Browsed by
Category: Merantau Di Doha

Dokumen Untuk Tinggal Di Qatar

Dokumen Untuk Tinggal Di Qatar

Gak nyangka ternyata blog ini masih ada yang baca, terutama mereka yang mencari tau tentang kehidupan di Qatar dan sedang persiapan untuk mengadu nasib di negara ini seperti kami. Setelah membaca, kebanyakan mereka menghubungi saya melalui DM Instagram untuk bertanya lebih lanjut. Dan pertanyaan yang paling banyak diajukan selain tentang sekolah anak adalah PERSIAPAN DOKUMEN UNTUK TINGGAL DI QATAR.

Daripada bolak balik menjawab pertanyaan yang sama, jadi keknya akan lebih enak kalo saya share di sini aja ya. Biar terdokumentasi dengan lebih rapih.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi mengurus dokumen suami periode Juli – September 2017.

Bagi PEKERJA, sesuai dengan persyaratan dokumen yang dibutuhkan oleh Kedutaan Besar Qatar di Jakarta adalah:

  1. IJASAH dalam bahasa Inggris dan Indonesia
  2. TRANSKRIP NILAI dalam bahasa Inggris dan Indonesia
  3. SURAT KETERANGAN DARI KAMPUS dalam bahasa Inggris yang memuat informasi seperti yang disebutkan pada cuplikan email di atas. Saya sarankan untuk cek ke Qatar Embassy mengenai bentuk format Surat Keterangan yang ditentukan mereka. Karena format ini bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Pemerintah Qatar memberikan ijin bagi Pekerja, BOLEH MEMBAWA KELUARGA dengan syarat GAJI YANG DITERIMA DI QATAR LEBIH DARI 10 RIBU RIYAL per bulan. Tentunya atas ijin perusahaan sebagai sponsor visa bagi pekerja. Tidak hanya istri dan anak-anak, pekerja juga boleh membawa Ibu jika ada surat keterangan bahwa Ibu tinggal sendiri di Indonesia (tidak ada keluarga yang mengurus/menemani di Indonesia, sehingga diajak untuk tinggal bersama di Qatar).

Biasanya setelah nego gaji selesai, pihak SDM perusahaan akan mengirimkan email seperti contoh berikut:

Dokumen yang dibutuhkan bagi Pekerja dan Keluarga untuk tinggal di Qatar adalah:

  1. IJASAH dalam bahasa Inggris dan Indonesia
  2. TRANSKRIP NILAI dalam bahasa Inggris dan Indonesia
  3. SURAT KETERANGAN DARI KAMPUS dalam bahasa Inggris
  4. SURAT PENGALAMAN KERJA dari perusahaan sebelumnya dalam bahasa Inggris
  5. PASFOTO ukuran foto paspor:
    • Seluruh anggota keluarga
    • Setiap orang buat 2 foto tampak 80% wajah dan sedikit pundak dengan warna latar putih dan biru
    • Sebaiknya cetak yang banyak di Indonesia, karena setiba di Qatar juga dibutuhkan pasfoto untuk urusan administrasi macam-macam
    • Keluarga saya sih cetak versi 3×4 dan 4×6 masing-masing 20 lembar untuk jaga-jaga stok, karena begitu sampai Qatar tidak mudah mencari tempat cetak foto.
  6. BUKU NIKAH atau AKTE NIKAH dalam bahasa Inggris
  7. AKTE LAHIR ANAK dalam bahasa Inggris

SEMUA DOKUMEN TERSEBUT (kecuali pasfoto) HARUS DILEGALISIR OLEH QATAR EMBASSY di JAKARTA. Walaupun yang dibutuhkan di Qatar hanya dokumen yang berbahasa Inggris saja. Qatar Embassy meminta dokumen dalam bahasa Indonesia untuk verifikasi dan mencocokan dengan versi yang bahasa Inggrisnya.

Setelah mengumpulkan dokumen tersebut dan menerima Akte Lahir anak versi bahasa Inggris dari penerjemah tersumpah, dengan polosnya kami pergi ke kantor Qatar Embassy. Apa yang terjadi? Tentu saja kami DITOLAK … karena:

  • Qatar Embassy di Jakarta akan legalisir, setelah dokumen dilegalisir oleh Kementrian Luar Negeri Indonesia.
  • KEMENLU akan legalisir, setelah dokumen dilegalisir oleh Kementrian Hukum Dan HAM Indonesia.
  • KEMENHUKUMHAM akan legalisir, setelah dokumen dilegalisir:
    • Buku Nikah dilegalisir oleh Kementrian Agama yang mana sebelumnya harus dilegalisir juga oleh Kantor Urusan Agama (KUA) yang menerbitkan buku nikah tsb alias di area kita melakukan Akad Nikah!
    • Ijasah, Transkrip Nilai dan Surat Keterangan kampus dalam bahasa Indonesia dan Inggris harus dilegalisir oleh pejabat tertinggi di Fakultas Universitas tempat kita kuliah.
    • Bagi yang kuliah di Universitas Swasta, maka 3 dokumen tsb pun harus dilegalisir oleh Kementrian Riset Dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI).

Subhanallah …. lemes gak sih!

Akhirnya saya URUS MUNDUR … saya mulai dari potokopi buku nikah yang sudah diterbitkan dalam 2 bahasa (Indonesia dan Inggris) menjadi 2 halaman karena buku nikah kan kecil tuh.

Cek dulu buku nikahnya, kalau masih tertulis dalam bahasa Indonesia saja artinya harus dibuat versi bahasa Inggris dari Penerjemah Tersumpah dulu ya.

Halaman pertama pastikan ada tempat di bagian bawah untuk tandatangan dan stempel dari KUA.

Halaman kedua pastikan ada tempat untuk legalisir dari kementrian dan embassy.

Contoh seperti foto di bawah ini:

Qatar Embassy tidak menerima legalisir dalam bentuk tambahan kertas yang ditempel di bagian belakang buku nikah (format tambahan kertas ini biasanya diminta embassy negara Eropa).

Untuk KEMENAG, kita bisa datang kantor Kementrian Agama yang lokasinya di Jl. Thamrin No. 6  lantai 7. Posisi di sebrang Sarinah – Bank Indonesia, agak jalan dikit 50 meter lah. Sebaiknya datang sebelum jam 9 pagi.

Masuk ke lobi di lantai 7, kita akan melihat banner yang berisi syarat dokumen seperti foto di bawah ini:

Dokumen yang harus diserahkan ke petugas KEMENAG:

  1. Isi form tujuan kita legalisir yang disediakan petugas.
  2. Buku nikah asli suami – istri (buku marun dan hijau harus kumplit).
  3. Fotocopy buku nikah yang sudah dilegalisir oleh KUA 3 rangkap

Kita cukup menunggu 10-20 menit sampai petugas membawa keluar dokumen yang sudah dilegalisir. TIDAK ADA BIAYA DI KEMENAG alias GRATIS.

Dari kantor KEMENAG, saya langsung naik ojek ke Kantor KEMENHUKUMHAM.

Update dari teman yang baru mengurus dokumen bulan April 2018, Kantor bagian Legalisir HUKUMHAM sudah pindah ke gedung CIK di daerah Cikini. Bukan di sebrang Pasar Festival lagi.

Untuk permohonan legalisir, tidak perlu datang. Bisa dilakukan secara online melalui website AHU:

http://panduan.ahu.go.id/doku.php?id=permohonan_legalisasi

Buat dokumen kita dalam bentuk file PDF atau JPEG, kemudian diunggah ke website AHU tsb. Jika kita submit dokumen pagi ini, maka besok pagi kita bisa datang ke kantor AHU untuk mengambil STIKER LEGALISIR yang kemudian kita tempel sendiri ke dokumen.

Dokumen yang harus diserahkan ke petugas KEMENHUKUMHAM saat pengambilan stiker:

  1. Bukti Transaksi
  2. Bukti Bayar PNBP dari bank BNI, biaya 25 ribu per lembar
  3. Dokumen asli yang dilegalisir

Untuk permohonan legalisir di KEMENLU ternyata sekarang juga tidak perlu datang. Bisa dilakukan secara online melalui aplikasi LEGALISASI DOKUMEN:

https://www.kemlu.go.id/Documents/Manual%20Legalisasi%20Online.pdf

Buat dokumen kita yang sudah ditempel stiker KEMENHUKUMHAM dalam bentuk file PDF atau JPEG, kemudian diunggah ke aplikasi LEGALISASI DOKUMEN. Setelah mendapat kode verifikasi dan disuruh bayar, kita bisa melakukan pembayaran melalui Bank Mandiri. Upload bukti pembayaran  ke aplikasi. Tunggu pembayaran diverifikasi, sampai dapat notifikasi kapan kita bisa ambil stiker.

Katanya jika kita submit dokumen pagi ini, maka besok pagi kita bisa datang ke kantor KEMENLU di Jl. Pejambon No. 6 Jakarta Pusat (Gerbang Kemenlu kedua, di depan KPUD DKI JKT mengarah Stasiun Gambir) untuk mengambil STIKER LEGALISIR yang kemudian kita tempel sendiri ke dokumen.

Dokumen yang harus diserahkan dalam map warna KUNING ke petugas KEMENLU saat pengambilan stiker:

  1. Bukti Transaksi
  2. Bukti Bayar  dari bank Mandiri, biaya 25 ribu per lembar
  3. Dokumen asli yang dilegalisir

Alhamdulillah ya, makin mudah dan jauh lebih cepat. Tahun 2017 saya harus menunggu 3 hari kerja, baru bisa ambil dokumen. Submit dokumen Senin pagi, baru bisa diambil Kamis siang. Sekarang hanya jeda sehari dari submit dokumen, sudah bisa diambil keesokan hari.

Kalau sudah lengkap semua, kita bisa datang ke kantor Qatar Embassy di daerah Mega Kuningan. Bilang aja sama satpam kalo kita mau legalisir dokumen. Satpam akan panggil petugas keluar untuk mengecek dokumen kita. Kalau sudah OK, kita akan disuruh membawa kertas pengantar ke bank QNB yang letaknya di ruko persis sebrang kantor embassy.

Agak kaget juga dengan perubahan biaya legalisir dokumen di Qatar Embassy. Kebetulan saya cek ke beberapa teman yang sudah lebih dahulu tinggal di Qatar.

  • Tahun 2014, teman saya membayar 25 ribu per lembar
  • Tahun 2015, dikenakan biaya 75 ribu per lembar
  • Tahun 2016, dikenakan biaya 150 ribu per lembar
  • Tahun 2017, KAMI HARUS MEMBAYAR 500 ribu per lembar!

TIPS LEGALISASI DOKUMEN:

Hati-hati saat membuat surat keterangan dari kampus ya, karena ini yang biasanya menjadi batu sandungan dan mendapat penolakan di Embassy. Salah satu kata aja (seperti kesalahan tulis FULL TIME STUDENT, yang harusnya ditulis REGULER STUDENT), kita harus balik ke kampus untuk membuat surat itu dan kembali legalisir ke beberapa kementrian seperti sebelumnya. Pastikan semua format dan kata yang ditulis PERSIS seperti contoh yang biasanya ditempel di kaca loket pos satpam di kantor Embassy.

Saat proses pengurusan dokumen, seluruh biaya yang dikeluarkan menjadi KEWAJIBAN PEKERJA. Sementara kantor hanya akan menanggung biaya tiket ke Qatar dan pengurusan dokumen di sana.

JADI HABIS BERAPA BIAYA PENGURUSAN DOKUMEN?

Berikut dokumen yang harus dilegalisir:

  1. Ijasah dalam bahasa Indonesia (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  2. Ijasah dalam bahasa Inggris (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  3. Transkrip nilai dalam bahasa Indonesia (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  4. Transkrip nilai dalam bahasa Inggris (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  5. Surat keterangan kampus dalam bahasa Inggris (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  6. Buku Nikah
  7. Akte Lahir anak (dikali 2 orang anak)

Total ada 15 dokumen, dengan biaya:

  • PENERJEMAH TERSUMPAH untuk akte lahir : 2 halaman x 150 ribu = 300 ribu
  • KAMPUS untuk legalisir dan surat keterangan : 15 lembar x 20 ribu = 300 ribu
  • KEMENAG : gratis
  • KEMENHUKUMHAM : 18 x 25 ribu = 450 ribu
  • KEMENLU : 18 x 25 ribu = 450 ribu
  • EMBASSY : 15 x 500 ribu = 6,5 juta

Biaya penerjemah tersumpah dihitung per HALAMAN. Jadi buku nikah yang kecil itu, kalau diterjemahkan tetap kena biaya 4 halaman (dari bagian foto sampai informasi mas kawin).

Dan saya pernah ditolak Embassy sekali karena salah kata di surat keterangan kampus, akibatnya biaya legalisir surat keterangan kampus di kementrian di kali 2 karena harus legalisir ulang surat revisinya. Walau yang salah hanya 1 atau 2 lembar dokumen, maka Embassy akan mengembalikan SELURUH SET dokumen kita. Sistem approval di Embassy itu 1 paket dokumen atas 1 nama (dokumen akte lahir anak tercatat atas 1 nama pemilik ijasah dan buku nikah).

Saya juga pernah ditolak KEMENHUKUMHAM karena PEJABAT yang tandangan legalisir di salah satu universitas ternyata posisinya kurang tinggi, sehingga nama beliau tidak ditemukan dalam LIST SPESIMEN KEMENHUKUMHAM. Kalau tidak mau membuat ulang legalisir ke kampus, maka saya harus mencari notaris yang ditunjuk oleh KEMENHUKUMHAM untuk legalisir surat tersebut (tidak bisa sembarang notaris). Daripada saya harus ke Bandung lagi, akhirnya saya meminta bantuan notaris dengan biaya legalisir 150 ribu per lembar dikali 3 dokumen.

Biaya yang saya tulis di atas hanya biaya resmi, belum termasuk materai, map, fotokopi dan transportasi mondar-mandir ke beberapa instansi tersebut.

Belum lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan semua tandatangan di bawah ini. Selain tahun lalu proses pengurusan dokumen belum online, masih memakan waktu 3 hari kerja per 1 departemen … kendala saat Pejabat yang mau tandatangan tidak ada, juga membuat proses lebih lama lagi. Proses tandatangan di salah satu kampus memakan waktu lebih dari 3 minggu, karena bapak Dekan harus operasi dan dirawat di Rumah Sakit hampir 10 hari. Sementara dekan di universitas yang lain sedang menghadiri workshop di luar kota. Waspada spare waktu untuk kejadian tidak terduga seperti ini ya.

Karena itu saya sarankan bagi yang sudah tandatangan kontrak kerja dengan perusahaan di Qatar, sebaiknya mulai menyicil proses legalisasi dokumen secara bertahap. Kadang proses rekrutmen berjalan cepat dan perusahaan meminta kita mulai kerja lebih awal, padahal urusan administrasi tidak sebentar.

Begitu mendarat di Qatar dan masuk kerja, cukup 1 set dokumen berbahasa Inggris yang sudah dilegalisir oleh Qatar Embassy yang harus kita serahkan ke kantor (dokumen dalam bahasa Indonesia menjadi arsip kita). Karena akan dilanjutkan dengan proses legalisir di Ministry of Foreign Affair oleh departemen terkait di perusahaan. Dokumen ini juga yang nantinya akan digunakan untuk mengurus visa sponsor bagi anggota keluarga yang dibawa.

Owh iya … dokumen-dokumen tersebut JANGAN DILAMINATING yaaa. Siapa tau kita membutuhkan stempel atau tandatangan dari pihak lain ke depannya. Simpan dalam map yang dilapisi plastik saja supaya lebih aman.

Begitulah perjalanan saya mengurus dokumen suami demi ikhtiar menjemput rejeki di luar negeri dengan menjadi TKI.

Total waktu 3 bulan dengan biaya kurang lebih 10 juta.

Dan berat badan saya berkurang 4 kilo tentunya. Sigh.

Semoga penjabaran yang saya tuliskan ini bermanfaat untuk pembaca yang ingin mengadu nasib dan merantau di Doha juga.

Rafa Kuliah Di Mana?

Rafa Kuliah Di Mana?

Kalau di Indonesia, pertanyaan “Mau kuliah di mana?” biasanya diajukan ketika seorang anak sudah naik kelas 3 SMA.

Begitu kami hidup di Qatar, anak-anak yang bersekolah di British atau American School sudah mempersiapkan diri 2 tahun sebelum kuliah. Selain merancang nilai raport yang diusahakan nilai meningkat setiap semester (grafik meningkat selama di SMA), mengambil International Standard Test (seperti TOEFL, IELTS, IGCSE, A-Levels, SAT) dan mereka juga mempersiapkan essay (dengan tema “kenapa saya mau kuliah di kampus X untuk jurusan Z“).

Rafa pindah sekolah ke Qatar saat menjalani tahun ke 2 SMA (kelas 11 masuk semester 2). Dia hanya punya waktu 1 tahun untuk mempersiapkan diri seperti anak-anak lain di sini. TOEFL sudah diambil di Jakarta saat mudik lebaran. IELTS akan ditempuh bulan ini. SAT akan diambil bulan Maret nanti. Alhamdulillah nilai raport sudah dijaga dan terus menanjak grafiknya. Tinggal menyusun essay aja yang belum sempat dikerjakan. Karena di kelas akhir HighSchool (Senior Class), banyak tugas-tugas harian juga yang musti dilakukan yang bentuknya sering berupa research (laporan ditulis dalam bentuk essay sekian ratus kata) atau presentasi.

Kalo di Indonesia paling sibuk bimbel tiap pulang sekolah nih. Di sini gak umum tuh anak SMA ambil bimbel atau guru privat sepulang sekolah. Yang namanya belajar ya di sekolah aja. Sisa waktunya belajar sendiri di rumah.

Ketika kami tanya “kamu mau kuliah di mana, mas?

Anaknya menjawab “kek nya aku pingin pulang dan kuliah di Indonesia aja deh

Keputusannya bulat, mau kuliah jurusan Arsitektur.

Beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menawarkan beberapa progam internasional untuk anak Indonesia di Luar Negeri, di antaranya:

  • UI

  • ITB

  • UGM

Syarat kuliah Program Internasional:

  • IBT TOEFL min score 61 atau IELTS min score 5.5
  • General SAT 
  • Nilai raport 5 semester atau 3 tahun terakhir

Sayangnya jurusan yang diminati Rafa belum ada program internasionalnya.

Ikut SBMPTN dong?

GAK BISA, karena syarat ikut SBMPTN itu minimal harus 5 semester menempuh SMA di Indonesia. Sementara Rafa cuma sempat merasakan 3 semester di Indonesia.

Ingin tahu biaya kuliah per semester di Indonesia tahun 2018?

Tabel tersebut dibuat oleh salah satu lembaga keuangan yang menawarkan produk asuransi pendidikan. Karena tabel ini merupakan literasi keuangan, sudah pasti ditampilkan biaya paling mahal atau biaya rata-rata yang ada di beberapa kampus. Dan tentunya biaya kuliah bisa beragam tergantung jurusan juga jalur masuk yang ditempuh.

Melihat biaya kuliah program internasional di PTN dan kuliah reguler di universitas swasta Indonesia yang sudah cukup mahal … untuk informasi aja nih … uang masuk Arsitek UnPar Bdg tahun 2018 sudah 146jt. Sementara biaya per semester 30jt. Biaya ini sama dengan biaya kuliah universitas bergengsi di negara tetangga. Akhirnya sebagai alternatif, sekarang kami mulai melirik universitas di negara lain yang biayanya tidak jauh beda dengan universitas swasta di Indonesia.

Seorang teman yang baru pulang liburan dari Amerika dan kebetulan ikut program “MIT open house” mengirimkan foto biaya masuk universitas tsb melalui WA ke suami saya:

Mari kita hitung kursnya:

Biaya ini adalah biaya kuliah per TAHUN.

Mereka menawarkan beasiswa, tapi tidak ada yang diskon 100%. Tetap ada biaya yang harus kita siapkan sekitar 15-30 ribu USD per tahunnya.

Kami sempat mengunjungi beberapa pameran pendidikan di Qatar, saya share hasilnya siapa tau ada yang butuh informasinya.

Pendidikan Amerika:

  • Biaya pendidikan per tahun rata-rata $20-55 ribu
  • Biaya hidup per tahun rata-rata $10-15 ribu
  • Total dana yang dibutuhkan sekitar $35-70 ribu per tahun

Pendidikan Malaysia:

  • Biaya pendidikan per tahun rata-rata $3.500 – 6 ribu
  • Biaya hidup per tahun rata-rata $5-8 ribu
  • Total dana yang dibutuhkan sekitar $8-14 ribu per tahun

Sekali lagi musti saya tekankan biaya pendidikan tentunya tergantung jurusan dan kampus pemerintah atau swasta ya.

Sementara untuk biaya hidup itu sudah termasuk penginapan (kos, asrama kampus atau sharing apartment), makan, ongkos transportasi, buku, dll. Biaya ini akan sangat tergantung dari GAYA HIDUP SISWA tentunya. Akan lebih irit kalau siswa bisa masak sendiri, nyambi kerja paruh waktu, rajin nongkrong di perpustakaan daripada beli buku, dll.

Pendidikan di Malaysia mirip dengan Eropa, programnya 1 + 3 tahun.

Jadi ada 1 tahun Foundation atau yang biasa disebut Pre-Uni / Pre-College, bisa di-skip kalau anak menempuh SMA di British Curriculum School sampai year 13 juga memiliki nilai IGCSE A-Levels.

Indonesia dan Amerika menganut SMA sampai kelas 12, jadi wajib ambil 1 tahun foundation kalau mau kuliah di negara-negara tsb.

Kemudian lanjut jejang universitas selama 3 tahun.

Biaya pendidikan di Eropa dan Canada tidak jauh beda dengan Amerika. Kebetulan beberapa kampus dari Inggris sudah datang ke sekolah Rafa untuk presentasi program mereka ke murid-murid SMA.

Sebenarnya kami sudah mempersiapkan tabungan pendidikan yang insya Allah cukup untuk bayar kuliah Rafa di Indonesia. Cuma kami lagi deg-degan kalau Rafa diterima kuliah di negara mahal. Hehehe.

Kami mengIMANi matematika Allah SWT yang tidak ada yang bisa menandingi jika DIA sudah berkehendak.

Toh kami belok ikhtiar menjemput rezeki ke negeri gurun ini juga bagian dari menjalani salah satu skenario Allah SWT. Kami yakin insya Allah, ada rencana lain yang sudah disiapkanNYA. Kami hanya tinggal memantaskan diri dengan berusaha dan berdoa.

Dari 8 macam rezeki yang tertulis di atas, tinggal kencengin aja ikhtiarnya. Insya Allah sudah dijaminNYA. Gak usah takut!

Justru yang gak dijamin Allah SWT itu surgaNYA.

Ini yang bikin takut.

PERWIQA Jalan Pagi Bersama

PERWIQA Jalan Pagi Bersama

Meski udara pagi ini berkabut… iya di gurun saat musim dingin memang suka berkabut dengan suhu 19-21 Celcius, Perkumpulan Wanita Indonesia di Qatar (PERWIQ) tetap berkumpul untuk jalan pagi bersama di Aspire Park dalam rangka Dirgahayu #DWPKBRI yang ke 19 tahun.

Acara ini terbuka untuk semua wanita Indonesia di Qatar secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Undangannya sudah disebar melalui whatsapps beberapa minggu sebelumnya.


Sempat merasa salah kostum melihat yang lain menggunakan pakaian bernuansa Merah-Putih. Saya yakin tidak membaca ada ketentuan DressCode di undangan yang disebar, jadi lumayan kaget juga. Ternyata ini semacam kebanggaan tersendiri aja kalo ada acara yang melibatkan KBRI atau perkumpulan orang-orang Indonesia, biasanya yang datang akan menggunakan pakaian bernuansa Merah-Putih atau Batik. Karena hari ini berkumpulnya untuk olahraga, aneh aja kalau pakai batik kan ya … jadi mereka pakai baju olahraga yang ada sentuhan 2 warna tersebut.

Catatan untuk saya pribadi yang gak punya kerudung warna putih … besok lagi meski pakai baju bernuansa hitam (warna yang mendominasi sampai 80% isi lemari), kayaknya akan saya berikan sentuhan merah di kerudung aja.

Ya abis gimana, sis.

Baju putih polos cuma punya kaos manset untuk daleman aja.

Mukena putih pun sudah gak punya.

Hahahahaha


Acara hari ini dimulai dengan jalan santai keliling Aspire Park, dilanjut sarapan dan minum teh kopi, diselingi dengan pembagian doorprize, dan ditutup dengan menari poco-poco bersama yang sebelumnya dikagetkan dengan semprotan air taman bikin kami lari pontang panting kebasahan 🤣

Gini deh kalo gak hafal jam semprot taman yang dialirkan secara otomatis melalui selang-selang yang ditanam dibawah tanah. Untungnya kue panada dan bakwan goreng masakan ibu Dubes gak berubah jadi bakwan kuah 😅😅 … eh kok jadi ngebayangin bakso malang 🤦‍♀️

Lihat keseruan kami di video dalam postingan Instagram saya ini deh:

https://www.instagram.com/p/Bq7Ls4PAXE8/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

Acara selesai ketika matahari mulai gak santai sinarnya. Baju basah pun sampai kering di badan. Alhamdulillah bisa silaturahim dengan beberapa orang yang biasanya hanya bertegursapa di media sosial saja.

Bumbu Merantau Di Doha

Bumbu Merantau Di Doha

Dibalik foto keluarga harmonis dalam sosial media, pasti suka ada kejadian dramatis. Bukan begitu? 😅

Bulan Oktober 2018 benar-benar penuh warna. Kami menyebutnya sebagai Bumbu Merantau Di Doha. Bagaimana tidak, dalam waktu 3 hari berturut kami mengalami beberapa kejadian:

  • Kamis merasakan Sand Storm pertama
  • Jumat nyaris kebakaran dapur
  • Sabtu mobil kebanjiran.

Berbeda dari bulan September dimana suhu masih sekitar 40 derajat Celcius, memasuki bulan Oktober maka suhu mulai turun ke 30an. Kami bilang sih udara di bulan Oktober itu mirip banget sama di Indonesia yang sepanjang tahun memang suhunya 25-35 Celcius.

Kamis 18 Oktober 2018, Sand Storm / Badai Pasir

Bulan Oktober merupakan bulan peralihan musim dari Panas menjadi Dingin. Kami sudah pernah mendengar tentang Badai Pasir di Timur Tengah, tapi baru kali ini mengalami secara langsung.

Sand Storm di gurun merupakan tanda pergantian musim. Biasa terjadi di penghujung musim panas sebagai tanda akan berganti musim dingin, atau sebaliknya.

Angin membawa pasir halus (lebih berat dari sekedar debu), langit mulai berawan, dan disertai hujan, membuat jarak pandang berkurang.

Foto di atas diabadikan PakSuami dari jendela di samping meja kerjanya di kantor.

Melihat pergerakan Badai Pasir di video atas ini, mirip yang ditampilkan dalam film Mission Impossible – Ghost Protocol ya?

Kelihatannya syerem banget kalau dilihat dari atas seperti itu.

Kebetulan saat kejadian, saya sedang berada di dalam taxi perjalanan pulang sekolah bahasa. Saya juga sempat mengabadikannya dalam bentuk video di bawah ini. Gak seberapa menyeramkan, hanya memang harus waspada saat berkendara karena jarang pandang sangat pendek sekali.

https://www.instagram.com/p/BpEfWmWBsg7/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

Begitu sampai rumah, bagian yang dekat jendela penuh pasir. Saya lupa melihat IG Qatar Meteorology Department (QMD) untuk mendapat informasi perkiraan cuaca hari itu. Pasir halus masuk dari sela-sela pintu dan jendela. Balkon apartemen pun, LANTAI rasa PANTAI. Saya juga menemukan beberapa ranting pohon kurman yang terbang terbawa angin dan nyasar ke teras balkon. Ampun.

Pelajaran saat musim peralihan di gurun:

Selalu ganjal bagian bawah celah pintu dan jendela dengan handuk basah supaya pasir tidak masuk ke dalam rumah. Rajin mengganti handuk basah ketika badai pasir datang.

Jumat 19 Oktober 2018, Nyaris Kebakaran Dapur

Selama di tanah air saya pernah menggunakan kompor minyak yang menggunakan sumbu saat saya kecil, dan selalu menggunakan kompor gas ketika sudah mulai berumah tangga.

Di Qatar kebetulan dapur apartemen dilengkapi dengan kompor listrik, jadi saya menggunakannya untuk memasak sehari-hari.

Berbeda dengan kompor api, kompor listrik membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memulai panas. Kalau menaruh wajan berisi minyak, kita harus bersabar sebelum bisa menggoreng sesuatu karena harus menunggu sampai minyak panas lebih lama daripada di atas api.

Setelah masak, proses pendinginan kompor pun membutuhkan waktu lebih lama. Dan saya masih belum terbiasa dengan hal ini. Merasa kompor tidak ada api, setelah masak saya suka lupa memindahkan alat masak dari atas kompor.

Hari itu saya menggoreng ayam saat PakSuami dan mas Rafa sholat Jumat. Begitu mereka pulang, kami langsung berkumpul di meja makan untuk makan siang bersama. Saya lupa wajan bekas menggoreng masih di atas kompor lengkap dengan tutup yang pinggirannya terbuat dari  karet.

Ternyata karena kompor masih menghantarkan panas meski tombol sudah OFF, karet pinggiran tutup panci meleleh dan masuk ke dalam minyak panas sehingga menimbulkan percikan api.

Saya mulai mencium bau sesuatu, tapi tidak kepikiran kalo karet tutup panci terbakar.

Sampai saat saya melihat pantulan api kemerahan dari kaca tutup microwave … saya langsung lari ke dapur dan kaget melihat api sudah melambung tinggi hampir menempel ke kitchen set bagian atas kompor.

Alhamdulillah alat padam api tersedia di dapur. PakSuami dengan sigap mengambil alat tersebut, menarik pelatuk dan mulai menyemprotkan ke arah api. Begitu api padam, kami keluar dari dapur. Ternyata gak lama kemudian api muncul lagi, kami semprot sampai mati dan tinggal pergi. Berulang sampai 3x semprot sampai api benar-benar mati dan kami tunggui. Tidak berani keluar dari dapur untuk memastikan api tidak datang lagi.

Setelah api padam, seluruh dapur saya berwarna kuning. Jadi ternyata cairan yang keluar dari alat itu, berubah bentuk menjadi seperti pasir lengket berwarna kuning. Kami kerja bakti membersihkan dapur. Tapi setelah lantai dipel, PakSuami harus pergi mengantar mas Rafa tanding bola ke luar kota (sekitar jam 4 sore). Jadi saya sendirian mencuci ulang semua peralatan dapur, karena tidak bisa hilang hanya dengan disiram air. Harus dicuci sabun dan digosok sampai benar-benar bersih. Sebagian bumbu dapur yang terkontaminasi cairan alat padam, terpaksa saya buang. Saya baru selesai membereskan dapur jam 10 malam. Sementara Rafa dan papanya baru sampai rumah menjelang dini hari.

Alhamdulillah dapur kembali kinclong lagi, walau bercak kehitaman bekas api di dinding dan bagian atas kitchen set tidak bisa hilang 😓

Pelajaran berharga bagi pengguna kompor listrik: 

Jangan menaruh alat masak apapun setelah masak, meskipun kompor dalam keadaan mati (tombol OFF).

Sabtu 20 Oktober 2018, Doha Banjir

Hujan di gurun biasanya datang setelah badai pasir. Tidak lama, paling sekitar 5-10 menit saja. Ini berlangsung selama kurang lebih 2 bulan selama masa pergantian musim.

Namanya negara gurun pasir, proses penyerapan air tentu tidak secepat di tanah padat. Hujan lama dikit aja, langsung jadi genangan air deh. Sayangnya negara ini  tidak menyiapkan gorong-gorong tanah untuk sistem drainase jalan raya. Mungkin karena memang curah hujan tidak pernah parah.

Setelah hujan, biasanya pemerintah mengirimkan mobil-mobil penyedot air ke jalanan yang banyak genangan air. Bentuknya seperti mobil Septic Tank yang banyak beredar di Indonesia untuk menyedot WC. Tidak sampai sejam, biasanya genangan sudah hilang.

Tepat 2 hari setelah Sand Storm, hujan turun dan berlangsung lebih dari 3 jam tanpa berhenti. Ini curah hujan terlebat dan terlama dalam 18 tahun terakhir di Qatar, katanya. Ini kejadian luar biasa, Qatar kebanjiran!

Saat kejadian, kami sekeluarga ada di rumah. Kami mengintip dari jendela kamar, alhamdulillah jalan depan apartemen masih kering tanpa genangan. Tapi tidak lama kemudian, kami mendengar alarm beberapa mobil mulai banyak yg nguing-nguing. Kebetulan di samping apartemen kami ada lapangan yang biasanya menjadi lahan parkir.

Karena khawatir … PakSuami memutuskan untuk turun ke parkiran mobil di basement. Ternyata air udah sedengkul orang dewasa. Sampai di mobilnya, PakSuami membuka pintu dan air langsung masuk ke dalam mobil kami. Alhamdulillah mobil masih bisa distarter dan segera dipindahkan ke lapangan sebelah gedung.

Karena banyak area yang kebanjiran, mobil sedot kiriman pemerintah baru datang ke area apartemen kami ketika menjelang malam. Air di jalan ke arah Food City sudah setinggi lutut dewasa, sementara air di basement apartemen kami mencapai paha orang dewasa.

Mobil kami terpaksa parkir di lapangan beberapa hari kemudian. Air di basement baru surut 2 hari setelahnya. Alhamdulillah jok mobil tidak basah, hanya karpet dan bagian bawah saja.

Pelajaran setiap turun hujan di gurun:

Kalau hujan turun lebih dari 10 menit, segera bergerak ke basement untuk memindahkan mobil ke tempat yang lebih tinggi.

Sebagai informasi, KEBANJIRAN tidak ada dalam klausal asuransi di Qatar karena memang baru tahun ini terjadi banjir yang sedemikian hebat. Teman saya sampai harus membayar 5ribu riyal (dikali 4ribu rupiah) untuk membetulkan mobilnya yang kebanjiran sampai tidak bisa distarter.

3 hari yang penuh cerita.

Namanya hidup ya gini, pasti banyak COBAAN.

Karena yang sedikit itu namanya COBAIN.

Ya kan? 😬

Alhamdulillah ala kulli hal.

Kesehatan Di Qatar

Kesehatan Di Qatar

Asuransi kesehatan biasanya merupakan fasilitas standar yang diberikan perusahaan kepada karyawannya dan ini berlaku di seluruh dunia termasuk di Qatar.

Ketika saya dan anak-anak sudah memiliki QID, paksuami langsung mendaftarkan seluruh nama anggota keluarga ke sistem HRD di kantornya. Tidak lama kemudian perusahaan memberikan kartu asuransi kesehatan bagi kami, yang dikeluarkan oleh QLM yaitu sebuah perusahaan asuransi ternama di Qatar.

Bentuk kartunya seperti pada foto di bawah ini:

Awal Mei 2018 kami medapat musibah.

Paksuami mengalami serangan jantung ringan yang membuatnya harus menginap 3 malam di CCU (Coronary Care Unit), ruangan ICU khusus untuk penderita jantung.

Kami bersyukur dengan tim medis di negara ini yang ‘over protected‘, observasi secara menyeluruh dan sigap melakukan tindakan yang dibutuhkan secara profesional dengan alat-alat super canggihnya. Alhamdulillah setelah dilakukan katerisasi, tidak ditemukan sumbatan pada arteri ke arah jantung pak suami. Dengan demikian resiko tindakan ‘balon’ dan pemasangan ‘ring’ tidak perlu dilakukan.

Ketika kejadian ini, kami pergi ke RS swasta yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Kami menunjukkan kartu asuransi dari kantor paksuami ke petugas pendaftaran dan diminta membayar QAR 25 sesuai dengan angka yang tertulis di kartu.

Setelah dilakukan pemeriksaan dengan berbagai alat dan tes darah,  dokter menyatakan “we need to protect your heart, you have to be admitted immediately“.

Seperti halnya ICU, ruangan pada CCU tidak ada sekat permanen (tembok) antara 1 tempat tidur pasien dengan yang lain. Hanya ada partisi yang tidak penuh sampai ke langit-langit, sehingga kita bisa mendengar ruang pasien di sebelah. Di dalam ruangan terdapat 1 tempat tidur dengan segala kabel yang terhubung dari badan pasien ke layar monitor, 1 buah nakas untuk menyimpan barang pribadi pasien dan 1 kursi plastik untuk keluarga pasien.

Tidak ada sofa-bed seperti yang saya temukan di kamar rawat inap biasa. Dipastikan pasien tidak boleh ditunggu (menginap) oleh siapapun termasuk keluarga. Tapi tidak perlu khawatir karena 1 perawat di ICU/CCU berdedikasi untuk menangani maksimal 2 pasien. Jadi selama paksuami rawat inap, saya pulang ke rumah setiap malam dan kembali ke RS esok pagi setelah anak-anak berangkat ke sekolah.

Sebelum dilakukan tindakan katerisasi, perawat bertanya kepada saya “apa kamu bawa Hamad Card? Jika sampai dibutuhkan tindakan operasi besar sekelas bypass jantung, kami tidak bisa melakukannya di RS ini. Kami harus membawa pasien ke Hamad General Hospital, karena itu kami butuh Hamad Card pasien

Kebalikan dari Indonesia yang alat medisnya lebih lengkap di RS swasta dibanding dengan milik pemerintah … kalau di Qatar justru alat medis dan obat-obatan paling lengkap ada di RS milik pemerintah, yaitu Hamad Medical Corporation. Jadi kalau ada kasus yang tidak bisa ditangani oleh RS swasta, pasien langsung dikirim ke Hamad General Hospital untuk tindakan lanjutan.

Deg …. saya lemas … kami sudah mendengar betapa pentingnya Hamad Card di negara ini (no 2 pentingnya setelah QID), tapi kami belum sempat mengurusnya. Dengan pasrah saya menyatakan kalau kami belum memilikinya. Alhamdulillah kondisi jantung paksuami dalam kondisi baik, arteri ke arah jantung juga tidak mengalami penyumbatan. Jadi tidak perlu tindakan operasi besar sampai paksuami boleh pulang ke rumah.

Saat mengurus administrasi kepulangan pasien, saya hanya diminta membayar QAR 45 dengan rincian biaya untuk kain kassa, dan perintilan kecil lain. Kamar CCU 3 malam, biaya dokter harian dan tindakan katerisasi sudah dipenuhi oleh pihak asuransi. Alhamdulillah jadi total cuma bayar 25 + 45 = QAR 70 aja.

Dan ternyata biaya QAR 25 di awal, merupakan biaya klaim per 1 diagnosa penyakit (FEE per CASE) sampai tuntas. Jadi dari biaya rawat inap sampai pemeriksaan berkala setelah pulang ke rumah (chek-up rawat jalan + USG + lab) sudah tidak dikenakan biaya lagi. Kecuali kalau ditemukan penyakit lain, maka kita harus membayar lagi QAR 25.

Gak kebayang kalo di Indonesia, tindakan katerisasi aja udah harus bayar berapa puluh juta belum obat + kamar + dokter. Belum lagi pemeriksaan berkala setelah itu. Ya Allah.

Setelah paksuami kembali sehat dan berkumpul bersama kami di rumah, saya segera mengurus HAMAD CARD. Kartu Hamad Card merupakan asuransi kesehatan milik pemerintah Qatar (seperti BPJS di Indonesia).

Kemana kita mendaftar Hamad Card?

  • Primary Health Care Center (PHCC) yang terletak dekat rumah
  • Hamad General Hospital

Cari tau lokasi PHCC (semacam puskesmas) terdekat rumah kita. Kebetulan kami diminta datang ke Nakhla Health Center untuk proses pedaftaran.

Apa yang dibutuhkan saat proses pendaftaran Hamad Card?

  1. Copy Qatar ID (kepala keluarga dan seluruh anggota keluarga yang akan didaftarkan)
  2. Copy surat kontrak tempat tinggal (rumah atau apartemen)
  3. Copy tagihan Karahmaa (Listrik dan Air)

TIDAK ADA PENGISIAN FORMULIR PENDAFTARAN.

Begitu sampai di PHCC, bilang ke petugas di depan pintu masuk kalo kita mau urus Hamad Card. Ambil no antrian dan duduk manis sampai nomor kita dipanggil.

Petugas akan scan barcode pada Qatar ID kita dan mencocokan nama di QID kepala keluarga dengan nama yang tertera pada surat kontrak tempat tinggal dan tagihan Karahmaa. Nomor pelanggan Karahmaa juga dicocokan dengan yang tertulis di surat kontrak tersebut. Kalau semua sudah sesuai, petugas akan menuliskan nomor yang harus kita bawa ke Hamad General Hospital.

Komplek RS Hamad pusat (disebut HG) luasnya seperti dari bunderan Hotel Indonesia sampai dengan gedung Bank Indonesia di Jakarta. Tempat parkir ambulance aja seperti terminal bus di Indonesia, karena memang ada ratusan ambulance yang standby di halaman RS. Dalam komplek HG ini ada banyak gedung untuk menampung lebih dari 65 klinik spesialis dan lebih dari 600 tempat tidur pasien rawat inap. Di bagian belakang juga terdapat beberapa tower apartemen tempat tinggal karyawan Hamad Medical Center. Jangan sampe nyasar di dalam komplek HG, kalo gak mau gempor. Hehehehe.

Untuk mengurus Health Card, kita cukup cari GEDUNG ADMINISTRASI. Di pintu masuk kita akan diarahkan oleh petugas. Ruang administrasi untuk laki-laki dan wanita dipisah, saya diminta jalan ke bagian belakang gedung menuju ruang administrasi wanita. Sampai sana, administrasi pengunjung yang status single atau berkeluarga pun dipisah lagi. Semoga yang masih jomblo tidak merasa terdikriminasi ya. Hehehehe

Di sini kita datang untuk print Hamad Card dengan membawa:

  • Nomor dari petugas di PHCC sebelumnya
  • Pasfoto dengan latar belakang biru ukuran 3×4
  • Membayar QAR 100 per kartu per tahun

Mulai dari daftar di PHCC (submit documents) sampai di HG (print kartu) semua bisa dilakukan dalam hari yang sama. Tapi harap diingat jam operasional petugas yaitu dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang. Kebetulan saya datang jam 7 ke Nakhla Health Center dan masih punya cukup waktu untuk langsung ke Hamad General Hospital. Alhamdulillah kartu untuk seluruh anggota keluarga kami langsung jadi di hari itu juga.

Kenapa Hamad Health Card ini penting?

  • Kalau terjadi kecelakaan di jalan, polisi dan petugas ambulance akan melihat QID + Hamad Card untuk membawa pasien ke RS terdekat. Pemilik Hamad Card tentunya akan mendapat prioritas penanganan di RS.
  • Kalau terjadi kondisi sakit darurat, cukup telpon 999 maka ambulance (baik mobil maupun helikopter) dari Hamad akan datang ke tujuan dalam periode waktu 2-7 menit setelah menerima panggilan telepon.
  • Pemerintah Qatar memberikan subsidi biaya kesehatan bagi pemilik Hamad Card. Seberat apapun penyakitnya dan tindakan yang harus dilakukan, jika kita memiliki Hamad Card … kita hanya perlu membayar maksimal QAR 100 per hari. Jadi misal dibutuhkan operasi bypass jantung dan rawat inap selama 10 hari, maka kita cukup membayar QAR 100 x 10 hari = QAR 1.000 (silakan dikali IDR 3,800). Kalau di Indonesia bisa kena berapa ratus juta kan itu?
  • Pelayanan imunisasi anak, program berhenti merokok sampai klinik diet di Hamad Medical Center pun bisa diberikan secara GRATIS bagi pemilik Hamad Card. Tidak hanya itu, bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, maka segala terapi yang diberikan RS juga termasuk dalam fasilitas dari Hamad Card.
  • Masih banyak lagi fasilitas kesehatan yang diberikan oleh Hamad Card ini.

Bagaimana cara perpanjang Hamad Card?

  • Kunjungi PHCC terdekat atau RS Hamad manapun
  • Tunjukan kartu atau sebutkan no kartu Hamad
  • Bayar QAR 100 per kartu
  • Bisa juga datang ke kantor pos (Qatar General Post Office) terdekat, tetapi kartu baru kita akan dikirim ke alamat rumah dalam waktu 2-3 minggu setelah proses renewal.

Lega deh kalo udah punya kartu ini. Pastikan QID dan Health Card selalu ada di dompet setiap kita keluar rumah ya!

Semoga pengalaman paksuami yang numpang nginep 3 malam di CCU, menjadi pengalaman pertama dan terakhir bagi anggota keluarga kami di Qatar ini. Semoga gak perlu lagi mengeluarkan kartu kesehatan apapun lagi ke depannya. Allahuma aamiin ya Allah.