Memenuhi Panggilan NYA

Memenuhi Panggilan NYA

Ingatan saya kembali ketika beberapa tahun lalu, almarhum bapak akan melaksanakan ibadah haji. Tidak seperti orang lain, bapak hanya menelpon mami dan bilang “aku berangkat nanti jam 2 siang. Antar koper haji ke airport jam 10 dari rumah yah“.

Tidak ada yang namanya selametan, syukuran, ratiban, atau upacara adat lain yang biasa dilakukan orang Indonesia sebelum melaksanakan ibadah besar ini. Kebetulan bapak sudah beberapa kali menjalankan, atas fasilitas kantornya. Jadi kepergian beliau seperti layaknya orang pergi tugas kantor ke luar kota/negeri biasa. Bapak juga memiliki 1 buah koper yang berisi kebutuhan selama ibadah haji yang tidak pernah diutak atik. Sepulangnya dari sana, semua pakaian kotor dicuci setelah rapih dimasukan kembali ke dalam koper. Peralatan lainnya tidak berubah, siap sewaktu-waktu bapak berangkat.

Beberapa kali beliau mengajak mami, tapi saat itu keyakinan mami masih tetap pada Katolik nya. Bapak hanya bilang “semoga kamu tetap bisa kesana, walau mungkin aku tidak bisa kesana lagi“. Mami hanya tersenyum…

Sebelum bapak pergi, mami sudah memeluk agama Islam. Sampai saat ini mami tidak mau bercerita apa alasan beliau pindah keyakinan, karena menurutnya “ini urusan aku sama Tuhan, kalian tidak perlu tau” Kami menghargai keputusan mami, dan kami terus mendukung beliau atas apapun jalan hidup yang dipilihnya.

Saya bercita-cita bisa pergi ke tanah suci, bersama mami. Maka ketika saya memiliki sejumlah uang, saya mengajak mami untuk pergi umroh berdua. Tapi jawaban beliau cukup mengejutkan “Kalo boleh sih aku mau langsung haji aja. Aku ini udah tua, takut umur gak cukup untuk pergi berhaji” Sayang nya uang yang saya miliki tidak cukup untuk kami berdua pergi berhaji.

Akhirnya saya membicarakan masalah ini dengan kakak dan adik saya. Kami memutuskan untuk patungan membayar biaya haji mami. Seluruh uang tersebut diserahkan ke saya untuk kemudian dilakukan pendaftaran dan pengurusan surat-surat lainnya.

Alhamdulillah ada saudara kami yang juga mendaftar, kami menitipkan berkas mami untuk didaftarkan bersama. Insya Allah besok pagi mami berangkat ke tanah suci bersama mereka. Sedangkan saya memulai tabungan haji dari nol lagi, kali ini diniatkan untuk berangkat haji berdua dengan suami. Insya Allah … semoga dikabulkan dan diberi kemudahan … allahumma amin.

Segala kebutuhan mami sudah terpenuhi, koper sudah digembok. Cuma sedikit kekhawatiran saja, mengingat mami belum lama mendalami ilmu agama islam. Diakui memang tidak mudah untuk orang seusia nya mempelajari sesuatu yang baru. Terlebih hafalan beberapa doa, ayat, dan bacaan lain dalam bahasa arab. Yang bahkan untuk bisa mengenali huruf demi hurufnya saja membutuhkan daya ingat yang cukup tinggi. Sampai saat ini pun mami belum bisa membaca Al-Quran dengan lancar.

Tapi saya bangga dengan kegigihannya. Ketidaktahuannya tentang agama tidak membuat mami takut untuk pergi. Mami tidak gentar dan semangatnya tidak luntur, bahkan dalam dua bulan terakhir segala kesibukannya dikurangi untuk bisa konsentrasi ibadah. Mami sadar bahwa ibadah yang akan dilakukannya nanti bukan hanya membutuhkan kesiapan mental, tapi juga fisiknya. Terlebih tidak ada anak dan suami yang mendampingi.

Sepertinya do’a bapak dikabulkan Allah SWT, walau baru diimplementasikan sekarang.

Doa saya,
semoga mami diberikan kesehatan,
semoga mami diberikan kemudahan,
semoga mami diberikan kekuatan iman,
semoga mami bisa menjadi haji yang mabrur sepulangnya nanti ke tanah air.
amin … amin .. ya robbal alamin

Semoga kita semua diberikan kesempatan melakukan ibadah haji pada waktunya nanti. Amin.

Share this...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

21 thoughts on “Memenuhi Panggilan NYA

  1. Gw sampe merinding De….semoga dimudahkan Allah perjalanan Mami mu ke tanah Suci dan mejadi haji mabrur sekembalinya dari sana…..dan semoga De dan keluarga diberikan balasan rizky untuk pergi berhaji dan menjadi hidup yang barokah yaa…Amiin ya Rabb….

  2. Subhanalllah mbak .. salut sama kegigihan mami-nya mbak. Insya Allah mami menjadi haji mabrur ya mbak dan semoga juga mbak de dan masguh bisa cepat menyusul kesana .. amiin ya Robbal ‘Alamin

  3. Insya Allah mami diberikan kesehatan dan kemudahan serta kelancaran dalam menjalankan ibadahnya.

    dan mengaminkan doa de agar segera bisa berangkat menunaikan ibadah haji bersama suami.

    🙂

  4. Alhamdulillah,semoga mami dimudahkan dan dilancarkan segala urusan ibadahnya,kembali kesini dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,mbak de titip doa sm mami semoga aku dan keluarga bisa nyusul kesana Aminn

  5. semoga perjalanan mami ke tanah suci lancar ya dan menjadi haji yang mabrur nantinya. InsyaAllah niatnya de untuk menunaikan ibadah haji juga dimudahkan *saling mendo’akan ya de* 🙂

  6. yaa gue setuju tuh… lebih baik naik haji daripada umroh.. yang cuma plesiran doank 🙂

    liat tuh artis artis bolak balik umroh karena banyak duit, tetep ajah balik dari umroh kelakuan gak berubah juga.. malah makin parah hahaha 🙂

  7. Gw percaya, selama ada niat baik dalam hati kita, kita akan dimudahkan oleh Yang Di Atas. Jd biarpun mami mungkin masih belum terlalu dalam soal agama Islam, tapi kegigihannya itu Insya Allah akan mendapat kemudahan disana, amin….

Leave a Reply to t.w. Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *