Setahun Pertama Sekolah Di Qatar

Setahun Pertama Sekolah Di Qatar

Alhamdulillah kekhawatiran akan proses adaptasi anak-anak terutama di sekolah, sudah mulai mengikis.

Banyak orang yang bilang “tenang aja, orang Asian pasti unggul lah di sekolah internasional”.

Mungkin kalo masih di bawah kelas 6 SD iya, proses adaptasi anak akan lebih mudah.

Tapi untuk remaja, terutama Rafa yang pindah kelas 2 SMA (grade 11) … butuh usaha lebih keras untuk penyesuaian proses belajar di sekolah.

Alhamdulillah bulan Juni 2018 … raport pertama Rafa mendapat penghargaan nilai tinggi di kelas, sementara Fayra dapat penghargaan nilai tinggi di kelas sekaligus di angkatannya.

Penghargaan ini biasa diberikan sekolah berkurikulum Amerika dengan ketentuan:

  • Principal’s Honor Roll

Seluruh mata pelajaran harus memiliki nilai minimal A- (90).

  • High Honor Roll

Setiap mata pelajaran harus memiliki nilai minimal B (83) dan nilai rata-rata seluruh pelajaran minimal A- (90).

—-

Bulan September 2018, merupakan tahun ajaran baru di Qatar.

Untuk tingkat High School, sekolah menerapkan kelas Honor dimana semua murid dengan nilai terbaik di sekolah dikumpulkan. Kalau di Indonesia, kita mengenalnya sebagai Kelas Unggulan.

Karena 1 angkatan hanya ada 3 kelas (A-B-C), maka kelas A dibuat sebagai Honor Class.

Ketika pertama kali masuk sekolah ini, Rafa dimasukkan ke dalam kelas C untuk Grade 11. Pihak sekolah memantau perkembangan Rafa selama 6 bulan pertama. Begitu raport Rafa menunjukkan nilai yang cukup tinggi, maka untuk Grade 12 Rafa dimasukkan ke dalam kelas A (Honor Class).

Sebulan pertama di kelas ini, Rafa lumayan kewalahan. Ternyata kelas ini memang luar biasa. Pelajaran  yang diberikan untuk Honor Class memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari kelas lain, oleh karena itu bobot nilai yang diberikan juga berbeda:

  • Regular Class
    • A = 4 points
    • B = 3 points
    • C = 2 points
    • D = 1 poin
    • F = 0
  • Honor Class
    • A = 5 points
    • B = 4 points
    • C = 3 points
    • D = 2 poin
    • F = 0

Ada beberapa anak yang minta keluar dari Honor Class, dan pindah ke kelas sebelah (B atau C). Mereka merasa kesulitan dengan pelajaran yang diberikan di Honor Class dan memilih berada di Regular Class.

Rafa memutuskan untuk bertahan di kelas ini dengan berusaha lebih keras lagi. Alhamdulillah sampai saat ini Rafa masih berada di Honor Class dengan nilai yang terus meningkat.

—-

Bulan Desember 2018, seperti biasa kami menerima Monthly Newsletter dari sekolah. Ini semacam koran sekolah yang dibuat secara digital dan dikirim ke orangtua murid melalui email setiap bulannya.

Kami menemukan karya Fayra sebagai 3 gambar terbaik di kelas seni, sementara nama Rafa tertulis sebagai murid terbaik bulan Desember 2018.

Student of The Month tidak hanya diberikan untuk siswa dengan nilai terbaik, tapi penghargaan ini diberikan untuk siswa yang dianggap bisa menjadi contoh bagi murid lain baik secara akademik maupun secara sosial.

Kebetulan sebulan terakhir memang Rafa sibuk menjadi panitia acara sekolah yaitu School Fair 2018. Dimana Rafa bertugas mencari partner yang bersedia menjadi sponsor di acara sekolah (salah satu diantara yang berhasil mereka dapatkan adalah perusahaan eskrim ternama Baskin Robbins). Rafa juga bekerja sama dengan teman-temannya untuk membuat website dan berbagai material promosi acara ini. Alhamdulillah acara berjalan lancar, pengunjung berlimpah … dan kami (papa mamanya) sampai kesulitan menemui anak ini karena dia sibuk mondar mandir sebagai panitia acara.

—-

Kami memahami bahwa proses adaptasi mereka tentu tidak mudah, tapi masya Allah kami sungguh terharu dengan kerja keras anak-anak selama setahun pertama sekolah di Qatar.

Alhamdulillah ya Allah.

Keep making yourself proud, kiddos … and we will be more proud of you! 😘😘

Share this...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

One thought on “Setahun Pertama Sekolah Di Qatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *