Collaboration Project

Collaboration Project

Saya baru tau beberapa waktu terakhir kalo seorang TemanBaik ternyata hobi menjahit. Beliau bahkan sudah menerima order aneka pouch makeup dan case untuk gadget. Karena beliau juga tau kalau anak saya suka menggambar, maka diajaknya Fayra untuk ikut bergabung dalam projek kolaborasi “Pouch Bergambar” … duh maaf saya gak paham bahasa kerennya apa.

faypouch1

Awalnya Tiwi mengirim 1 buah pouch ke rumah. Sebelum paket datang, Fayra sudah membeli spidol khusus textile di toko buku. Jadi begitu paket sampai di tangannya, langsung dicoret-coret dong. Gak cuma 1 sisi, tapi 2 sisi penuh!

faypouch2

Saya upload ke sosial media, eh dapat komentar dari Pipitta yang tertarik pesan 4 pieces. Untuk nyetok kado kalau teman anaknya ada yang ulangtahun, katanya. Pembicaraan berlanjut via WA untuk tau lebih detil gambar yang diinginkan. Saya juga mengirimkan foto sketsa yang dibuat Fayra di kertas ke Pipit, sebelum Tiwi mengirimkan pouch untuk digambar oleh Fayra. Dan ini lah hasil akhir gambar Fayra pada pouch yang dipesan Pipit:

faypouch3Saya unggah lagi ke media sosial, makin banyak teman yang tertarik untuk ikutan pesan. Saat saya nyetir mengantar jemput ke sekolah, Fayra suka membajak henpon saya untuk follow-up pesanan teman-teman saya. Jiwa bisnis mengalir deras ya, nak! Hahahaha

faypouch4Dibawah ini adalah pesanan seorang teman kantor saya, pouch untuk make-up dan yang satunya untuk alat tulis anaknya. Fayra cari ide sendiri bentuk gambar, sesuai dengan permintaan pemesan. Fayra juga yang memberikan instruksi ke tante Tiwi, kombinasi warna seperti apa yang diinginkan pemesan sampai deadline juga diperhatikan. Cukup detil sih untuk anak umur 9 tahun yang baru belajar bisnis.

faypouch5

 

Fayra juga menambah material yang digunakan (beli krayon khusus kain yang gak luntur saat dicuci), belanja dari uang yang didapat dari bagi hasil dengan tante Tiwi. Tak hanya itu, Fayra juga meminta saya untuk membeli plastik pembungkus supaya pouch yang sudah digambar tidak kotor dan amplop untuk mengirim pouch ke pemesan. Fayra juga ikut setiap saya pergi ke JNE, jadi dia tau benar bahwa hasil karyanya sudah dikirimkan.

Fayra sudah paham dasar konsep bisnis:

  • marketing (upload gambar ke sosmed)
  • menghitung cashflow (tau harga jual, modal, profit dan hasil keuntungan bagiannya)
  • pentingnya packaging (kepikiran untuk membungkus plastik dan amplop sesuai ukuran pouch)
  • berpikiran customer oriented (diskusi langsung dengan pemesan untuk menggali detil jenis pesanan, gambar yang diinginkan, kombinasi warna, dll)
  • memperhatikan timeline (mencatat tanggal pesanan masuk, minta Tiwi menjahit dan mengirim pouch, menyelesaikan gambar dan mengirimkan tepat waktu)

Kadang hari libur sekolah pun digunakan Fayra untuk menyelesaikan pesanan yang masuk. Gak mau diajak jalan-jalan demi ngejar setoran. Hahahaha

faypouch6

Udah tau enaknya hobi yang dibayar nih. Kesukaannya menggambar bisa menghasilkan uang yang digunakan untuk beli alat gambar lagi. Gitu aja Fayra udah seneng banget.

Dibawah ini pesanan dari tante Yeye berupa gambar kuda Fluttershy dari film seri kartun My Little Pony, pesanan dari bekas walikelas Fayra berupa gambar dirinya sedang mengajar di depan kelas, pesanan dari teman kantor papanya berupa gambar fashion icon, pesanan dari teman sekolahnya berupa gambar siluet dirinya.

faypouch7

Saya sempat menghentikan pesanan yang masuk, saat Fayra menghadapi ujian mid semester di sekolah. Kebetulan saat itu Tiwi juga lagi ada projek besar di kantornya yang membuatnya sibuk luar biasa dan kewalahan untuk menjahit di sela waktunya mengurus keluarga dengan 2 orang anak di rumah.

Duh sungguh saya tidak menyangka mendapat respon yang begitu luar biasa dari teman-teman semua. Terima kasih atas komentar berupa penyemangat untuk Fayra sampai pesanan yang dilayangkan. Saya mohon maaf kalau produk yang dihasilkan kurang memuaskan. Tapi saya menghargai usaha Fayra dalam mengimplementasikan bisnis yang setiap tahun dipelajari di sekolah saat Entrepreneurship Day. Terima kasih juga untuk Tiwi yang sudah mengajak Fayra dalam projek iseng-iseng menyenangkan ini.

Semoga ini sebagai awal langkah Fayra menuju cita-citanya menjadi seorang designer.

Bisa ikut mengaminkan doa saya?

Share this...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

4 thoughts on “Collaboration Project

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *