Browsed by
Category: Family

Keluarga Dimanja Qatar

Keluarga Dimanja Qatar

Sejak ditemukannya minyak dan gas bumi, Qatar mendadak menjadi negara kaya raya. Padahal sebelumnya penghasilan penduduk negeri ini kebanyakan dari nelayan dan ternak mutiara. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), pendapatan per kapita negara sudah mencapai lebih dari US$100,000.

Dengan pendapatan tersebut, Qatar menjadi negara yang sangat ‘meRAJAkan’ penduduknya. Setiap Qatari yang lahir, sudah mendapat jaminan dari pemerintah untuk asuransi, rumah dan pendidikan. Mereka bebas mau sekolah ke belahan dunia manapun karena biaya dan uang sakunya ditanggung oleh pemerintah. Begitu selesai SMA, berapapun nilai yang mereka peroleh, tetap diterima di universitas negeri yang tersedia di Qatar. Begitu lulus, pemerintah pun menjamin mereka untuk bekerja di bidang apapun sesuai minatnya. Kalau mereka menikah sesama Qatari, maka pemerintah akan memberikan rumah beserta pembantu dan supir. Untuk laki-laki, mereka diijinkan memiliki maksimal 4 orang istri.

Beda banget sama kita yang beli motor bebek aja boleh nyicil ya. Mereka mah gak kenal KPR. Hahaha

Pemerintah Qatar juga bisa dibilang meMANJAkan para pendatang yang mendominasi lebih dari 70% total penduduk. Setahun tinggal di sini, kami bisa menikmati berbagai museum tanpa tiket masuk, aneka hiburan gratisan (Fireworks, Airshow, Lightshow, dll), perpustakaan mewah tanpa ada biaya pinjam buku, masjid yang dilengkapi dengan karbet tebal nan harum dengan AC yang dingin, berbagai fasilitas umum yang bersih dan terawat, juga asuransi kesehatan yang murah dengan peralatan RS yang canggih.

Kadar manja yang diberikan, berbeda antara penduduk yang sudah berkeluarga dan yang masih sendiri (single). Seperti antrian saat saya mendaftar Hamad Card, selain dipisahkan antara antrian pria dan wanita …. ternyata sampai di dalam ruangan masih dipisah lagi antrian untuk yang berkeluarga dan yang belum menikah. Teman saya sempat nyeletuk “wah gw sebagai jomblo merasa terdiskriminasi nih“, ketika dia harus masuk ke loket yang berbeda.

Saya menemukan beberapa SIGNAGE yang menunjukan betapa KELUARGA DIMANJA di Qatar, diantaranya:

  • KURSI TUNGGU

Kita bisa menjumpai kursi bertuliskan FAMILY SEATING di berbagai ruang publik seperti bandara, lembaga pemerintah, rumah sakit, dll. Biasanya setiap 4 kursi diberi batas sebuah meja.

Jika saya pergi tanpa suami, saya memilih duduk di bagian ini kalau memang tidak ada ruang tunggu khusus wanita. Karena biasanya yang paling banyak duduk di kursi ini adalah ibu dan anak-anak.

  • TOILET

Toilet untuk pria dan wanita sudah pasti dipisah, bahkan lokasi keduanya kadang juga cukup jauh. Tidak seperti di Indonesia yang biasanya pintu toilet pria dan wanita bersebelahan.

Selain itu di Qatar juga ada plang toilet untuk keluarga. Ukuran toilet ini jauh lebih besar dari bilik toilet biasa, karena dilengkapi dengan besi untuk pegangan bagi orangtua atau penyandang keterbatasan diri, ditambah meja untuk mengganti pakaian bayi. Jadi untuk bapak yang sedang pergi berdua dengan putri kecilnya (atau ibu dengan putranya), gak perlu bingung harus membawa anaknya ke toilet pria atau wanita … cukup masuk ke toilet keluarga saja.

  • TEMPAT PARKIR

Tanda parkir untuk kendaraan yang membawa keluarga ini saya dapatkan ketika ke Ikea beberapa waktu lalu. Kebetulan saya kesana bersama ibu-ibu lain yang membawa bayi dan balita.

Enaknya slot parkir untuk kendaraan keluarga ini biasanya tidak jauh dari pintu masuk.

  • TEMPAT MAKAN

Kalau restoran dengan nama yang sudah terkenal di dunia, misalnya ayam goreng tepung atau burger yang semua orang tau itu, ruang makan mereka standar sih. Gak ada sekat atau ruang khusus untuk keluarga.

Tetapi kalo kita datang ke restoran makanan timur tengah, biasanya mereka memiliki ruangan tertutup untuk keluarga. Tidak tertutup rapat yang dindingnya sampai menyentuh langit-langit bangunan … tapi pembatas ruangnya cukup tinggi yang setidaknya saat kita duduk di dalam ruangan, tidak terlalu terlihat oleh orang yang lalu lalang di luar ruangan.


Owh iya … mobil di Qatar tidak bisa sembarangan menambah kegelapan kaca film seperti yang bisa kita lakukan di Indonesia, tinggal datang ke bengkel atau toko onderdil mobil terdekat. Kita bahkan bisa pasang kaca film dengan kegelapan 80%.

Sementara standar kegelapan kaca mobil di Qatar hanya 20%.

Jika kita mau pasang yang lebih gelap, kita harus minta surat pengantar dari kantor kepolisian. Yang diijinkan hanya mobil keluarga milik pribadi. Jika kita sudah menikah dan memiliki keluarga di Indonesia, tapi terdaftar tinggal di negara ini sebagai Single … maka kita tidak bisa mengajukan ijin menggelapkan kaca mobil.

Yang boleh dibuat lebih gelap pun hanya kaca bagian samping belakang saja. Sementara kaca bagian setir dan sebelahnya, harus tetap terang. Begitu pun kaca paling depan dan paling belakang harus tetap terang. Saat datang ke kantor polisi, mobil kita juga harus lulus tes fisik sebelum mereka menerbitkan surat ijin bikin gelap kaca.


Yang kami rasakan kemewahan sebagai keluarga yaitu saat acara Qatar National Day beberapa hari lalu. Jadi saat kami jalan kaki dari arah Souq Waqif ke daerah Corniche, taman di seberang penuh dengan kaum lelaki. Awalnya kami mengira bahwa mereka tertahan tidak bisa menyebrang ke arah Corniche karena jalanan sudah ditutup oleh polisi.

Ternyata yang boleh menyebrang hanya rombongan keluarga!

Anak-anak kami yang sudah remaja dan memiliki badan dewasa, kami minta untuk jalan bergandengan. Khawatir kalau mereka sedikit jauh dari kami, polisi akan mengira mereka jalan sendiri tanpa keluarga sehingga mereka bisa tertahan di taman yang sama.

Begitu juga ketika pulangnya kami menyebrang lewat lorong bawah jalan raya, yang boleh naik lift hanya keluarga!

Sementara para bujangan diminta naik tangga atau eskalator saja.

Rombongan keluarga boleh lewat jalur cepat, sementara para bujangan diminta melalui jalur lain yang agak sedikit memutar. Lebih jauh jalan kakinya.


Tuh … keluarga dimanja kan di Qatar.

Jadi gimana mblo, apa gak pingin cepat berkeluarga jadinya?

Setahun Pertama Sekolah Di Qatar

Setahun Pertama Sekolah Di Qatar

Alhamdulillah kekhawatiran akan proses adaptasi anak-anak terutama di sekolah, sudah mulai mengikis.

Banyak orang yang bilang “tenang aja, orang Asian pasti unggul lah di sekolah internasional”.

Mungkin kalo masih di bawah kelas 6 SD iya, proses adaptasi anak akan lebih mudah.

Tapi untuk remaja, terutama Rafa yang pindah kelas 2 SMA (grade 11) … butuh usaha lebih keras untuk penyesuaian proses belajar di sekolah.

Alhamdulillah bulan Juni 2018 … raport pertama Rafa mendapat penghargaan nilai tinggi di kelas, sementara Fayra dapat penghargaan nilai tinggi di kelas sekaligus di angkatannya.

Penghargaan ini biasa diberikan sekolah berkurikulum Amerika dengan ketentuan:

  • Principal’s Honor Roll

Seluruh mata pelajaran harus memiliki nilai minimal A- (90).

  • High Honor Roll

Setiap mata pelajaran harus memiliki nilai minimal B (83) dan nilai rata-rata seluruh pelajaran minimal A- (90).

—-

Bulan September 2018, merupakan tahun ajaran baru di Qatar.

Untuk tingkat High School, sekolah menerapkan kelas Honor dimana semua murid dengan nilai terbaik di sekolah dikumpulkan. Kalau di Indonesia, kita mengenalnya sebagai Kelas Unggulan.

Karena 1 angkatan hanya ada 3 kelas (A-B-C), maka kelas A dibuat sebagai Honor Class.

Ketika pertama kali masuk sekolah ini, Rafa dimasukkan ke dalam kelas C untuk Grade 11. Pihak sekolah memantau perkembangan Rafa selama 6 bulan pertama. Begitu raport Rafa menunjukkan nilai yang cukup tinggi, maka untuk Grade 12 Rafa dimasukkan ke dalam kelas A (Honor Class).

Sebulan pertama di kelas ini, Rafa lumayan kewalahan. Ternyata kelas ini memang luar biasa. Pelajaran  yang diberikan untuk Honor Class memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari kelas lain, oleh karena itu bobot nilai yang diberikan juga berbeda:

  • Regular Class
    • A = 4 points
    • B = 3 points
    • C = 2 points
    • D = 1 poin
    • F = 0
  • Honor Class
    • A = 5 points
    • B = 4 points
    • C = 3 points
    • D = 2 poin
    • F = 0

Ada beberapa anak yang minta keluar dari Honor Class, dan pindah ke kelas sebelah (B atau C). Mereka merasa kesulitan dengan pelajaran yang diberikan di Honor Class dan memilih berada di Regular Class.

Rafa memutuskan untuk bertahan di kelas ini dengan berusaha lebih keras lagi. Alhamdulillah sampai saat ini Rafa masih berada di Honor Class dengan nilai yang terus meningkat.

—-

Bulan Desember 2018, seperti biasa kami menerima Monthly Newsletter dari sekolah. Ini semacam koran sekolah yang dibuat secara digital dan dikirim ke orangtua murid melalui email setiap bulannya.

Kami menemukan karya Fayra sebagai 3 gambar terbaik di kelas seni, sementara nama Rafa tertulis sebagai murid terbaik bulan Desember 2018.

Student of The Month tidak hanya diberikan untuk siswa dengan nilai terbaik, tapi penghargaan ini diberikan untuk siswa yang dianggap bisa menjadi contoh bagi murid lain baik secara akademik maupun secara sosial.

Kebetulan sebulan terakhir memang Rafa sibuk menjadi panitia acara sekolah yaitu School Fair 2018. Dimana Rafa bertugas mencari partner yang bersedia menjadi sponsor di acara sekolah (salah satu diantara yang berhasil mereka dapatkan adalah perusahaan eskrim ternama Baskin Robbins). Rafa juga bekerja sama dengan teman-temannya untuk membuat website dan berbagai material promosi acara ini. Alhamdulillah acara berjalan lancar, pengunjung berlimpah … dan kami (papa mamanya) sampai kesulitan menemui anak ini karena dia sibuk mondar mandir sebagai panitia acara.

—-

Kami memahami bahwa proses adaptasi mereka tentu tidak mudah, tapi masya Allah kami sungguh terharu dengan kerja keras anak-anak selama setahun pertama sekolah di Qatar.

Alhamdulillah ya Allah.

Keep making yourself proud, kiddos … and we will be more proud of you! 😘😘

Sholat Di Mana Saja Tanpa Melepas Sepatu

Sholat Di Mana Saja Tanpa Melepas Sepatu

Ketika adzan berkumandang, seketika itu juga orang-orang merapatkan barisan dan menjalankan kewajiban sebagai mahluk ciptaan.

Qatar, seperti negara jazirah Arab lain, merupakan negara yang menjalankan syariat Islam sebagai dasar hukumnya.

Sarana tempat ibadah disediakan pemerintah berupa masjid maupun ruangan mushola di berbagai tempat publik. Dibeberapa taman besar, ada benda berbentuk silinder yang menyerupai sosis raksasa. Ternyata itu tempat gulungan alas sholat yang bisa ditarik keluar menjadi seperti karpet masjid untuk sholat berjamaah di atas rumput taman.

Photo credit : @SandraSukriya

Meskipun ada masjid dan mushola, orang-orang di sini terbiasa sholat tanpa mencari tempat khusus seperti yang biasa dilakukan di Indonesia.

Kami terbiasa melihat orang-orang sholat berjamaah di taman, di padang pasir, ataupun di jalanan seperti yang dilakukan jajaran keamanan dan petugas medis saat mereka bertugas. Kami juga pernah melihat ibu-ibu yang sholat di salah satu ruang contoh Ikea. Takjub dengan mereka yang selalu menjaga wudhu, sehingga mereka langsung sholat begitu mendengar adzan berkumandang.

Alhamdulillah di negeri ini, anak-anak kami belajar dari melihat contoh di sekitar mereka … bahwa sholat bisa dilaksanakan di mana saja. Tidak harus menunggu sampai ketemu masjid atau mushola. Tidak harus menggelar sajadah sebagai alasnya.

Yang penting secara sunah, kita disarankan untuk menggunakan sutroh, yaitu penanda sedang sholat supaya tidak ada yang lewat di depannya. Bisa menggunakan tas, kursi, menghadap ke pohon atau seperti yang dilakukan komunitas orang Indonesia saat Qatar National Day kemarin yaitu menggunakan bendera Indonesia – Qatar di depan imam.

Anak-anak juga belajar bagaimana menggunakan hanya segelas air untuk memenuhi rukun wudhu sesuai QS 5:6 yaitu:

  • Wajah
  • Kedua tangan sampai siku
  • Sebagian kepala
  • Kedua kaki sampai mata kaki

Maklum karena di Indonesia kita terbiasa dengan air yang berlimpah, jadi wudhu selalu lengkap. Anak-anak kami belum pernah berada dalam kondisi dimana air sangat susah ditemui, walau hanya untuk wudhu. Anak-anak pernah terpaksa tayamum, karena sholat di dalam pesawat perjalanan Jakarta ke Doha dan sebaliknya.

Photo Credit : @Zenobia

Di negara ini anak-anak juga belajar bagaimana sholat tanpa melepas sepatu, yang sebelumnya diawali dengan wudhu tanpa melepas sepatu yang dalam istilah fiqih sering disebut dengan al-mashu ‘ala al-khuffain, atau mengusap khuff.

Khuff itu boleh dibilang alas kaki seperti sepatu dan sejenisnya. Praktek ini sebagai ganti dari mencuci kaki pada saat wudhu.

Cukup membasahkan tangan dengan air kemudian mengusapkan tangan basah tsb ke bagian atas sepatu dan mengusapnya dari depan ke belakang pada bagian atas.

Syarat mengusap kuff:

  • Berwudhu sebelum menggunakan sepatu
  • Sepatu menutup telapak hingga mata kaki
  • Sepatu tidak kena najis
  • Sepatu tidak bolong
  • Sepatu tidak tembus air

Mengusap khuff merupakan bentuk keringanan yang diberikan oleh Allah kepada umat Islam dalam keadaan safar maksimal 3 hari.

Wallahu a’lam bishshawab

Qatar National Day 2018

Qatar National Day 2018

Tanggal 18 Desember merupakan hari nasional Qatar yang dirayakan untuk menandai tanggal yang sama di tahun 1878 di mana Sheikh Jassim bin Mohammed Al Thani menggantikan ayahnya sebagai emir dan memimpin negara ini menuju persatuan.

Pada hari ini seluruh sekolah dan kantor diliburkan. Pusat-pusat perbelanjaan memberikan potongan harga. Seluruh bangunan dan tanaman di jalan berhias dengan nuansa yang sesuai dengan warna bendera Qatar yaitu putih dan merah marun. Berbagai tempat wisata menyuguhkan pertunjukan beberapa hari sebelum dan sesudahnya. Bahkan beberapa ruas jalan utama ditutup karena akan dilalui parade kenegaraan.

Ada 2 foto di atas milik ibu Cathy

Tahun lalu, 2017, di tanggal yang sama … saya pulang ke Indonesia untuk menjemput anak-anak yang baru selesai ujian semesteran sekolah. Kami cuma menikmati laporan dan foto-foto paksuami saja. Alhamdulillah tahun 2018 bisa ber4 melihat secara langsung parachutes parade, air show sampai fireworks yang spektakular. Karena sudah masuk musim dingin, cuaca beberapa hari ini sangat menyenangkan. Meski matahari tetap pamer sinar yang mentereng, tapi udara sangat sejuk dengan tiupan angin yang mulai dingin.

Tanggal 17 Desember 2018 kami berkumpul di Aspire Park. Perayaan Qatar National Day dimulai dengan parade persahabatan di taman ini. Seluruh bangsa yang tinggal di Qatar, melakukan pawai dengan atribut negara masing-masing. Mereka menunjukan kecintaannya terhadap negara ini sebagai rumah kedua tempat menjemput rezeki. Komunitas warga negara Indonesia pun tidak ketinggalan, anak-anak kecil menggunakan pakaian daerah sementara yang dewasa menggunakan batik dan membawa bendera merah putih.

Setelah matahari terbenam, pengunjung taman bisa menikmati layar tancep versi modern yang diselenggarakan oleh Doha Film Institute. Barisan kursi lipat di depan layar LED berukuran jumbo dengan sound system yang membuat pengunjung bisa menikmati tontonan dengan nyaman. Film yang disungguhkan tentunya hasil karya anak negeri dengan dialog dalam bahasa Arab tetapi dilengkapi dengan narasi bahasa Inggris.

Di sisi lain taman, ada barisan tenda-tenda para penjual makanan dan minuman. Ada bilik pemerintah yang menjual berbagai cindera mata Qatar. Selain itu ada juga beberapa orang yang menawarkan jasa melukis tangan menggunakan henna yang dalam bahasa Indonesia kita kenal sebagai Pacar Kuku.

Acara malam 17 Desember di Taman Aspire ini ditutup dengan pertunjukan kembang api dalam berbagai bentuk dan warna tepat di atas danau yang posisinya memang di tengah-tengah taman. Hanya 15 menit tetapi berhasil memukau semua pengunjung yang datang.

Tanggal 18 Desember 2018 banyak jalan utama yang ditutup, setelah sholat dzuhur di rumah kami memutuskan naik taxi dan turun di dekat pasar tradisional terbesar di Qatar. Tidak kebayang kalau membawa mobil, harus cari lokasi parkir yang lumayan jauh kemudian jalan kaki menuju area Corniche. Belum lagi macet saat pulang karena semua orang bubar di saat yang bersamaan.

Setelah makan siang di Souq Waqif, kami berjalan kaki menuju area pinggir laut. Kami sempat kaget melihat kumpulan manusia yang luar biasa banyaknya di taman seberang pasar. Ternyata yang boleh menyeberang ke arah pinggir laut hanya keluarga. Anak-anak kami yang sudah memiliki badan dewasa, kami ingatkan untuk jalan bergandengan supaya kami bisa dikenali sebagai satu kesatuan keluarga. Alhamdulillah kami diijinkan menyebrang jalan oleh polisi dan memasuki kawasan Corniche yang sebelumnya dipisahkan oleh Security Checking karena memang barisan untuk pengunjung pria dan wanita tidak sama.

Untuk menikmati Parade Kenegaraan ini, disediakan 20 ribu kursi pengunjung di daerah Corniche. Tetapi kami memilih duduk di dekat pembatas laut. Ada 5 layar LED berukuran jumbo yang diletakkan di beberapa titik dalam Al Bidda Park dan Souq Waqif supaya penduduk bisa tetap menikmati acara meski dari kejauhan. Selain toilet umum, pemerintah juga menyebar 26 ambulan untuk berjaga-jaga jika dibutuhkan tindakan medis dalam lokasi ini. Kami juga melihat beberapa mobil tengki berisi air, dimana orang-orang berbaris mengambil wudhu saat adzan berkumandang.

Saya bilang acara parade Qatar National Day ini sebagai ajang pamer negara kepada seluruh penduduknya. Bagaimana tidak? Seluruh kendaraan aset negara dikeluarkan. Berbagai macam bentuk motor, mobil, tank, kapal laut, dan pesawat berbaris rapi saling beriringan.

Mulai dari kendaraan milik kepolisian, angkatan bersenjata sampai tim medis juga memamerkan berbagai bentuk ambulan yang bisa digunakan di jalan biasa, padang pasir , laut juga dalam bentuk helikopter.

Barisan prajurit angkatan bersenjata dari berbagai kesatuan juga turun ke jalan dengan seragam masing-masing. Pasukan wanita, pasukan berkuda dan unta juga tidak ketinggalan unjuk gigi. Mereka sangat gagah dan berwibawa.

foto credit : @nd.qatar

Kami tidak tau akan berapa lama diberi kesempatan untuk bisa tinggal di Qatar. Karena itu kami berusaha mendokumentasikan kejadian menarik di negara ini. Sayangnya pertunjukan kemarin berbarengan antara parade di darat, laut dan udara. Saya jadi tidak fokus berlari kesana kemari. Selain itu keterbatasan kemampuan kamera juga menjadi kendala tersendiri.

Sebenarnya parade parasut yang membentuk motif tertentu, membawa bendera Qatar dan bendera bergambar pemimpin negara sangat menarik dilihatnya. Tetapi kamera kami tidak berhasil menangkap secara jelas penampilan mereka. Belum lagi atraksi paralayang di udara yang sangat memukau. Jadi maaf kalau hanya tersimpan menjadi kenangan dalam otak kami saja, tidak bisa ditampilkan dalam blog ini.

Setelah sholat magrib, kami memutuskan jalan kembali ke pasar supaya saat pertunjukan kembang api selesai … kami tidak terjebak di tengah keramaian manusia. Anak-anak juga mulai kelaparan, sehingga kami beristirahat sejenak untuk minum jus dan menikmati cemilan di pasar, sebelum pertunjukan dimulai.

Fireworks Show di Corniche hanya berlangsung 10 menit, tapi jauh lebih spektakuler dibanding malam sebelumnya di Aspire Park. Untuk lebih jelasnya bisa lihat videonya di instagram @punyade aja ya.

Selamat hari nasional Qatar!

Semoga negara ini selalu diberkahi Allah SWT dan penduduknya bisa terus menikmati keamanan juga kemakmuran di bawah kemimpinan HH The Emir Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani.

‘As long as it was proven by our deeds … Qatar will remain free’

Dokumen Untuk Tinggal Di Qatar

Dokumen Untuk Tinggal Di Qatar

Gak nyangka ternyata blog ini masih ada yang baca, terutama mereka yang mencari tau tentang kehidupan di Qatar dan sedang persiapan untuk mengadu nasib di negara ini seperti kami. Setelah membaca, kebanyakan mereka menghubungi saya melalui DM Instagram untuk bertanya lebih lanjut. Dan pertanyaan yang paling banyak diajukan selain tentang sekolah anak adalah PERSIAPAN DOKUMEN UNTUK TINGGAL DI QATAR.

Daripada bolak balik menjawab pertanyaan yang sama, jadi keknya akan lebih enak kalo saya share di sini aja ya. Biar terdokumentasi dengan lebih rapih.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi mengurus dokumen suami periode Juli – September 2017.

Bagi PEKERJA, sesuai dengan persyaratan dokumen yang dibutuhkan oleh Kedutaan Besar Qatar di Jakarta adalah:

  1. IJASAH dalam bahasa Inggris dan Indonesia
  2. TRANSKRIP NILAI dalam bahasa Inggris dan Indonesia
  3. SURAT KETERANGAN DARI KAMPUS dalam bahasa Inggris yang memuat informasi seperti yang disebutkan pada cuplikan email di atas. Saya sarankan untuk cek ke Qatar Embassy mengenai bentuk format Surat Keterangan yang ditentukan mereka. Karena format ini bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Pemerintah Qatar memberikan ijin bagi Pekerja, BOLEH MEMBAWA KELUARGA dengan syarat GAJI YANG DITERIMA DI QATAR LEBIH DARI 10 RIBU RIYAL per bulan. Tentunya atas ijin perusahaan sebagai sponsor visa bagi pekerja. Tidak hanya istri dan anak-anak, pekerja juga boleh membawa Ibu jika ada surat keterangan bahwa Ibu tinggal sendiri di Indonesia (tidak ada keluarga yang mengurus/menemani di Indonesia, sehingga diajak untuk tinggal bersama di Qatar).

Biasanya setelah nego gaji selesai, pihak SDM perusahaan akan mengirimkan email seperti contoh berikut:

Dokumen yang dibutuhkan bagi Pekerja dan Keluarga untuk tinggal di Qatar adalah:

  1. IJASAH dalam bahasa Inggris dan Indonesia
  2. TRANSKRIP NILAI dalam bahasa Inggris dan Indonesia
  3. SURAT KETERANGAN DARI KAMPUS dalam bahasa Inggris
  4. SURAT PENGALAMAN KERJA dari perusahaan sebelumnya dalam bahasa Inggris
  5. PASFOTO ukuran foto paspor:
    • Seluruh anggota keluarga
    • Setiap orang buat 2 foto tampak 80% wajah dan sedikit pundak dengan warna latar putih dan biru
    • Sebaiknya cetak yang banyak di Indonesia, karena setiba di Qatar juga dibutuhkan pasfoto untuk urusan administrasi macam-macam
    • Keluarga saya sih cetak versi 3×4 dan 4×6 masing-masing 20 lembar untuk jaga-jaga stok, karena begitu sampai Qatar tidak mudah mencari tempat cetak foto.
  6. BUKU NIKAH atau AKTE NIKAH dalam bahasa Inggris
  7. AKTE LAHIR ANAK dalam bahasa Inggris

SEMUA DOKUMEN TERSEBUT (kecuali pasfoto) HARUS DILEGALISIR OLEH QATAR EMBASSY di JAKARTA. Walaupun yang dibutuhkan di Qatar hanya dokumen yang berbahasa Inggris saja. Qatar Embassy meminta dokumen dalam bahasa Indonesia untuk verifikasi dan mencocokan dengan versi yang bahasa Inggrisnya.

Setelah mengumpulkan dokumen tersebut dan menerima Akte Lahir anak versi bahasa Inggris dari penerjemah tersumpah, dengan polosnya kami pergi ke kantor Qatar Embassy. Apa yang terjadi? Tentu saja kami DITOLAK … karena:

  • Qatar Embassy di Jakarta akan legalisir, setelah dokumen dilegalisir oleh Kementrian Luar Negeri Indonesia.
  • KEMENLU akan legalisir, setelah dokumen dilegalisir oleh Kementrian Hukum Dan HAM Indonesia.
  • KEMENHUKUMHAM akan legalisir, setelah dokumen dilegalisir:
    • Buku Nikah dilegalisir oleh Kementrian Agama yang mana sebelumnya harus dilegalisir juga oleh Kantor Urusan Agama (KUA) yang menerbitkan buku nikah tsb alias di area kita melakukan Akad Nikah!
    • Ijasah, Transkrip Nilai dan Surat Keterangan kampus dalam bahasa Indonesia dan Inggris harus dilegalisir oleh pejabat tertinggi di Fakultas Universitas tempat kita kuliah.
    • Bagi yang kuliah di Universitas Swasta, maka 3 dokumen tsb pun harus dilegalisir oleh Kementrian Riset Dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI).

Subhanallah …. lemes gak sih!

Akhirnya saya URUS MUNDUR … saya mulai dari potokopi buku nikah yang sudah diterbitkan dalam 2 bahasa (Indonesia dan Inggris) menjadi 2 halaman karena buku nikah kan kecil tuh.

Cek dulu buku nikahnya, kalau masih tertulis dalam bahasa Indonesia saja artinya harus dibuat versi bahasa Inggris dari Penerjemah Tersumpah dulu ya.

Halaman pertama pastikan ada tempat di bagian bawah untuk tandatangan dan stempel dari KUA.

Halaman kedua pastikan ada tempat untuk legalisir dari kementrian dan embassy.

Contoh seperti foto di bawah ini:

Qatar Embassy tidak menerima legalisir dalam bentuk tambahan kertas yang ditempel di bagian belakang buku nikah (format tambahan kertas ini biasanya diminta embassy negara Eropa).

Untuk KEMENAG, kita bisa datang kantor Kementrian Agama yang lokasinya di Jl. Thamrin No. 6  lantai 7. Posisi di sebrang Sarinah – Bank Indonesia, agak jalan dikit 50 meter lah. Sebaiknya datang sebelum jam 9 pagi.

Masuk ke lobi di lantai 7, kita akan melihat banner yang berisi syarat dokumen seperti foto di bawah ini:

Dokumen yang harus diserahkan ke petugas KEMENAG:

  1. Isi form tujuan kita legalisir yang disediakan petugas.
  2. Buku nikah asli suami – istri (buku marun dan hijau harus kumplit).
  3. Fotocopy buku nikah yang sudah dilegalisir oleh KUA 3 rangkap

Kita cukup menunggu 10-20 menit sampai petugas membawa keluar dokumen yang sudah dilegalisir. TIDAK ADA BIAYA DI KEMENAG alias GRATIS.

Dari kantor KEMENAG, saya langsung naik ojek ke Kantor KEMENHUKUMHAM.

Update dari teman yang baru mengurus dokumen bulan April 2018, Kantor bagian Legalisir HUKUMHAM sudah pindah ke gedung CIK di daerah Cikini. Bukan di sebrang Pasar Festival lagi.

Untuk permohonan legalisir, tidak perlu datang. Bisa dilakukan secara online melalui website AHU:

http://panduan.ahu.go.id/doku.php?id=permohonan_legalisasi

Buat dokumen kita dalam bentuk file PDF atau JPEG, kemudian diunggah ke website AHU tsb. Jika kita submit dokumen pagi ini, maka besok pagi kita bisa datang ke kantor AHU untuk mengambil STIKER LEGALISIR yang kemudian kita tempel sendiri ke dokumen.

Dokumen yang harus diserahkan ke petugas KEMENHUKUMHAM saat pengambilan stiker:

  1. Bukti Transaksi
  2. Bukti Bayar PNBP dari bank BNI, biaya 25 ribu per lembar
  3. Dokumen asli yang dilegalisir

Untuk permohonan legalisir di KEMENLU ternyata sekarang juga tidak perlu datang. Bisa dilakukan secara online melalui aplikasi LEGALISASI DOKUMEN:

https://www.kemlu.go.id/Documents/Manual%20Legalisasi%20Online.pdf

Buat dokumen kita yang sudah ditempel stiker KEMENHUKUMHAM dalam bentuk file PDF atau JPEG, kemudian diunggah ke aplikasi LEGALISASI DOKUMEN. Setelah mendapat kode verifikasi dan disuruh bayar, kita bisa melakukan pembayaran melalui Bank Mandiri. Upload bukti pembayaran  ke aplikasi. Tunggu pembayaran diverifikasi, sampai dapat notifikasi kapan kita bisa ambil stiker.

Katanya jika kita submit dokumen pagi ini, maka besok pagi kita bisa datang ke kantor KEMENLU di Jl. Pejambon No. 6 Jakarta Pusat (Gerbang Kemenlu kedua, di depan KPUD DKI JKT mengarah Stasiun Gambir) untuk mengambil STIKER LEGALISIR yang kemudian kita tempel sendiri ke dokumen.

Dokumen yang harus diserahkan dalam map warna KUNING ke petugas KEMENLU saat pengambilan stiker:

  1. Bukti Transaksi
  2. Bukti Bayar  dari bank Mandiri, biaya 25 ribu per lembar
  3. Dokumen asli yang dilegalisir

Alhamdulillah ya, makin mudah dan jauh lebih cepat. Tahun 2017 saya harus menunggu 3 hari kerja, baru bisa ambil dokumen. Submit dokumen Senin pagi, baru bisa diambil Kamis siang. Sekarang hanya jeda sehari dari submit dokumen, sudah bisa diambil keesokan hari.

Kalau sudah lengkap semua, kita bisa datang ke kantor Qatar Embassy di daerah Mega Kuningan. Bilang aja sama satpam kalo kita mau legalisir dokumen. Satpam akan panggil petugas keluar untuk mengecek dokumen kita. Kalau sudah OK, kita akan disuruh membawa kertas pengantar ke bank QNB yang letaknya di ruko persis sebrang kantor embassy.

Agak kaget juga dengan perubahan biaya legalisir dokumen di Qatar Embassy. Kebetulan saya cek ke beberapa teman yang sudah lebih dahulu tinggal di Qatar.

  • Tahun 2014, teman saya membayar 25 ribu per lembar
  • Tahun 2015, dikenakan biaya 75 ribu per lembar
  • Tahun 2016, dikenakan biaya 150 ribu per lembar
  • Tahun 2017, KAMI HARUS MEMBAYAR 500 ribu per lembar!

TIPS LEGALISASI DOKUMEN:

Hati-hati saat membuat surat keterangan dari kampus ya, karena ini yang biasanya menjadi batu sandungan dan mendapat penolakan di Embassy. Salah satu kata aja (seperti kesalahan tulis FULL TIME STUDENT, yang harusnya ditulis REGULER STUDENT), kita harus balik ke kampus untuk membuat surat itu dan kembali legalisir ke beberapa kementrian seperti sebelumnya. Pastikan semua format dan kata yang ditulis PERSIS seperti contoh yang biasanya ditempel di kaca loket pos satpam di kantor Embassy.

Saat proses pengurusan dokumen, seluruh biaya yang dikeluarkan menjadi KEWAJIBAN PEKERJA. Sementara kantor hanya akan menanggung biaya tiket ke Qatar dan pengurusan dokumen di sana.

JADI HABIS BERAPA BIAYA PENGURUSAN DOKUMEN?

Berikut dokumen yang harus dilegalisir:

  1. Ijasah dalam bahasa Indonesia (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  2. Ijasah dalam bahasa Inggris (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  3. Transkrip nilai dalam bahasa Indonesia (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  4. Transkrip nilai dalam bahasa Inggris (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  5. Surat keterangan kampus dalam bahasa Inggris (dikali 3: D3 – S1 – S2)
  6. Buku Nikah
  7. Akte Lahir anak (dikali 2 orang anak)

Total ada 15 dokumen, dengan biaya:

  • PENERJEMAH TERSUMPAH untuk akte lahir : 2 halaman x 150 ribu = 300 ribu
  • KAMPUS untuk legalisir dan surat keterangan : 15 lembar x 20 ribu = 300 ribu
  • KEMENAG : gratis
  • KEMENHUKUMHAM : 18 x 25 ribu = 450 ribu
  • KEMENLU : 18 x 25 ribu = 450 ribu
  • EMBASSY : 15 x 500 ribu = 6,5 juta

Biaya penerjemah tersumpah dihitung per HALAMAN. Jadi buku nikah yang kecil itu, kalau diterjemahkan tetap kena biaya 4 halaman (dari bagian foto sampai informasi mas kawin).

Dan saya pernah ditolak Embassy sekali karena salah kata di surat keterangan kampus, akibatnya biaya legalisir surat keterangan kampus di kementrian di kali 2 karena harus legalisir ulang surat revisinya. Walau yang salah hanya 1 atau 2 lembar dokumen, maka Embassy akan mengembalikan SELURUH SET dokumen kita. Sistem approval di Embassy itu 1 paket dokumen atas 1 nama (dokumen akte lahir anak tercatat atas 1 nama pemilik ijasah dan buku nikah).

Saya juga pernah ditolak KEMENHUKUMHAM karena PEJABAT yang tandangan legalisir di salah satu universitas ternyata posisinya kurang tinggi, sehingga nama beliau tidak ditemukan dalam LIST SPESIMEN KEMENHUKUMHAM. Kalau tidak mau membuat ulang legalisir ke kampus, maka saya harus mencari notaris yang ditunjuk oleh KEMENHUKUMHAM untuk legalisir surat tersebut (tidak bisa sembarang notaris). Daripada saya harus ke Bandung lagi, akhirnya saya meminta bantuan notaris dengan biaya legalisir 150 ribu per lembar dikali 3 dokumen.

Biaya yang saya tulis di atas hanya biaya resmi, belum termasuk materai, map, fotokopi dan transportasi mondar-mandir ke beberapa instansi tersebut.

Belum lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan semua tandatangan di bawah ini. Selain tahun lalu proses pengurusan dokumen belum online, masih memakan waktu 3 hari kerja per 1 departemen … kendala saat Pejabat yang mau tandatangan tidak ada, juga membuat proses lebih lama lagi. Proses tandatangan di salah satu kampus memakan waktu lebih dari 3 minggu, karena bapak Dekan harus operasi dan dirawat di Rumah Sakit hampir 10 hari. Sementara dekan di universitas yang lain sedang menghadiri workshop di luar kota. Waspada spare waktu untuk kejadian tidak terduga seperti ini ya.

Karena itu saya sarankan bagi yang sudah tandatangan kontrak kerja dengan perusahaan di Qatar, sebaiknya mulai menyicil proses legalisasi dokumen secara bertahap. Kadang proses rekrutmen berjalan cepat dan perusahaan meminta kita mulai kerja lebih awal, padahal urusan administrasi tidak sebentar.

Begitu mendarat di Qatar dan masuk kerja, cukup 1 set dokumen berbahasa Inggris yang sudah dilegalisir oleh Qatar Embassy yang harus kita serahkan ke kantor (dokumen dalam bahasa Indonesia menjadi arsip kita). Karena akan dilanjutkan dengan proses legalisir di Ministry of Foreign Affair oleh departemen terkait di perusahaan. Dokumen ini juga yang nantinya akan digunakan untuk mengurus visa sponsor bagi anggota keluarga yang dibawa.

Owh iya … dokumen-dokumen tersebut JANGAN DILAMINATING yaaa. Siapa tau kita membutuhkan stempel atau tandatangan dari pihak lain ke depannya. Simpan dalam map yang dilapisi plastik saja supaya lebih aman.

Begitulah perjalanan saya mengurus dokumen suami demi ikhtiar menjemput rejeki di luar negeri dengan menjadi TKI.

Total waktu 3 bulan dengan biaya kurang lebih 10 juta.

Dan berat badan saya berkurang 4 kilo tentunya. Sigh.

Semoga penjabaran yang saya tuliskan ini bermanfaat untuk pembaca yang ingin mengadu nasib dan merantau di Doha juga.