PERWIQA Jalan Pagi Bersama

PERWIQA Jalan Pagi Bersama

Meski udara pagi ini berkabut… iya di gurun saat musim dingin memang suka berkabut dengan suhu 19-21 Celcius, Perkumpulan Wanita Indonesia di Qatar (PERWIQ) tetap berkumpul untuk jalan pagi bersama di Aspire Park dalam rangka Dirgahayu #DWPKBRI yang ke 19 tahun.

Acara ini terbuka untuk semua wanita Indonesia di Qatar secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Undangannya sudah disebar melalui whatsapps beberapa minggu sebelumnya.


Sempat merasa salah kostum melihat yang lain menggunakan pakaian bernuansa Merah-Putih. Saya yakin tidak membaca ada ketentuan DressCode di undangan yang disebar, jadi lumayan kaget juga. Ternyata ini semacam kebanggaan tersendiri aja kalo ada acara yang melibatkan KBRI atau perkumpulan orang-orang Indonesia, biasanya yang datang akan menggunakan pakaian bernuansa Merah-Putih atau Batik. Karena hari ini berkumpulnya untuk olahraga, aneh aja kalau pakai batik kan ya … jadi mereka pakai baju olahraga yang ada sentuhan 2 warna tersebut.

Catatan untuk saya pribadi yang gak punya kerudung warna putih … besok lagi meski pakai baju bernuansa hitam (warna yang mendominasi sampai 80% isi lemari), kayaknya akan saya berikan sentuhan merah di kerudung aja.

Ya abis gimana, sis.

Baju putih polos cuma punya kaos manset untuk daleman aja.

Mukena putih pun sudah gak punya.

Hahahahaha


Acara hari ini dimulai dengan jalan santai keliling Aspire Park, dilanjut sarapan dan minum teh kopi, diselingi dengan pembagian doorprize, dan ditutup dengan menari poco-poco bersama yang sebelumnya dikagetkan dengan semprotan air taman bikin kami lari pontang panting kebasahan 🤣

Gini deh kalo gak hafal jam semprot taman yang dialirkan secara otomatis melalui selang-selang yang ditanam dibawah tanah. Untungnya kue panada dan bakwan goreng masakan ibu Dubes gak berubah jadi bakwan kuah 😅😅 … eh kok jadi ngebayangin bakso malang 🤦‍♀️

Lihat keseruan kami di video dalam postingan Instagram saya ini deh:

https://www.instagram.com/p/Bq7Ls4PAXE8/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

Acara selesai ketika matahari mulai gak santai sinarnya. Baju basah pun sampai kering di badan. Alhamdulillah bisa silaturahim dengan beberapa orang yang biasanya hanya bertegursapa di media sosial saja.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Bumbu Merantau Di Doha

Bumbu Merantau Di Doha

Dibalik foto keluarga harmonis dalam sosial media, pasti suka ada kejadian dramatis. Bukan begitu? 😅

Bulan Oktober 2018 benar-benar penuh warna. Kami menyebutnya sebagai Bumbu Merantau Di Doha. Bagaimana tidak, dalam waktu 3 hari berturut kami mengalami beberapa kejadian:

  • Kamis merasakan Sand Storm pertama
  • Jumat nyaris kebakaran dapur
  • Sabtu mobil kebanjiran.

Berbeda dari bulan September dimana suhu masih sekitar 40 derajat Celcius, memasuki bulan Oktober maka suhu mulai turun ke 30an. Kami bilang sih udara di bulan Oktober itu mirip banget sama di Indonesia yang sepanjang tahun memang suhunya 25-35 Celcius.

Kamis 18 Oktober 2018, Sand Storm / Badai Pasir

Bulan Oktober merupakan bulan peralihan musim dari Panas menjadi Dingin. Kami sudah pernah mendengar tentang Badai Pasir di Timur Tengah, tapi baru kali ini mengalami secara langsung.

Sand Storm di gurun merupakan tanda pergantian musim. Biasa terjadi di penghujung musim panas sebagai tanda akan berganti musim dingin, atau sebaliknya.

Angin membawa pasir halus (lebih berat dari sekedar debu), langit mulai berawan, dan disertai hujan, membuat jarak pandang berkurang.

Foto di atas diabadikan PakSuami dari jendela di samping meja kerjanya di kantor.

Melihat pergerakan Badai Pasir di video atas ini, mirip yang ditampilkan dalam film Mission Impossible – Ghost Protocol ya?

Kelihatannya syerem banget kalau dilihat dari atas seperti itu.

Kebetulan saat kejadian, saya sedang berada di dalam taxi perjalanan pulang sekolah bahasa. Saya juga sempat mengabadikannya dalam bentuk video di bawah ini. Gak seberapa menyeramkan, hanya memang harus waspada saat berkendara karena jarang pandang sangat pendek sekali.

Begitu sampai rumah, bagian yang dekat jendela penuh pasir. Saya lupa melihat IG Qatar Meteorology Department (QMD) untuk mendapat informasi perkiraan cuaca hari itu. Pasir halus masuk dari sela-sela pintu dan jendela. Balkon apartemen pun, LANTAI rasa PANTAI. Saya juga menemukan beberapa ranting pohon kurman yang terbang terbawa angin dan nyasar ke teras balkon. Ampun.

Pelajaran saat musim peralihan di gurun:

Selalu ganjal bagian bawah celah pintu dan jendela dengan handuk basah supaya pasir tidak masuk ke dalam rumah. Rajin mengganti handuk basah ketika badai pasir datang.

Jumat 19 Oktober 2018, Nyaris Kebakaran Dapur

Selama di tanah air saya pernah menggunakan kompor minyak yang menggunakan sumbu saat saya kecil, dan selalu menggunakan kompor gas ketika sudah mulai berumah tangga.

Di Qatar kebetulan dapur apartemen dilengkapi dengan kompor listrik, jadi saya menggunakannya untuk memasak sehari-hari.

Berbeda dengan kompor api, kompor listrik membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memulai panas. Kalau menaruh wajan berisi minyak, kita harus bersabar sebelum bisa menggoreng sesuatu karena harus menunggu sampai minyak panas lebih lama daripada di atas api.

Setelah masak, proses pendinginan kompor pun membutuhkan waktu lebih lama. Dan saya masih belum terbiasa dengan hal ini. Merasa kompor tidak ada api, setelah masak saya suka lupa memindahkan alat masak dari atas kompor.

Hari itu saya menggoreng ayam saat PakSuami dan mas Rafa sholat Jumat. Begitu mereka pulang, kami langsung berkumpul di meja makan untuk makan siang bersama. Saya lupa wajan bekas menggoreng masih di atas kompor lengkap dengan tutup yang pinggirannya terbuat dari  karet.

Ternyata karena kompor masih menghantarkan panas meski tombol sudah OFF, karet pinggiran tutup panci meleleh dan masuk ke dalam minyak panas sehingga menimbulkan percikan api.

Saya mulai mencium bau sesuatu, tapi tidak kepikiran kalo karet tutup panci terbakar.

Sampai saat saya melihat pantulan api kemerahan dari kaca tutup microwave … saya langsung lari ke dapur dan kaget melihat api sudah melambung tinggi hampir menempel ke kitchen set bagian atas kompor.

Alhamdulillah alat padam api tersedia di dapur. PakSuami dengan sigap mengambil alat tersebut, menarik pelatuk dan mulai menyemprotkan ke arah api. Begitu api padam, kami keluar dari dapur. Ternyata gak lama kemudian api muncul lagi, kami semprot sampai mati dan tinggal pergi. Berulang sampai 3x semprot sampai api benar-benar mati dan kami tunggui. Tidak berani keluar dari dapur untuk memastikan api tidak datang lagi.

Setelah api padam, seluruh dapur saya berwarna kuning. Jadi ternyata cairan yang keluar dari alat itu, berubah bentuk menjadi seperti pasir lengket berwarna kuning. Kami kerja bakti membersihkan dapur. Tapi setelah lantai dipel, PakSuami harus pergi mengantar mas Rafa tanding bola ke luar kota (sekitar jam 4 sore). Jadi saya sendirian mencuci ulang semua peralatan dapur, karena tidak bisa hilang hanya dengan disiram air. Harus dicuci sabun dan digosok sampai benar-benar bersih. Sebagian bumbu dapur yang terkontaminasi cairan alat padam, terpaksa saya buang. Saya baru selesai membereskan dapur jam 10 malam. Sementara Rafa dan papanya baru sampai rumah menjelang dini hari.

Alhamdulillah dapur kembali kinclong lagi, walau bercak kehitaman bekas api di dinding dan bagian atas kitchen set tidak bisa hilang 😓

Pelajaran berharga bagi pengguna kompor listrik: 

Jangan menaruh alat masak apapun setelah masak, meskipun kompor dalam keadaan mati (tombol OFF).

Sabtu 20 Oktober 2018, Doha Banjir

Hujan di gurun biasanya datang setelah badai pasir. Tidak lama, paling sekitar 5-10 menit saja. Ini berlangsung selama kurang lebih 2 bulan selama masa pergantian musim.

Namanya negara gurun pasir, proses penyerapan air tentu tidak secepat di tanah padat. Hujan lama dikit aja, langsung jadi genangan air deh. Sayangnya negara ini  tidak menyiapkan gorong-gorong tanah untuk sistem drainase jalan raya. Mungkin karena memang curah hujan tidak pernah parah.

Setelah hujan, biasanya pemerintah mengirimkan mobil-mobil penyedot air ke jalanan yang banyak genangan air. Bentuknya seperti mobil Septic Tank yang banyak beredar di Indonesia untuk menyedot WC. Tidak sampai sejam, biasanya genangan sudah hilang.

Tepat 2 hari setelah Sand Storm, hujan turun dan berlangsung lebih dari 3 jam tanpa berhenti. Ini curah hujan terlebat dan terlama dalam 18 tahun terakhir di Qatar, katanya. Ini kejadian luar biasa, Qatar kebanjiran!

Saat kejadian, kami sekeluarga ada di rumah. Kami mengintip dari jendela kamar, alhamdulillah jalan depan apartemen masih kering tanpa genangan. Tapi tidak lama kemudian, kami mendengar alarm beberapa mobil mulai banyak yg nguing-nguing. Kebetulan di samping apartemen kami ada lapangan yang biasanya menjadi lahan parkir.

Karena khawatir … PakSuami memutuskan untuk turun ke parkiran mobil di basement. Ternyata air udah sedengkul orang dewasa. Sampai di mobilnya, PakSuami membuka pintu dan air langsung masuk ke dalam mobil kami. Alhamdulillah mobil masih bisa distarter dan segera dipindahkan ke lapangan sebelah gedung.

Karena banyak area yang kebanjiran, mobil sedot kiriman pemerintah baru datang ke area apartemen kami ketika menjelang malam. Air di jalan ke arah Food City sudah setinggi lutut dewasa, sementara air di basement apartemen kami mencapai paha orang dewasa.

Mobil kami terpaksa parkir di lapangan beberapa hari kemudian. Air di basement baru surut 2 hari setelahnya. Alhamdulillah jok mobil tidak basah, hanya karpet dan bagian bawah saja.

Pelajaran setiap turun hujan di gurun:

Kalau hujan turun lebih dari 10 menit, segera bergerak ke basement untuk memindahkan mobil ke tempat yang lebih tinggi.

Sebagai informasi, KEBANJIRAN tidak ada dalam klausal asuransi di Qatar karena memang baru tahun ini terjadi banjir yang sedemikian hebat. Teman saya sampai harus membayar 5ribu riyal (dikali 4ribu rupiah) untuk membetulkan mobilnya yang kebanjiran sampai tidak bisa distarter.

3 hari yang penuh cerita.

Namanya hidup ya gini, pasti banyak COBAAN.

Karena yang sedikit itu namanya COBAIN.

Ya kan? 😬

Alhamdulillah ala kulli hal.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
HIIT Untuk Alternatif Jogging

HIIT Untuk Alternatif Jogging

Sejak operasi ke 5, dokter spesialis bedah tulang belakang cuma memberikan de ijin untuk olahraga 2 jenis aja : renang dan jalan (max pace 8).

Gak boleh jalan lebih cepat dari itu apalagi lari. Begitulah nasib badan rongsokan, tulang cangkokan dan penuh jahitan.

Ikut grup @sevillarunnerswannabe dan Smartfren Runner (jaman ngantor) cuma untuk mendapat informasi teknik yang benar dan menyerap semangat olahraga member lain. Suka ngences liat mereka yang ikut race 10KM, HM dan FM. Apa daya cuma bisa ikut yang 5KM doang, pun gak lari.

Biasanya di BSD hampir tiap hari olahraga sekalian antar anak sekolah. Baca juga : Tempat Jogging Asyik Di BSD.

Sementara Di Qatar kalau mau jogging di luar rumah tuh sangat tergantung sama cuaca banget. Paling tiap Jumat keliling lapangan bola selama Rafa latihan aja. Sisanya di treadmill yang disediakan gratis di lantai dasar apartemen.

Ini latihan yang rutin de lakukan hampir setiap hari di treadmill menggunakan teknik HIIT (high intensity interval training):

  • Pemanasan min 5 menit, speed 2 sampai 4
  • Naikkan speed 6 selama 2 menit
  • Turunkan speed 4 selama 3 menit
  • Naikkan speed 6 lagi, incline diset 5 selama 2 menit
  • Turunkan speed 4 selama 3 menit tapi incline jangan ikut turun.
  • Lakukan 2 set lagi (2 menit di speed 6 + 3 menit di speed 4, incline 5)
  • Pendinginan 5 menit

Total cuma 30 menit, keringetannya bisa hampir 2 jam.

Teknik HIIT ini lebih efektif karena membakar kalori 20-30 menit dengan jumlah yang sama kalo kita pakai speed konsisten selama 1-2 jam.

Bagi kalian yg boleh lari, HIIT nya bisa menggunakan kombinasi:

  • 30 detik sprint
  • 60 detik lari santai

Atau bisa juga naik turun tangga dengan kombinasi:

  • 30 detik naik/turun tangga cepat
  • 60 detik naik/turun tangga santai.

Jangan lupa tetap pemanasan dan pendinginan min 5 menit ya.

Cukup 20-30 menit selama min 3x seminggu, dengan dilakukan secara konsisten, HIIT dapat menurunkan 2% lemak tubuh dalam 2 minggu loh katanya!

Pas banget kan untuk emak-emak yang sok sibuk kayak De ini 😬

Nyalakan mesin cuci sebelum ke treadmill, balik ke rumah tinggal jemur deh.

Semoga bermanfaat 😉

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Doha Bus Tour

Doha Bus Tour

Kalau datang ke Doha dan mempunyai waktu yang terbatas (stop over sebelum lanjut penerbangan ke negara tujuan misalnya), tapi ingin melihat Qatar dengan berkeliling kota Doha … bus ini bisa menjadi pilihan.

Doha Double Decker Bus beroperasi dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam, mengantar penumpang sampai ke 21 titik ikon terkenal di Qatar (tergantung dari cuaca dan kondisi kepadatan kendaraan di jalan raya). Bus ini berangkat setiap 40 menit.

3 tempat di mana kita bisa memulai tour:

  • Souq Waqif
  • City Center
  • Katara

Kita tinggal turun di titik yang dianggap menarik, menikmati lokasi tsb. Kemudian naik bus yang datang berikutnya untuk melanjutkan tour.

Harga tiket bus untuk ‘24 hours tour’ :

  • Dewasa : 180 riyal
  • Anak 5-15 tahun : 90 riyal
  • Keluarga 2 dewasa + 2 anak : 450 riyal
  • Pelajar/Qatari/pemegang QID : 90 riyal

Harga tiket bus untuk ‘48 hours tour’ :

  • Dewasa : 225 riyal
  • Anak 5-15 tahun : 110 riyal
  • Keluarga 2 dewasa + 2 anak : 680 riyal
  • Pelajar/Qatari/pemegang QID : 110 riyal

Harga tiket bus untuk ‘Night Tour’ :

  • 95 riyal per orang
  • Tour dimulai dari Souq Waqif
  • Ada 3 pilihan waktu berangkat : jam 7, jam 9 dan jam 11 malam
  • Berkeliling menikmati kota Doha selama 1 jam
  • Hanya saat musim panas (July – Aug)
Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Mencetak Generasi Cerdas

Mencetak Generasi Cerdas

Sebenarnya semua anak terlahir cerdas, hanya memang bentuk kecerdasannya menonjol dalam hal yang berbeda-beda. Multi Talenta istilah zaman sekarang.

Tapi ingat #anakcerdasitu tidak bisa terbentuk sendiri, butuh campur tangan kita sebagai orangtua untuk melihat sisi mana dari anak yang kecerdasannya bisa kita asah lebih keras supaya talentanya itu tidak menjadi sia-sia.

Menurut Dr. Kassandra Putranto (seorang Psikolog), Anak Cerdas itu memiliki 4 pilar:

  • Sehat fisik dan mental (bisa beraktifitas) 
  • Kreatif (bisa membuat sesuatu)
  • Berani (bisa berinisiatif)
  • Peduli (bisa peka terhadap lingkungan)

Jadi cerdas tidak harus pintar akademis, karena kecerdasan itu sendiri tidak hanya diukur secara intelektual tapi juga harus cerdas secara emosional.

Pintar sendiri bisa dibentuk oleh:

  1. Genetis
  2. Diajarkan (oleh orangtua, sekolah dan masyarakat sekitar)
  3. Niat (the power of will)

Jadi jangan berkecil hati kalau kita merasa kurang pintar atau merasa tidak ada keturunan yang pintar dari generasi sebelumnya … kita tetap bisa membentuk anak yang pintar.

Bagaimana caranya?

Dengan 2 hal selain genetis yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu AJARKAN ANAK dan TUMBUHKAN NIAT dalam diri anak supaya mereka juga memacu diri untuk bisa menjadi anak yang pintar.

Anak pintar biasanya memiliki pengetahun dan wawasan yang luas. Hal ini tentu ada proses pembelajaran untuk menguasai pengetahuan tersebut dengan pelatihan yang penuh kedisiplinan dan keteraturan dari orangtua.

Sebagai orangtua, kita harus membiasakan anak untuk berani,  peduli, aktif dan kreatif. Pembiasaan ini yang secara tidak langsung akan tertanam dalam diri anak kita menjadi sikap anak sehari-hari hingga bisa berprestasi juga terbuka terhadap pengalaman baru.

Jangan membandingkan anak kita dengan anak orang lain … baik itu saudara ataupun tetangga.

Karena sebenarnya ada alat untuk mendeteksi apakah anak memiliki masalah atau tidak, dengan melihat 7 faktor yang disebut Dr. Kassandra sebagai Metode A to G yaitu:

A : attitude and achievement (mental anak yang dibangun ortu dgn kebiasaan dan motivasi)

B : big brain (asupan ibu saat hamil dan asupan anak selama masa pertumbuhan sangat mempengaruhi kemampuan otak anak)

C : care and love (orangtua mengisi otak dan hati anak dengan rasa peka terhadap lingkungan)

D : dancing and exercise (gerak yang selaras dengan irama berfungsi untuk menstimulasi otak)

E : eat healthy food and drink (asupan anak harus sesuai dengan kebutuhan tubuhnya)

F : fun edutainment (proses belajar yang menyenangkan untuk anak)

G : good quality of sleep (tidur cukup, tidak kurang atau lebih)

Nah kita cukup melihat dari 7 hal tersebut, apakah sudah terpenuhi untuk anak kita?

Jika ada yang masih belum kita penuhi, jangan heran kalo anak kita bermasalah baik itu dalam hal pelajaran di sekolah atau dalam hal anak bersosialisasi dengan lingkungannya. 

Meskipun sudah 17 tahun menjadi seorang ibu, saya masih terus belajar bagaimana menjadi orangtua yang lebih baik untuk anak-anak saya. Makanya begitu tau Cerebrofot menyelenggarakan seminar parenting dengan mengangkat tema #AnakCerdasItu dengan menghadirkan Dr Kassandra, dr Claudia Anggi dan Bpk Johan Leo, saya semangat untuk datang. Apalagi kebetulan lokasinya tidak jauh dari rumah, yaitu di Aeon Mall BSD.

Paparan Dr. Kassandra membuat saya merenung, apakah yang sudah saya dan suami lakukan selama 17 tahun ke belakang sesuai dengan metode A to G? Apakah anak-anak kami bisa dinilai cerdas secara intelektual maupun emosional?

Apakah masih ada yang dapat kami lakukan untuk memperbaikinya?

Pembicara kedua, dr Anggi mengingatkan kalau anak yang cerdas itu berawal dari anak yang sehat.

Anak yang sehat itu berawal dari nutrisi yang diasupnya selama masa pertumbuhan.

Nutrisi anak berawal dari kebiasaan orangtua dalam mengkonsumsi makanan dan minuman sehari-hari.

Nah makin tertampar lagi kan saya sebagai ibu yang menjadi pusat kendali asupan harian keluarga. Apakah saya dan suami sudah memberi contoh baik untuk anak-anak dengan menyediakan makanan yang seimbang untuk anak-anak sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka?

Jumlah yang paling banyak untuk dikonsumsi tubuh itu harusnya AIR PUTIH. Sayur dan buah menempati posisi nomor 2 yang harus dikonsumsi paling banyak, kemudian diikuti oleh karbohidrat komplek dan protein. Sementara garam, gula dan minyak justru disarankan untuk dikonsumsi sedikit saja. Komposisi ini lah yang disebut dengan Piramida Gizi Seimbang.

Jadi saat menyajikan makanan untuk anak, piring sebaiknya kita bagi 4 sama banyak antara:

  • Nasi
  • Sayur
  • Lauk
  • Buah

Nah untuk melengkapi kebutuhan Omega 3 dan 6, vitamin juga mineral yang dibutuhkan tubuh anak, kita bisa memberikan Cerebrofort untuk anak usia 1 sampai 12 tahun.

Menurut bapak Johan Leo, saat ini Cerebrofort sudah tersedia dalam bentuk sirup dan gummy (seperti permen) untuk anak yang sudah semakin besar dan sudah punya preferensi (kesukaan). 

Kalau yang bentuk sirup sih saya sudah tau karena waktu saya kecil juga mami rajin memberikan 1 sendok makan setiap hari untuk saya.

Yang menarik untuk Fayra sekarang ini justru yang bentuk gummy, seperti permen tapi berisi minyak ikan tuna dengan kandungan DHA 8 mg dan EPA 2 mg, yang bermanfaat untuk perkembangan otak anak.

Fayra minta Marine Gummy sebagai cemilan, tidak merasa dipaksa minum vitamin. Tentunya saya batasi 1 butir per hari saja.

Owh iya Cerebrofort menyelenggarakan Kids Got Talent untuk  sarana #DukungCerdasnya dan meningkatkan keberanian anak kita loh. Audisinya diadakan di 5 kota besar di Indonesia. Catat jadwalnya nih:

Semoga kita sebagai orangtua bisa berperan penting untuk mengoptimalkan kecerdasan anak kita terutama selama masa pertumbuhan mereka ya.

Semoga anak-anak kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dari kita nantinya. Allahuma aamiin.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn