat saya mendaftar Hamad Card, selain dipisahkan antara antrian pria dan wanita …. ternyata sampai di dalam ruangan masih dipisah lagi antrian untuk yang berkeluarga dan yang belum menikah. Teman saya sempat nyeletuk “wah gw sebagai jomblo merasa terdiskriminasi nih“, ketika dia harus masuk ke loket yang berbeda.

Saya menemukan beberapa SIGNAGE yang menunjukan betapa KELUARGA DIMANJA di Qatar, diantaranya:

  • KURSI TUNGGU

Kita bisa menjumpai kursi bertuliskan FAMILY SEATING di berbagai ruang publik seperti bandara, lembaga pemerintah, rumah sakit, dll. Biasanya setiap 4 kursi diberi batas sebuah meja.

Jika saya pergi tanpa suami, saya memilih duduk di bagian ini kalau memang tidak ada ruang tunggu khusus wanita. Karena biasanya yang paling banyak duduk di kursi ini adalah ibu dan anak-anak.

  • TOILET

Toilet untuk pria dan wanita sudah pasti dipisah, bahkan lokasi keduanya kadang juga cukup jauh. Tidak seperti di Indonesia yang biasanya pintu toilet pria dan wanita bersebelahan.

Selain itu di Qatar juga ada plang toilet untuk keluarga. Ukuran toilet ini jauh lebih besar dari bilik toilet biasa, karena dilengkapi dengan besi untuk pegangan bagi orangtua atau penyandang keterbatasan diri, ditambah meja untuk mengganti pakaian bayi. Jadi untuk bapak yang sedang pergi berdua dengan putri kecilnya (atau ibu dengan putranya), gak perlu bingung harus membawa anaknya ke toilet pria atau wanita … cukup masuk ke toilet keluarga saja.

  • TEMPAT PARKIR

Tanda parkir untuk kendaraan yang membawa keluarga ini saya dapatkan ketika ke Ikea beberapa waktu lalu. Kebetulan saya kesana bersama ibu-ibu lain yang membawa bayi dan balita.

Enaknya slot parkir untuk kendaraan keluarga ini biasanya tidak jauh dari pintu masuk.

  • TEMPAT MAKAN

Kalau restoran dengan nama yang sudah terkenal di dunia, misalnya ayam goreng tepung atau burger yang semua orang tau itu, ruang makan mereka standar sih. Gak ada sekat atau ruang khusus untuk keluarga.

Tetapi kalo kita datang ke restoran makanan timur tengah, biasanya mereka memiliki ruangan tertutup untuk keluarga. Tidak tertutup rapat yang dindingnya sampai menyentuh langit-langit bangunan … tapi pembatas ruangnya cukup tinggi yang setidaknya saat kita duduk di dalam ruangan, tidak terlalu terlihat oleh orang yang lalu lalang di luar ruangan.


Owh iya … mobil di Qatar tidak bisa sembarangan menambah kegelapan kaca film seperti yang bisa kita lakukan di Indonesia, tinggal datang ke bengkel atau toko onderdil mobil terdekat. Kita bahkan bisa pasang kaca film dengan kegelapan 80%.

Sementara standar kegelapan kaca mobil di Qatar hanya 20%.

Jika kita mau pasang yang lebih gelap, kita harus minta surat pengantar dari kantor kepolisian. Yang diijinkan hanya mobil keluarga milik pribadi. Jika kita sudah menikah dan memiliki keluarga di Indonesia, tapi terdaftar tinggal di negara ini sebagai Single … maka kita tidak bisa mengajukan ijin menggelapkan kaca mobil.

Yang boleh dibuat lebih gelap pun hanya kaca bagian samping belakang saja. Sementara kaca bagian setir dan sebelahnya, harus tetap terang. Begitu pun kaca paling depan dan paling belakang harus tetap terang. Saat datang ke kantor polisi, mobil kita juga harus lulus tes fisik sebelum mereka menerbitkan surat ijin bikin gelap kaca.


Yang kami rasakan kemewahan sebagai keluarga yaitu saat acara Qatar National Day beberapa hari lalu. Jadi saat kami jalan kaki dari arah Souq Waqif ke daerah Corniche, taman di seberang penuh dengan kaum lelaki. Awalnya kami mengira bahwa mereka tertahan tidak bisa menyebrang ke arah Corniche karena jalanan sudah ditutup oleh polisi.

Ternyata yang boleh menyebrang hanya rombongan keluarga!

Anak-anak kami yang sudah remaja dan memiliki badan dewasa, kami minta untuk jalan bergandengan. Khawatir kalau mereka sedikit jauh dari kami, polisi akan mengira mereka jalan sendiri tanpa keluarga sehingga mereka bisa tertahan di taman yang sama.

Begitu juga ketika pulangnya kami menyebrang lewat lorong bawah jalan raya, yang boleh naik lift hanya keluarga!

Sementara para bujangan diminta naik tangga atau eskalator saja.

Rombongan keluarga boleh lewat jalur cepat, sementara para bujangan diminta melalui jalur lain yang agak sedikit memutar. Lebih jauh jalan kakinya.


Tuh … keluarga dimanja kan di Qatar.

Jadi gimana mblo, apa gak pingin cepat berkeluarga jadinya?