Browsed by
Tag: family trip

Liburan Awal 2012

Liburan Awal 2012

Rafa tanya “kenapa sih ma, kalo kita liburan itu perginya selalu mepet sebelum masuk sekolah?

Saya dan Papa nya menjelaskan, kondisi liburan itu dinamakan Peak Season. Dimana semua orang ingin berlibur, menyebabkan harga penerbangan dan hotel menjadi sangat tinggi alias mahal.

Saya balik tanya “kamu mau jalan-jalan di awal liburan, setelah itu bosan dirumah 3 minggu sisanya. Atau bosan dirumah 3 minggu, baru asyik jalan-jalan?

Rafa langsung menjawab “iya enak kaya gini aja deh ma. Bosan dulu, abis itu jalan-jalan. Trus istirahat 2-3hari, balik ke sekolah jadi semangat

Alhamdulillah senangnya anak udah bisa diajak diskusi.

Liburan kali ini, kami membuat 3 alternatif tujuan:

  1. Pulau Seribu
  2. Garut
  3. Bandung

Pulau Seribu dibatalkan mengingat cuaca yang lagi agak kurang bersahabat akhir-akhir ini. Khawatir ombak besar, sementara ini akan menjadi perjalanan pertama anak-anak menggunakan kapal laut (ferry / speed boat). Takutnya pengalaman pertama mereka, malah bikin mereka gak nyaman.

Garut dibatalkan setelah uti dan akung menunda kedatangannya ke Jakarta. Akung masih harus menjalani fisio terapi seminggu sekali. Jadi mungkin ke Jakartanya ditunda 1-2 bulan ke depan sampai pengobatan akung tuntas.

Akhirnya kami cuma pergi ke Bandung ajah. Tujuan utama leyeh-leyeh alias istirahat. Jadi jadwal tidak dibuat padat. Lebih banyak menikmati hotel dan kumpul keluarga.

Hari pertama (Kamis, 5 Jan 2012) begitu sampai di Bandung, kami langsung menuju Museum Geologi.

Masuk sini serba GRATIS loh. Di pintu masuk, kita cuma diminta mengisi data diri di buku tamu. Parkirnya gratis juga. Kami sempat menonton film di Auditorium tentang sejarah terbentuknya benua di muka bumi. Kemudian kami menuju sayap timur untuk melihat sejarah kehidupan.

Alhamdulillah museum ini sangat terawat dan bersih. Sempat ke toilet mengantar Fayra, kondisinya bersih juga. Kami lanjut ke sayap barat untuk melihat ruang Geologi Indonesia. Disini diperagakan batuan dan mineral, gunung api, dan kegiatan penyelidikan geologi di Indonesia. Sayangnya lantai 2 masih ditutup untuk renovasi.

Berbeda dengan Rafa yang sangat antusias di dalam museum ini, Fayra komentar “aku gak suka museum ini. Isinya cuma tulang tengkorak dan batu doang“. Rafa coba menghibur “tapi batu-batunya bagus loh Fay. Lihat tuh stalaktit, belerang dan batu kristalnya keren banget“.

Hari kedua (Jumat, 6 Jan 2012) kami menikmati hotel aja.

Kami menginap di Padma Hotel. Milih kamar yang ada bak mandinya. Jaga-jaga kalo anak-anak minta berenang, tapi diluar hujan. Padahal sih mamanya Rafayra malas keluar kamar hehehe.

Ternyata kolam renangnya ada air hangat. Karena posisinya di pinggir lembah Ciumbuleuit, jadi hawa nya tetap aja dingin. Hotel ini memberikan compliment berupa Afternoon Tea (jam 15:30 – 17:00) dan Breakfast (jam 06:00 – 10:00). Minuman hangatnya gak cuma teh dan kopi, tapi lengkap ada bajigur dan aneka jamu tradisional. Makanannya juga dari waffle, pancake, sampai surabi dan jajan pasar (rebusan ubi, singkong, getuk, putu mayang, dll).

Alhamdulillah karena anak-anak masih dibawah usia 12 tahun, semua itu berlaku gratis juga untuk anak-anak. Pemandangan bagus, makanan enak-enak (western food dan makanan tradisional), pelayanan memuaskan, kondisi hotel juga sesuai lah.

Setelah berenang dan sarapan, kami keliling kawasan hotel. Ternyata selain menyediakan meeting room, chapel untuk tempat menikah, Jacuzzi, kolam renang anak, kolam renang dewasa, fitness center dan spa, hotel ini juga menyediakan arena untuk anak-anak. Ada jungle tracking, wall climbing, lapangan basket dan bola ukuran kecil, juga ada tempat pelihara burung dan angsa.

Saya gak mau kalah dong, ikut main bola sama Rafa dan papanya. Fayra yang melihat petugas menyebar pupuk kandang (kotoran sapi dan kuda) ke semua rumput, memilih pegang kamera dan foto-foto dari pinggir aja. Takut celana panjang dan sendalnya kotor, katanya. Princess banget ya anak gw *tepok jidat*.

Setelah check out dari Padma, kami janjian ketemu mbah mami (ibu saya) dan keluarga kakak saya di salah satu FO di Jl. Riau. Ibu-ibu belanja baju untuk anak-anak, sementara Rafa dan bapak-bapak sholat Jumat. Setelah makan siang, kami check in ke Aston Braga. Seru juga yah rame-rame menginap di condotel isi 3 kamar.

Hari ketiga (Sabtu, 7 Jan 2012) kami pergi ke Rumah Stoberi di Lembang.

Harusnya formasi liburan kali ini, lengkap dari sisi keluarga saya. Sementara awal 2011, formasi liburan keluarga lengkap Masguh. Sayangnya Kamis malam, dapat kabar kalau adek saya sakit. Padahal Heri sudah dapat cuti kantor dari Jumat sampai Senin. Flu nya agak berat, takut menularkan anak-anak. Jadi gak bisa nyusul ke Bandung deh.

Alhamdulillah kesampaian ngajak Mami liburan bersama cucu-cucunya. Padahal baru seminggu sebelumnya mami pulang dari Brisbane – Australia menemani adiknya natalan di sana. Tapi ketika diajak liburan, mami dengan semangat menyanggupi.

Kalau liat foto diatas, ketauan deh saya paling bogel di keluarga. Dibanding kakak, adik dan mami … saya paling pendek dan memiliki ukuran kaki yang kecil (padahal 38 loh). Bersyukur sih gak terlalu besar seperti mereka, karena saya jadi mudah mencari pakaian dan sepatu. Gak harus repot cari ukuran besar *ngeles aja, padahal mah malu pendek sendiri* Hehehe

Senangnya mengawali tahun 2012 dengan liburan. Bisa melupakan sejenak kegiatan rutin (kantor dan sekolah), menguatkan tali kekeluargaan, juga benar-benar nge-charge baterai diri kami. Semoga bisa lebih semangat menjalani tahun 2012 ini. Amin.

Life is good, it will be better if we can enjoy it!

Family Trip 2011

Family Trip 2011

Yuhuuuu … apalagi yang lebih asyik dari mengawali tahun 2011 kalo enggak dengan jalan-jalan?

Alhamdulillah tgl 6-9 Jan 2011 kemarin kami berkesempatan untuk melakukan liburan rutin keluarga. Kali ini gak cuma kami ber4, tapi total 9 orang karena uti-akung-ayah-bunda-bangky ikut juga. Jadi keluarga dari masguh lengkap deh (yah secara keluarganya itu doang hihihihi uti anak tunggal – akung anak tunggal – mrk punya anak cuma masguh + adeknya).

Ini trip terjauh dengan formasi lengkap kami. Biasanya maksimum cuma sekitar pulau Jawa aja. Seru, rame, tapi agak ribet juga ternyata. Disini saya akan share, beberapa tips n trick untuk liburan keluarga murah meriah:

  • Paling enak jumlah peserta maks 4 orang
  • Ternyata makin banyak peserta jalan-jalan, makin ribet hehehe. Walau udah susun itinerary dengan seksama, dibarengin dengan ancaman “pokoknya harus nurut, kalo mo punya acara sendiri gak usah pergi bareng gw!“.

    Kenyataan di lapangan, kita harus liat kondisi semua peserta juga. Karena titik capek tiap orang kan beda-beda. Apalagi kemarin bawa 3 orang anak + 2 orang tua. Kalo melihat ada yang capek banget, ya terpaksa ada beberapa tujuan yang dibatalkan supaya bisa cepat balik ke hotel dan istirahat. Alhamdulillah selama perjanan 4hr kemarin gak ada yang sakit, walau cuaca lagi gak bagus. Kadang ujan, tiba-tiba panas dan seringnya mendung.

  • Bagasi nya min 7KG per orang
  • Untuk keluarga yang berpergian dengan menggunakan BUDGET AIRLINE alias penerbangan murah, jangan coba-coba berani beli tiket TANPA BAGASI. Kecuali kalo mau repot bawa beberapa tas kecil dan ditaruh cabin aja.

    Berdasarkan pengalaman beberapa kali jalan, ternyata bisa disimpulkan bawaan kita itu sekitar 7Kg per orang. Jadi salah besar saat kemarin pergi ber 6 (yg 3 beda pesawat), kami cuma ambil bagasi 30Kg. Di airport ternyata kelebihan 4Kg, dan diminta membayar kelebihan bagasi senilai 200rb (waktu beli tiket di web udah ada warning, kalo bayar di erpot skitar RM20/kg). Saat pulang pun harus bayar lagi, tapi disuruh ambil paket 10Kg aja bayar SGD10.

    Gak salah deh kalo kapasitas cabin yang gratis itu cuma 7kg/orang, karena ternyata pergi 4hr tuh bawaan kita seberat itu.

    Kalo penerbangan regular harga tiket biasanya sudah termasuk bagasi 32Kg + cabin 7Kg. Jadi memang harga tiket lebih mahal dari pada budget airline. Harus waspada juga saat pulang, karena kalo kita keasyikan belanja … bisa jadi lebih berat lagi tuh bawaannya. hehehe

  • Pilih Hotel atau Apartemen
  • Kapasitas penghuni kamar dengan tempat tidur ukuran queen (160x200cm) paling ideal adalah maksimal 3 orang.

    Hotel biasanya memiliki 2 tipe kamar. Ada queen bed room (1 tempat ridur berukuran 160 x 200cm), ada juga yang twin bed room (2 tempat tidur berukuran 100x200cm). Petugas hotel memberikan keleluasaan 1 kamar untuk dihuni maksimal 2 dewasa + 2 anak.  Tapi lihat ukuran anaknya juga yah hehehe

    Apartemen juga memiliki beberapa tipe kamar. Ada kamar yang berisi 1 King Bed (200x200cm), ada juga kamar yang berisi 2 Queen Bed (160x200cm). Tetapi pemilik apartemen suka membatasi jumlah penghuni kamar maks 4 dewasa. Kalau bawa anak kecil, suka dikasih kelonggaran … bisa 6-7 orang per kamar.

    Kenapa gak pilih apartemen? Karena kamar terbesar di apartemen cuma bisa ditempati maks 6 orang per kamar. Jadi agak tanggung kalo ambil 2 kamar besar untuk kami yang cuma ber 9.

    Karena pergi ber9, kami mengambil 3 kamar hotel dan mengatur posisi tidur 3 orang per kamar (2 dewasa + 1 anak). Apalagi 2 dari anak kami udah lumayan besar-besar. Tidur ber3 sama Rafa tuh udah harus waspada gelundung ke lantai. Karena tinggi badan Rafa sudah sedagu saya. Jadi biar adil tiap kamar ber3 deh tuh.

  • Sarapan
  • Ada hotel yang memberikan sarapan gratis untuk 2 dewasa + anak , ada juga yang hanya memberikan sarapan gratis hanya untuk 2 dewasa sementara anak2 harus bayar 1/2 porsi dewasa (tarif normal sarapan hotel). Ini karena menghitung kapasitas penghuni hotel = 2 orang per kamar.

    Karena kami pergi rombongan, kami memilih sarapan diluar. Biaya hotel tanpa sarapan selisihnya $10-50 per kamar (tergantung hotelnya). Sementara untuk sarapan diluar biasanya cuma $4/org. Cukup segitu? iya lah sarapan kan bukan makan siang yang harus lengkap menu berat. Jadi bisa lebih murah.

  • Pilih Taxi atau Kereta/Bus
  • Ada beberapa negara yang membatasi penumpang taxi seperti Singapore. 2 anak dihitung sebagai 1 dewasa. Kapasitas taxi maks 4 dewasa (1 depan + 3 belakang). Kalau lebih dari 4 orang disarankan menggunakan MaxiCab yang kapasitasnya 7 dewasa.

    Karena kami 9 orang jadi harus misah 2 taxi, sementara gak cukup juga di MaxiCab. Dengan 2 taxi, sampai ditujuan harus cari-carian atau tunggu-tungguan. Asli ribet banget.

    Akhirnya disepakati untuk selalu naik MRT atau Bus biar bareng terus ber9 naik dan turunnya.

Nah gitu deh seru dan repotnya pergi rombongan agak besar. Cerita lengkap per tempat wisata di postingan berikutnya yaaaa

Cirebon 1 malam

Cirebon 1 malam

Hedeeehh judulnya kaya judul lagu dangdut yang lagi ngetop di youtube ajah. Tapi cuma itu yang menggambarkan perjalanan kami ke Cirebon pertama kalinya ini. Dan tujuan perjalanan kami ke kota Brebes, jadi di Cirebon kami hanya singgah dan istirahat tengah malam.

Berangkat naik mobil dari BSD jam 5 sore, kami tiba di Cirebon jam 10 malam. Alhamdulillah udah dibookingin hotel sama Teh Thita yg kebetulan lagi mudik. Walau sayangnya gak bisa ketemu teteh, karena sebelum kami berangkat teteh sudah dalam perjalanan pulang.

Keluar tol Cirebon, kami langsung menuju tengah kota dan mencari jalan Siliwangi. Walau hampir larut malam, hotel Sare Sae dapat kami temukan dengan mudah. Kalau naik kendaraan umum, dari stasiun kereta cuma 200meter. Becak juga banyak di depan hotel. Jadi kalo mau jalan-jalan dari hotel gampang.

Setelah kami check-in dan menaruh tas, kami langsung keluar mencari tempat makan yang masih buka jam 10 malam gini. Tersebutlah seafood H. Moel yang terkenal di Cirebon.

Seafood H. Moel

Seafood & Chinese Food
Jl. Kalibaru Selatan 31 Cirebon
Telpon: 0231-247-642 (melayani pesan antar)

Kalo mo makan seafood di Cirebon, datang deh kesini. Menurut teman-teman asli Cirebon, menu yang paling ngetop itu UDANG BAKAR. Begitu juga menurut review wisata loka.

Ternyata gak salah deh. Emang udang bakarnya mantab banget. Makanan disini gak mahal juga kok. Rata-rata Rp 10,000 per porsi (misal cah kangkung, kerang rebus, dll) kecuali si udang ngetop ini yah. 1 piring berisi 10 ekor udang yang ukurannya lumayan besar, harganya Rp 60,000 per porsi. Bumbu yang top banget, pedas – manis – gurih. Rafa aja gak berenti berenti makanin. Sayang Fayra gak kuat pedasnya, dan milih makan telur puyuh yang ada dalam cah kangkung.

Waktu baca review di detikfood, kami langsung aja minta menu yang sama yaitu Kakap Cobek. Tapi karena sampai tempat makan ini sudah jam 11 malam, kakap nya sudah habis terjual.  Diganti sama bawal bakar deh.

Enyak, murah, puas.

Hotel Sare Sae

website: http://saresae-hotel.blogspot.com
Jalan Siliwangi No.70 Cirebon
Telp. 0231-209489

Dalam bahasa Sunda, Sare artinya tidur  – Sae artinya enak/bagus. Nama hotel ini sederhana banget yah … tidur nyenyak. Harapan pemilik hotel supaya tamu yang datang bisa tidur dengan nyenyak di penginapan ini.

Kami mengambil tipe kamar Deluxe dengan harga Rp 300,000 per malam. Karena kami ber5 (mami ikut), jadi kami pilih twin bed yang katanya berukuran 120x200cm. Ketika kami tiba disana, semua kamar sudah penuh. Hanya tersisa kamar kami karena memang sudah dipesan dari pagi hari. Kami kecewa ketika menemukan ukuran tempat tidur tidak seperti yang dikatakan saat teh Thita pesan kamar, ukuran tempat tidurnya hanya 100x200cm saja. Kami pun pesan 1 kasur tambahan dengan harga Rp 100,000. Sementara ukuran tempat tidur yang single bed, besar sekali … tapi sayang tidak bisa pindah kamar karena semua kamar penuh.

Tempat tidur kiri diisi saya + fayra, tempat tidur kanan diisi mami seorang, sementara extrabed diisi masguh dan Rafa. hihihihi kasian banget deh cowok-cowok dilantai. Tentunya kami tambah gelar bedcover supaya kalo Rafa miring-miring, gak langsung ke lantai. Dingin banget soalnya.

Sekilas hotel ini lebih cocok disebut losmen. Melihat bentuk bangunan nya memang seperti penginapan jaman saya kecil. Bangunan utama untuk kantor pengelola dan penerima tamu, bangunan di kiri digunakan untuk restoran, sementara jejeran kamar berada dibangunan belakang dua lantai. Di depan kamar ada kolam panjang yang memisahkan halaman kamar dengan tempat parkir mobil. Sangat sederhana, baik bentuk bangunan maupun material yang digunakan dalam bangunan.

Maaf saat ngambil foto diatas saya lupa menutup kloset. Apakah menjijikan? Duh maaf banget bukan fotographer majalah design rumah soalnya. Saya foto begitu masuk kedalam tanpa merubah posisi barang apapun yang ada didalam kamar mandi ini.

Beginilah kondisi kamar mandinya. Lantai dari batu koral, bak mandi terbuat dari tembikar atau tanah liat, lengkap dengan gayung.

Konsep hotel ini memang kembali ke alam. Semua bagian dari hotel ini bernuansa tradisional alami. Walau demikian, air yang mengalir dari pancuran lengkap dengan air panas. Ada tuas di kiri bak yang bisa kita geser ke kanan untuk air biasa, dan geser ke kiri untuk mengucurkan air panas. Jadi jangan khawatir, semua sudah dipikirkan oleh pengelola hotel. Jadi ini memang hotel nostalgia …. bangunan seperti losmen, tapi pelayanan hotel.

Pelayanan hotel yang diberikan seperti layaknya hotel modern lain. Di kamar mandi disediakan sikat gigi, pasta gigi, sabun, shampo, tisu, dan lain-lain. Lengkap dengan 2 buah handuk besar dan handuk kecil yang digantung di kayu/rotan. Pintu kamar mandi menggunakan gebyokan kecil. Itu loh pintu yang ada ukirannya.

Kamar dilengkapi dengan TV, kulkas kecil, lemari pakaian dari campuran kayu dan bambu. Petugas juga menyediakan air minum biasa dan termos air panas. Kalau kita bawa mobil kesini, besok pagi mobil kita sudah kinclong dicuci oleh petugas hotel. Itu semua bagian dari service mereka.

Sarapan disediakan gratis di ruang makan seperti foto diatas. Menunya nasi uduk lengkap dengan minuman teh atau kopi. Tapi karena waktu kami sangat singkat disini, kami tidak merasakan masakan hotel. Kami sengaja check-out hotel pagi-pagi untuk bisa mampir wisata kuliner di Nasi Jamblang Mang Dul.

Review kami atas hotel ini:

  • Murah meriah 300rb dengan pelayanan memuaskan sudah termasuk makan pagi dan cuci mobil.
  • Hotel sangat bersih dan terawat.
  • Konsep hotel traditional alami. Jadi kalau gak suka yang jaman dulu (jadul), pasti akan menilai hotel ini kemahalan dibanding tampilannya. Padahal pelayanannya beneran seperti HOTEL loh. Puas deh
  • Kalau bawa anak kecil, sebaiknya ambil tipe single bed deh. Jadi tempat tidurnya besar.

Nasi Jambang Mang Dul

Semua orang bilang kalo nasi jamblang itu makanan khas Cirebon. Kami penasaran kaya apa sih nasi jamblang itu? Maka mampirlah kami ke Mang Dul yang sangat tersohor. Jam 6 pagi aja, tempat ini sudah ramai pembeli.

Saat kita masuk, disambut dengan meja kasir. Sisi kanan berisi deretan kursi dingklik panjang seperti diwarteg tapi disini tanpa meja tinggi. Sisi kanan ada sebuah meja panjang dengan beberapa baskom berisi berbagai macam lauk pauk. Nasinya dibungkus daun jati, diletakan dalam piring plastik. Kita pilih sendiri mau lauk pauk apa dari baskom-baskom yang tersedia.

Sambalnya agak aneh menurut saya, karena tidak diulek hanya cabai iris tipis. Jadi gak berasa makan sambel. Lauk pauk yang paling digemari: tahu – tempe goreng, empal, paru goreng.

Rafa ngabisin 2 bungkus nasi dengan 5 macam lauk. Asyik aja makan sendiri gak peduli adeknya gangguin disebelahnya. Kami berlima … cuma abis 60rb-an.

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Brebes. Insya Allah kapan-kapan kami akan kembali ke Cirebon dengan niat liburan. Supaya kami bisa mampir ke keraton, kampung batik, dan wisata kuliner tentunya.

Singapore D3

Singapore D3

Hari ini hari terakhir kami di Singapore. Setelah sarapan kami beresin semua bawaan karena malam ini kami harus balik ke Jakarta. Kebetulan hari ini nte Tiwi baru datang ke Singapore dan menginap di sekitar Orchad, jadi kami bisa titip koper disana.

Setelah nitipin koper, kami jalan-jalan ke sekitar Orchad sampai makan siang di Lucky Plasa. Setelah itu naik taxi ke Tampines untuk berburu IKEA. Endonesah banget yah hihihihi. Maklum semangat punya rumah baru, jadi nyari pernak pernik mumpung disini.


Menjelang sore balik lagi ke hotel tempat nte Tiwi nginap, masukin barang ke dalam koper dan siap-siap ke erpot untuk pulang ke Jakarta.

Rincian biaya liburan di Singapore nya dipostingan selanjutnya yah. Biar detil semua ditulis nanti.

Semua posting tentang Singapore bisa dilihat disini

Sentosa – Singapore D2

Sentosa – Singapore D2

Walau belum puas menikmati Science Center, kami harus terus melanjutkan perjalanan ke Sentosa Island. Lumayan jauh dari Jurong ke Sentosa, beneran ujung ke ujung nya Singapore. Tapi karena naik MRT, perjalanan menempuh waktu hampir 1/2 jam.

Sentosa ini merupakan Integrated Resort di Singapore.  Selain menyajikan keindahan pantar, Sentosa makin melengkapi fasilitas didalamnya. Ada hotel, casino, restoran, tempat belanja, juga wahana permainan. Semuanya dibuka secara bertahap mulai tahun 2010 ini. Total luasnya 49 hektar.

Begitu turun MRT di stasiun Harbour Front (Vivo City), kami lanjut naik Sentosa Express dari lantai 3 Vivo City. Harga tiket Sentosa Express return (PP) adalah SGD3 per orang.

Sampai di Sentosa terlihat antrian di depan loket penjual tiket Song of The Sea. Kami langsung ikut ngantri, dan dapat tiket untuk yang jam 20:40 alias pertunjukan terakhir (1 hari ada 2 show). Harga tiketnya SGD10/orang.

Karena banyak atraksi yang belum buka, kami langsung naik Siloso Beach Tram. Fay mau main dipantai!!

Sayangnya gak bawa baju ganti. Jadi Rafa dan Fayra gak bisa puas main pasir dan cuma nyeburin kaki ke air. Mana Fayra sempat jatuh di pasir, udah bajunya basah … lengket pasir pula. Nunggu agak kering sambil kibas-kibasin buang pasirnya.

Ketika matahari terbenam, kami kembali naik Siloso Beach Tram ke tempat pertunjukan Song of The Sea. Antrian udah lumayan panjang disana. Padahal penonton show pertama baru aja masuk arena. Sistem kursinya siapa cepat dia dapat, jadilah kami ikut ngantri sampai pertunjukan pertama selesai dan pintu dibuka untuk pertunjukan berikutnya.

Song Of The Sea Show ini bercerita tentang seorang pemuda bersuara merdu bernama Li. Bersama dengan teman-temannya, mereka bernyanyi dalam usaha untuk membangunkan Putri Ami yang terkena kutukan. Pertunjukkannya yang didukung oleh teknologi tinggi ini menyajikan permainan air, efek cahaya dari sinar laser dan juga kembang api. Kalau di Indonesia mirip dengan Air Mancur Menari (Dancing Fountain) yang ada di Grand Indonesia tapi Songs of the Sea ini lebih canggih dan ada alur ceritanya. (nyontek dari sini)

Ceritanya kombinasi antara beberapa aktor didepan barisan kursi penonton dan beberapa icon yang ditampilkan dalam layar. Air mancur menari dijadikan layar, dikombinasikan dengan sorotan laser berbagai warna. Suara yang disajikan semuanya rekaman. Jadi para aktor tinggal joget-joget sambil pura-pura nyanyi didepan.

Pertunjukan berlangsung selama 1jam. Hampir 90% kursi penuh oleh penonton. Dari anak-anak sampai orang dewasa semua terpukau oleh pertunjukan ini. Lagu-lagunya enak. Rafa ama Fay aja menikmati banget. Dari Sentosa kami langsung kembali ke hotel untuk istirahat.

Tips ke Sentosa:

  • Sebaiknya luangkan waktu 1 hari penuh supaya bisa melihat seluruh Sentosa Island.
  • Bawa baju ganti dan peralatan mandi, supaya anak-anak bisa bermain dipantai sampai puas.
  • Kalau naik MRT, sebaiknya beli tiket Sentosa Express langsung PP. Saat pulang biasanya semua orang balik setelah Song of The Sea show terakhir. Jadi keretanya penuh dan antrian tiket kreta juga panjang.

Semua posting tentang Singapore bisa dilihat disini