Browsed by
Tag: Qatar Central Market

Doha Wholesale Market

Doha Wholesale Market

Alhamdulillah hari ini puas banget diajak sesama penduduk BSD cabang Doha, mba Nana, keliling Doha Wholesale Market atau yang biasa disebut Qatar Central Market.

Pasar ini merupakan pasar induknya Qatar. Gak heran kalo buah dan sayuran yang dijual juga dalam kapasitas besar.

Kami parkir mobil di depan Souq Al Baladi. Dalam bahasa Arab, SOUQ berarti PASAR.

Tapi Souq Al Baladi di sini merupakan sebuah supermarket yang menjual segala rupa, dengan mengutamakan hasil produksi dalam negeri. Sejak diblokade oleh beberapa negara tetangga, Qatar berjuang memenuhi kebutuhan pangan negara dengan bercocok tanam juga mengembangkan perternakan sendiri untuk menekan kenaikan harga akibat ongkos kirim yang lebih besar karena bahan pangan dikirim dari negara yang lebih jauh. Nanti saya cerita tentang hal ini di posting terpisah yah.

Dalam Souq Al Baladi kita tidak boleh mengeluarkan kamera. Sudah jelas ditempel peringatannya di pintu masuk supermarket. Mengambil foto atau merekam video menggunakan kamera hape pun dilarang.

Di bagian belakang ada bangunan yang menempel pada Souq Al Baladi dengan tulisan FRESH CHICKEN. Sesuai namanya, dalam tempat ini dijual aneka unggas segar. Kita bisa milih bebek, burung puyuh, ayam, bahkan kalkun dalam kondisi masih hidup di dalam kerangkeng besi, setelah membayar kita tinggal minta petugas untuk potong hewan tersebut secara Islam (dibacakan doa sebelum dipenggal lehernya). Tenang saja, kita akan menerima unggas sudah dalam kemasan plastik dengan kondisi sudah dibersihkan bulu dan bentuk potongan sesuai permintaan.

Kami keluar dari pintu belakang supermarket, kemudian berjalan kaki ke arah belakang menuju KILO MARKET dimana dalam pasar ini dijual buah dan sayur kiloan. Kebetulan mba Nana mempunyai tukang langganan yang sudah bisa berbahasa Indonesia. Menurut cerita beliau, saking rutinnya mba Nana dan teman-teman Indonesia ke sini, bapak penjual rajin bertanya nama sayur dan buah dalam bahasa Indonesia kemudian menghafalnya.

Seperti terlihat ingin menambah wawasan kami, si bapak rajin menerangkan setiap sayur/buah dalam bahasa Arab dan India. Beliau terlihat senang ketika kita mengucapkan ulang nama benda tersebut. Gak cuma dapat sayuran murah, di sini kita jadi belajar nama-nama sayur dalam 4 bahasa (Inggris, Indonesia, Arab dan India). Hehehe

Alhamdulillah kerusakan dompet di Kilo Market hari itu cuma QAR 10 saja, saya bisa dapat kangkung + daun bawang + tomat + romain lettuce. Masya Allah bisa numis kangkung dengan harga terjangkau di tanah rantau 💃🏼 … sungguh kenikmatan tersendiri.

Dari situ kami meneruskan jalan kaki lagi ke bagian WHOLESALE MARKET dimana dalam pasar ini dijual buah dan sayur dalam skala besar. Biasanya sayur dan buah ditempatkan dalam kotak atau karungan.

Tomat yang biasa di supermarket harga QAR 6 cuma dapat 5 butir, di sini kita bisa beli QAR 5 dapat 1 box berisi 6 Kg 😅

Saya pun sempat ditawari kentang 1 karung isi 7 Kg dengan harga QAR 15. Kapan abisnya nanti kalo cuma dimakan 4 orang 😅

Cabe sekilo QAR 10, padahal Lulu lagi ada program diskon dengan harga QAR 18 yang terbilang murah karena biasanya harga cabe bisa sampe QAR 30 per kilo.

Beneran musti bawa teman minimal 3 orang kalo ke sini. Supaya ada teman sharing belanjaan.

Ada lagi tempat jual karungan besar atau peti, yang letaknya di belakang Wholesale Market. Di bagian ini dijual sayur dan buah dalam skala lebih besar lagi. Ukuran kapasitas isi karungnya bisa mencapai >10 Kg. Ada juga yang dijual dalam bentuk peti kemas.

Nah kalo di bagian pasar yang ini kita masuk menggunakan mobil … penjualnya akan menghampiri pembeli untuk menawarkan dagangan dan transaksi melalui jendela mobil saja.


Masih naik mobil, kami lanjut ke OMANI MARKET. Diberikan nama seperti itu karena sebagian besar penjual di sini berasal dari negara Oman. Dalam pasar ini dijual ikan asin, jual alat berkebun dan tanaman, sampai ada yang jual tikar dan tembikar.

Alhamdulillah puas banget hari itu saya diajak mba Nana keliling Central Market. Sayangnya kami cuma tidak sempat ke bagian ikan dan daging2an gitu (FISH MARKET) karena hari sudah semakin siang, waktunya menjemput anak-anak dari sekolah.

Mau tau luasnya total QATAR CENTRAL MARKET ini?

Yah kira-kira 10x lebih besar dari PasMod BSD lah.

Buka dari jam 6 pagi sampe jam 10 malam.

Bisa dilihat pada video di bawah, pasar di negara Arab sudah pasti didominasi oleh laki-laki, karena di sini memang yang belanja itu laki-laki. Istri cuma di rumah mengolah dan menyajikan saja. Meskipun aman, tapi agak risih aja kalo kita pergi sendiri. Makanya begitu diajak mba Nana, saya langsung semangat ikut.

Kalaupun ada warga Qatari perempuan yang ke pasar biasanya nenek usia lanjut yang dikawal supirnya. Di sana pun saya cuma melihat 2-3 orang perempuan pendatang yang ada dalam pasar, ditambah mba Nana dan saya sebagai turis. Iya cuma kami lah yang tadi ke pasar bawa kamera profesional, kurang nuris apa lagi kan? Hahahaha

Blusukan di Doha Wholesale Market . . #merantaudidoha #seemydoha

A post shared by De (@punyade) on

Apakah saya akan balik lagi ke pasar ini?

Kalo saya nerima pesanan makanan atau katering, sudah pasti akan rutin ke sini.

Tapi kalo cuma belanja untuk kebutuhan makan 4 orang di rumah aja kok ya mending ke supermarket dekat rumah tinggal jalan kaki dan gak harus beli sesuatu dalam jumlah banyak. Kecuali kalo ada teman lain deh baru mau ke sini, lumayan bisa sharing pembelian dalam jumlah besar.

 

Harga sayur dan buah di pasar ini mengikuti musim di negara asalnya. Kalo di eropa lagi musim stoberi, ya kita bisa beli stoberi dengan harga murah di Qatar. Begitupun kalo cabe Thailand dan Indonesia lagi berhamburan di pasar, maka harga di Qatar juga turun.

Meskipun Qatar diblokade beberapa negara tetangga, harga bahan makanan relativ standar karena ongkos kirim disubsidi pemerintah. Alhamdulillah pemerintah Qatar selalu menjaga agar tidak ada kenaikan harga bahan pangan, termasuk di bulan ramadhan sekalipun.

Coba kalo di Indonesia, menjelang bulan puasa harga bahan pangan naik, tapi begitu udah lewat lebaran … harganya gak turun signifikan.

Bukan begitu ibu-ibu?