Browsed by
Category: Olahraga

Resep Langsing

Resep Langsing

Belum lama ini saya baru menghadiri acara reuni STM yang ke 20 tahun. Seru juga yah ketemu teman yang terakhir kita ajak ngobrol 20 tahun lalu. Rambut yang memutih, badan yang menebal, tentunya menjadi pemandangan umum di antara kami. Bisa menemukan saya pada foto di bawah ini? Foto atas tahun 1999 sementara foto bawah tahun 2016.

IMG_8846

Teman-teman bilang saya gak banyak berubah, cuma nambah kerutan di sekitar wajah aja. Gravitasi gak bisa dilawan kan, ceu. Pasrah aing mah.

Beberapa adik kelas menuduh saya menenggak pitera atau mengoles wajah dengan formalin. Padahal kan saya cuma mengkonsumsi tahu dan bakso yang katanya suka dicampur borax. Hahaha

IMG_9181

Kalau lihat foto di atas, badan saya menebal hanya saat hamil besar. Tiap hamil 1-5 bulan, masih gak keliatan karena berat badan justru turun 1-4kg. Begitu masuk 7 bulan, baru orang pada tanya “hamil ya?” Padahal bulan ke 8 udah lahiran. Mas Rafa memang lahir maju sebulan dari perkiraan dokter kandungan, sementara Fayra harus dilahirkan sebulan lebih cepat karena kondisi tulang belakang saya yang dicangkok. Jadi saya melahirkan 2 anak, semua dalam kondisi hamil 8 bulanan.

Semua orang terdekat, pembaca rutin blog ini dan follower sosmed saya juga tau kalo saya memang hobi olahraga. Selain karena saya termasuk orang yang aktif, gak bisa diem, saya juga ingin sehat lebih lama. Bagi saya, menjaga kesehatan tubuh merupakan salah satu wujud rasa syukur terhadap Sang Pencipta. Apalagi sudah dikasih kesempatan hidup kedua sama yang Maha Pengasih.

IMG_8577

Saya ingin bisa main basket bareng anak-anak, naik gunung atau bahkan arum jeram bersama mereka. Saya ingin mendampingi suami saya, sampai anak-anak dewasa dan kami menua bersama.

Dengan usia yang terus bertambah, saya berusaha menjaga pola hidup. Umur menjelang 40 tahun, mimpi makan nasi padang aja … bangun tidur udah naik 2kg. Karena metabolisme tubuh menurun, pembakaran kalori tidak seperti masa muda. Makan sedikit pun bisa jadi lemak. 2 tahun sejak berhenti kerja kantoran, berat badan saya naik 5kg. Tapi justru membuat saya terlihat lebih fresh, segeran gitu loh jeng. Gak kayak orang kurang gizi lagi. Mungkin akibat saya rajin olahraga, yang bikin nafsu makan jadi meningkat.

Bukan sekedar pencitraan, dibawah ini saya share apa yang saya lakukan untuk menjaga kestabilan berat badan. Mungkin bisa dilakukan juga bagi kamu yang ingin turun berat badan.

Tips Langsing:

  • Olahraga secara rutin min 3x seminggu
  • Kurangi makanan manis
  • Kurangi karbohidrat (nasi, kentang, mie, jagung, pasta, tepung2an)
  • Minum teh hijau tawar setiap habis makan
  • Tidak mengkonsumsi apapun kecuali air putih, setelah jam 8 malam

Gegara kebanyakan buka IG #transformationtuesday dan liat youtube freelatics transformation, saya teracuni video ini:

Saya jadi beralih dari yang tadinya jogging 3x seminggu selama 4 tahun terakhir, sekarang melakukan olahraga di rumah saja selama 30-60 menit tapi setiap hari. Cuaca mendukung juga, hampir tiap hari hujan turun di BSD. Malas keluar rumah, dari pada cuma gegoleran di sofa nonton TV … jadi mending nonton youtube dibawah ini sambil ikut gerak.

Sejak operasi ke 5, dokter bilang saya tidak boleh melakukan olahraga high-impact alias loncat-locatan. Jadi saya mencari gerakan low-impact yang bisa dilakukan di rumah tanpa alat bantu apapun. Dengan melakukan setiap hari, saya mulai hafal gerakannya. Jadi bisa olahraga sambil nonton drama korea. Lumayan olahraga 30-60 menit sambil menghabiskan 1 episode drama. Hahaha

Seperti sharing mbak-mbak yang latihan freelatics / HIITS / kaylaitsines / BBG workout, begini fase olahraga rutin setiap hari :

  • Today is Monday (orang bilang mau olahraga mulai Senin, ya sekarang aja hari Senin-nya. Maksudnya mulai dari hari ini juga gitu loh, jangan ditunda-tunda)
  • Minggu 1-4 itu paling berat, karena kita harus menyisihkan waktu 30mnt setiap hari untuk keringetan. Perubahan belum keliatan secara nyata.
  • Minggu 5-9 itu mulai menyenangkan, karena perubahan mulai kelihatan. Biasanya berat badan mulai turun, atau berat badan stabil tapi tubuh mulai berbentuk dan berotot.
  • Minggu 10 dan seterusnya mulai kecanduan. Yang tadinya cuma target 14 – 20 weeks challenge, eh malah kita keterusan.

Saya sendiri baru masuk minggu ke 3 untuk program Freelatics ini. Paling berat untuk saya adalah istiqomah-nya, berusaha untuk konsisten. Berat badan belum turun, tapi otot perut dan lengan mulai kencang. Saya melakukannya tidak lagi merasa sebagai beban, malah menganggap ini sebagai me-time. Yang tadinya cuma 30 menit perhari, sekarang malah 1 jam per hari.

Saya coba mengukur semua lingkar tubuh saya menggunakan meteran jahit, dan memasukan angkanya ke Body Fat Calculator, hasilnya:

  • Body Fat : 27%
  • Body Mass Index : 23

Masih masuk kategori normal dan acceptable sih.

Nanti saya share lagi kalau saya sudah khatam program 14 weeks challenge yaaa. Gak bisa sharing foto before-after dengan bikini untuk memperlihatkan bentuk tubuh dan otot saya lah (macam #transformationtuesday di IG), tapi akan saya lukiskan dengan kata-kata saja. Hehehe

Waktu saya sering ke China, saya melihat betapa orang-orang sana sering minum teh hijau. Tidak hanya setiap habis makan, tapi botol besar (jug) berisi air teh hijau selalu ada di meja makan atau meja rapat. Ternyata ini rahasia mereka memiliki tubuh ramping. Mereka tidak pernah mencampur gula ke dalam minuman tehnya. Pernah saya beli air teh kemasan botol dengan tulisan HONEY, rasanya seperti teh kemasan botol dengan tulisan LESS SUGAR di Jakarta. Kebayang kan bedanya standar rasa manis mereka?

Sekarang saya mengikuti mereka untuk mengkonsumsi teh hijau setiap habis makan yang katanya berfungsi untuk melarutkan lemak dan menurunkan kolesterol jahat di dalam tubuh kita. Jangan teh yang CELUP ya, kertasnya tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Jangan teh yang BUBUK juga, harganya tidak sopan untuk dompet kita. Hahahaha

Dulu sih tiap perjalanan dinas ke China, pulangnya saya selalu membawa teh hijau. Sekarang saya cukup membeli teh hijau daun (tubruk) yang ada di supermarket dekat rumah, yang murah meriah … nyebut merk boleh kak? Biasanya saya pake ini #bukaniklan #gakdibayar

IMG_9191

Untuk 1 gelas air panas (200-250ml), saya masukkan teh 1/2 sendok kecil saja. Diamkan selama 5 menit, saring, kemudian diminum airnya. Gak pahit kok, cuma tawar aja.

Kapan saya olahraganya?

Biasanya setiap habis mengantar anak ke sekolah, sekitar jam 8 pagi. Jadi sekalian belum mandi dari bangun tidur, habis olahraga sekitar jam 9  baru deh mandi pagi.

Kalau ada pengajian, pasti saya sudah kece tuh pagi-pagi. Soalnya abis nganter anak ke sekolah, saya langsung menuju masjid atau lokasi pengajian. Saya mundurin olahraganya jam 1 siang. Nah jam 2 – 2:30 saya mandi sore, kemudian jemput anak pulang sekolah.

Kalau seharian jadwal kegiatan padat merayap. saya mundurin lagi jadwal olahraganya jam 8 malam. Pokoknya setelah anak-anak makan malam, waktunya kami naik ke atas. Anak-anak belajar di kamarnya, saya olahraga di kamar saya. Yang pasti saat suami pulang kuliah sekitar jam 10-11 malam, istrinya udah kece lagi karena kelar mandi malam.

IMG_9189

Ini salah satu MOMSPIRATION saya, namanya mbak Jenifer Gelman. Seorang ibu dari 4 anak laki, tanpa pembantu rumah tangga pastinya. Pendidikan beliau PhD, profesinya sekarang Trainer dan Nutritionist. Saya follow IGnya: @bwmcfitness. Saya suka motto beliau : GYM IS EVERYWHERE.

Mbak Jen selalu menyempatkan berolahraga dimana pun dan kapan pun. Dengan alat sederhana yang ada di sekitar rumah. Suka pakai botol pelembut pakaian menjadi pengganti barbel, keranjang penuh cucian untuk alat angkat beban, stroller anak menjadi alat bantu gerakan olahraga, dll. Sering juga beliau olahraga sambil mengajak anaknya bermain. Yang paling saya suka, beliau push-up sambil mencium anak-anaknya.

Setiap hari saya lihat posting IGnya, membuat saya malu sendiri.

lo masih punya alasan untuk gak olahraga, de?

Tempat Jogging Asyik di BSD

Tempat Jogging Asyik di BSD

Dalam rangka mendukung Hari Olahraga Nasional yang jatuh tepat tanggal 9 September, mari kita apdet blog ini dengan kegiatan olahraga yang saya buat kategori khususnya di sini.

3 tahun terakhir, saya berusaha istiqomah untuk melakukan olahraga murah meriah:

  • 2-3x seminggu
  • Jalan kaki @5KM
  • Kecepatan (pace) 10-12 menit per KM

I’m not a runner, I’m just a HAPPY WALKER

Pernah mencoba pace <10 menit, akibatnya tulang belakang ngilu. Dokter memang menyatakan saya gak boleh lari sih, tulang cangkokan saya gak bisa kena guncangan atau hentakan. Jadi saya direkomendasikan untuk jalan cepat saja.

Kalau dulu saat masih kerja kantoran saya selalu jogging malam di Monas atau di ruang gym kantor bersama teman-teman Smartfren Runners, sekarang saya jogging pagi sepulang dari antar anak ke sekolah. Supaya tidak jenuh, saya melakukannya berpindah-pindah di beberapa tempat yang asyik.

Tempat Jogging di BSD

    • TAMAN KOTA 1 BSD CITY

Semua orang BSD pasti tau lokasi Taman Kota. Di tempat ini lah warga BSD melakukan olahraga gratisan. Mulai dari lari, jalan cepat, Tai chi, senam ala Zumba, sampai yang sekedar memainkan berbagai alat yang tersedia di sini.

image

Enaknya di Taman Kota, jongging track nya dibuat pas 1 putaran = 1 KM. Sayangnya gak terlalu lebar sih, jadi kalo ada yang jogging sambil ngobrol dengan teman/pasangan … trus kita berpas-pasan dengan mereka, maka harus ada yang mengalah minggir di luar jalur.

Enaknya di Taman Kota, banyak pepohonan besar yang rindang. Jogging 5 putaran tidak akan berasa kehabisan napas. Tapi untuk teman saya yang alergi gigitan nyamuk, tidak bisa olahraga di sini karena kulitnya sensitif dengan nyamuk di pepohonan rindang. Alhamdulillah saya belum pernah digigit nyamuk di Taman Kota, mungkin karena kostum olahraga yang serba tertutup.

image

Di Taman Kota 1 ini juga tersedia toilet yang dijaga oleh 2 orang ibu yang rajin membersihkan dalamnya. Dengan membayar 2ribu, kita bisa menggunakan toilet dengan air berlimpah.

Parkir kendaraan yang untung-untungan sih. Kadang kalau penuh, terpaksa kita parkir di pinggir jalan yang agak jauh dari pintu gerbang. Atau kita bisa juga parkir kendaraan di halaman komplek sekolah Al Azhar BSD. Masuk ke Taman Kota bisa melalui jembatan gantung dari pintu arah Al Azhar.

    • THE GREEN

Sebenarnya ini salah satu cluster di dalam BSD City yang lokasinya tidak jauh dari pintu tol terakhir. Saat berada di dalam cluster ini, kita seperti berasa ada di luar kota … bukan di Jabodetabek.

image

Saya parkir kendaraan di halaman parkir Sport Center The Green. Lalu saya menyebrang jalan dan lanjut keliling danau buatan, menyusuri pinggiran sungai, melewati beberapa pintu gerbang cluster kecil di dalam The Green, sampai akhirnya kembali ke danau.

1 putaran = 1,8 KM

Enaknya jogging di The Green ini pemandangannya OK, banyak teman jogging yang berpas-pasan, lintasan naik turun tapi kondisi aspal mulus. Bonusnya kita bisa menikmati suara air yang mengalir di sungai, kicauan burung dari atas pepohonan dan suara jangkrik dari balik rerumputan.

    • THE BREEZE

Saya mulai jogging di The Breeze karena dikasih tau oleh salah satu tetangga yang memang sudah rutin ke sini sebelumnya. Kebetulan kalo antar Fayra ke sekolah, pulangnya saya selalu melewati tempat ini. Jadi lumayan lah habis nganter Fayra, belok dulu ke sini dan menghabiskan waktu 1 jam untuk keringetan.

image

Biasanya saya parkir di halaman Ranch Market atau di lahan parkir belakang. Saya start dari depan kios Bodyshop, lurus ke arah ATM Center dan turun ke bawah menyusuri track yang nantinya akan tembus ke dekat jembatan jalan raya kemudian belok kiri arah ke danau.

image

1 putaran itu = 1,3 KM

Kadang dari depan danau, saya menyebrang ke kantor Marketing Sinarmas Land dan ambil ke kanan menyusuri beberapa gedung perkantoran sampai nanti bertemu Ranch Market.

1 putaran besar ini = 1,8 KM

Enaknya di The Breeze masih relatif sepi. Kalau hari kerja, saya jarang berpas-pasan dengan orang lain. Paling hanya mereka yang jalan dari parkiran menuju sebuah tempat gym di dalam lingkungan The Breeze.

Fayra paling suka diajak ke sini, karena bisa bermain air mancur dan melihat kawasan angsa dalam danau The Breeze.

    • TANDON AIR CIATER

Lokasi Tandon Air Ciater ini tidak jauh dari komplek rumah saya. Karena relatif baru selesai dibangun, jadi belum banyak orang BSD yang tau tempat ini.

image

Saya diajak ke sini oleh tetangga-tetangga kece. Sebagian dari mereka suka jogging ke sini, sebagian lain menjadikan lokasi ini sebagai tujuan akhir dari rute sepeda-an.

1 putaran mengelilingi tandon air = 0,8KM.

Sayangnya belum banyak pohon besar di sini. Semakin siang, mataharinya makin gonjreng. Baru 3-4 putaran, mata saya lelah karena terus mengernyit meski sudah menggunakan kacamata hitam. Belum lagi peluh yang membanjiri pakaian saya.

Gak bisa deh kalo ke sini setelah antar anak sekolah. Musti ke sini jam 6 pagi supaya bisa mencapai 5-6 putaran (5KM) tanpa kepanasan. Atau jogging sore sekalian (jam 4 sore), pulang dari menjemput anak sekolah.


Alhamdulillah bonus tinggal di BSD yah.

Eh tapi selain 4 tempat di atas, tak jarang saya melakukan jogging di komplek rumah sendiri atau menyusuri sungai di pinggir komplek yang tembus ke kampung belakang.

Sayangnya saya pernah dikejar anjing di blok C komplek rumah, dan dikejar soang (angsa berleher panjang) di kampung belakang. Kalau tidak ada teman jogging, saya memilih untuk jogging di 4 tempat itu saja.

Ada penduduk BSD yang bisa merekomendasikan tempat jogging asyik lain di seputaran BSD juga?

Kalau ada yang liat saya di tempat2 itu, colek-colek yaaaa

Let’s Get Sweat

Let’s Get Sweat

Apa kabar olahraga?

Pertama posting cerita tentang olahraga bulan Februari 2014 di sini. Alhamdulillah saya masih rutin melakukannya.

Frekuensi jogging di Monas sama teman kantor akhir tahun ini berkurang, karena Jakarta mulai sering hujan menjelang sore. Tiap hari Selasa dan Kamis kami masih rajin bawa peralatan olahraga, tapi kalo hujan cuma jogging di ruang gym dalam kantor aja.

jogging1

6 bulan terakhir saya dan teman-teman cewek di kantor memanggil guru yoga. Kami latihan setiap rabu malam di salah satu ruang miting di kantor. Kebetulan beliau adalah istri salah satu teman kantor yang nyambi jadi guru yoga freelance di salah satu pusat olahraga ternama di Jakarta. Setiap pertemuan kami latihan 1-1,5 jam, lumayan keringetan banget.

deyoga1

Jogging wiken dan hari libur juga masih dilakukan. Seringnya saya lakukan berdua suami karena tiap wiken pagi itu waktunya anak2 ngaji. Kami menyebutnya ajang #pacaRUN hehehe. Gak mikir kecepatan dan jarak, kami santai aja menyusuri kampung di belakang komplek sambil membicarakan REKELITA (REncana KEluarga LIma TAhun kedepan). Kadang kami diskusi tentang roadmap pendidikan anak-anak, rencana liburan, target keluarga kecil kami, dll.

jogging3

Lari di luar kota juga masih sebisa mungkin dilakukan. Baik itu saat perjalanan dinas atau liburan keluarga. Mulai dari Bandung, Semarang, Surabaya, Bali sampai ke China. Bisa sama suami, teman, maupun sendirian. Seru juga lari dengan pemandangan yang gak biasa. Jadi semangat pingin coba di kota-kota lainnya.

jogging4

Tahun 2014 ini terhitung 3x saya ikut ajang lari dengan jarak tempuh 5KM: Pocari Sweat Run Race, Samsung Run Series dan yang terakhir Color Run. Sebenarnya Color Run ini saya daftar ber4, sayang Fayra demam jadi terpaksa gak ikut. Sampai Senayan Rafa pisah karena udah janjian sama teman-teman sekolahnya. Bahkan seorang teman Rafa menginap di rumah malam sebelumnya supaya bisa berangkat bareng kami. Akhirnya saya dan suami menikmati seseruan berdua aja deh, kembali #pacaRUN hahahaha.

jogging5

Memang saya selalu mencatat setiap kegiatan ini ke dalam aplikasi NIKE+ dan berusaha ada dokumentasi (foto). Bukan semata untuk narsis di media sosial, tapi lebih untuk catatan pribadi. Dalam 2 tahun terakhir tercatat saya sudah melakukan 46x jogging dengan menempuh jarak total 200KM. Sama kayak Jakarta ke Bandung pulang pergi loh!

jogging6

Bagi orang lain mungkin ini tak seberapa, tapi bagi orang yang pernah 80% lumpuh, menginap 29 hari di RS, menghabiskan 2 malam di ruang ICU dengan lantunan Yasin tak terputus, menerima transfusi darah sebanyak 10 kantong, menjalani 5x operasi dan minum obat selama 18 bulan tanpa henti … it’s a big achievement and I’m proud of it.

Shenzhen Central Park

Shenzhen Central Park

Sebelumnya saya sudah pernah cerita tentang Garden & Flower Expo Park, ternyata saya menemukan taman lain di tengah kota Shenzhen juga.

Seperti biasa, saya melakukan perjalanan dinas dengan jadwal yang sangat mepet. Saya baru dapat visa Senin siang, sementara jadwal pesawat berangkat Senin malam. Karena pergi dari Jakarta dini hari, sampai Shenzhen sekitar jam 8 pagi. Teman-teman memilih membayar tidur di hotel, saya si manusia pagi gak bisa tidur lagi, memilih jalan kaki menyusuri area sekitar hotel untuk mencari rute olahraga keesokan hari.

Mengikuti panduan gmaps, saya sampai di gerbang Shenzhen Central Park setelah berjalan kaki sekitar 5 menit dari hotel.

scpark1

Saya lihat di peta, taman ini luas banget. Saya makin gak sabar untuk menunggu pagi dan menyusuri seluruh taman. Saya kembali ke hotel untuk mandi dan bersiap-siap. Jam 12 partner kerja akan menjemput saya, makan siang bersama dan langsung ke pabrik. Tiba di hotel lagi sudah hampir larut malam.

scpark2

Meski kurang tidur dalam waktu 48 jam terakhir, badan saya masih juga otomatis bangun pagi. Pasrah dengan siklus biologi, saya dengan semangat kembali ke taman.

Taman ini bagus banget, kondisi sangat terawat dan kebersihan dijaga sekali. Jogging track juga disediakan di sisi kiri jalan. Tempat sampah tersedia di setiap jarak 500 meter.

scpark3

Di jembatan saya melihat banyak kakek yang sedang melakukan pemanasan. Kostum standar mereka : kaos putih singlet (kalo di Indonesia terkenal dengan merk Swan), celana pendek, sepatu putih dan kaos kaki hitam. Usia yang sudah lanjut tak membuat mereka meninggalkan kegiatan ini, salut deh. Wajar kalau badan mereka terlihat lebih lentur dari saya, mereka menjulurkan kaki ke pagar jembatan kemudian dengan santai menempelkan kepala ke arah lutut. Saya gak bisa!

scpark4

Setelah melakukan pemanasan, mereka mulai berjalan cepat keliling taman. Ada di antara mereka yang masih sanggup lari juga. Saya kalah cepat. Malu banget rasanya lari di belakang mereka.

scpark5

Kok cuma kakek-kakek yang pada jogging?

Ternyata anak muda memilih main basket di 2 buah lapangan yang terdapat di tengah-tengah taman ini. Sekelompok remaja memilih main skate board di sisi lain taman. Sementara itu para wanita yang cukup lanjut usia berkumpul untuk senam taichi.

Gak heran kalau badan orang China ramping-ramping yah. Susah kalo beli baju di China, Taiwan, Hongkong, Korea dan Jepang … ukurannya kecil-kecil. Udah lah mereka rajin olahraga, selalu jalan kaki kemana-mana, minum teh tanpa gula sepanjang hari, belum lagi konsumsi herbal nya.

scpark6

Keberadaan taman besar yang mengapit sungai di tengah bangunan pencakar langit kota, mengingatkan saya akan Monas yang lokasinya tidak jauh dari kantor. Beda nya, kita tidak akan menemukan tukang jualan apapun di Shenzhen Central Park. Sementara kalau di Monas, makin malam ya makin rame pedangang menggelar tikar untuk tempat display produk jualannya.

scpark7

Tidak sampai 1 jam saya menghabiskan pagi itu di taman kota Shenzhen, lumayan dapat 4,5KM. Kebanyakan jalan menikmati lingkungan sambil foto-foto taman. Dengan pakaian basah keringat, saya kembali ke hotel untuk mandi, sarapan dan siap-siap ke pabrik.

Semangat pagi, bloggers!

1st Run Race

1st Run Race

Setelah rutin berlatih secara bertahap selama 2 tahun terakhir, saya menyampaikan keinginan untuk ikut lomba lari ke pak suami. Tahun lalu Masguh masih melarang, seperti yang saya ceritakan di sini. Tapi tahun ini saya sudah mulai diijinkan ikut, dengan catatan “harus ada satpamnya, alias dikawal

Saya didaftarkan oleh teman-teman kantor di acara Pocari Sweat Run Race tanggal 11 Mei 2014 untuk jarak 5KM. Kebetulan lokasi nya di Mall Alam Sutera, gak jauh lah dari rumah. Sayangnya pas hari H, Masguh ada turnamen golf dari kantornya. Jadi beliau mendaulat Rafa untuk menemani saya.

race5km3

Rafa pakai baju yang sewarna, dan ikut lari di samping saya. Kata orang, istilah untuk pelari yang tidak mendaftar tapi ikutan lari di kerumunan peserta disebut BANDIT. Nah hari itu Rafa jadi bandit deh. Hihihihi

race5km1

Alhamdulillah saya berhasil menyelesaikan lari sejauh 5KM dalam waktu 51 menit. Gak sepenuhnya lari sih, masih dicampur jalan soalnya. Lumayan lah untuk sekedar percobaan pertama.

Ketika buru-buru mau pulang, eh ketemu Meta dan Ninit. Sekalian aja ditodong untuk foto bareng. Karena mereka termasuk orang-orang yang menginspirasi saya untuk lari, selain Kiky sahabat saya yang atlit triathlon ini.

race5km2

Minggu depannya, 18 May 2014, saya ikut Samsung Run Series di Senayan. Gak tanggung-tanggung, saya mendaftarkan seluruh anggota keluarga dari Masguh, Rafa sampai Fayra.

race5km4

Saya, Masguh dan Rafa ikut yang 5 KM. Sementara Fayra ikut kategori junior 400 meter.

race5km5

Terpaksa kali ini membawa mbak nya ikut serta, karena Fayra baru mulai race jam 7:30 … yang dewasa 5KM mulai start jam 06:15. Kasian kalo Fayra harus nunggu sendirian. Gak mungkin juga bawa dia jalan 5KM sebelum dia lomba sendiri 400 meter.

race5km6

Alhamdulillah semua merasakan lomba lari untuk yang pertama kali nya. Fayra bangga banget sama medal finisher nya. Target kami bukan untuk jadi pemenang 3 besar yang naik podium, cukup menjadi HAPPY FINISHER saja. Sesuai tagline grup lari kantor saya: YANG PENTING FINISH hahaha.

race5km7

Waktu tempuh saya membaik di acara ini. Kalau sebelumnya 5KM ditempuh dalam waktu 51 menit, yang kedua saya bisa menempuh dalam waktu 47 menit. Setidaknya ada kemajuan lah.

Gak sabar saya mau menunjukan 2 medal finisher ini ke dokter tulang nanti.

I’m-possible!

Kalau saya bisa, kalian juga pasti bisa. #ayolari