Browsed by
Category: Taipei

Night Market – Taipei

Night Market – Taipei

Lanjut cerita tentang Taiwan yaaa … semoga belum bosen.

Malam terakhir di sana setelah saya mengunjungi Taipei 101, saya balik ke hotel untuk mandi dan makan malam. Kemudian iseng tanya ke resepsionis, ada tempat menarik yang bisa saya kunjungi malam gini, gak?

Beliau merekomendasikan saya untuk pergi ke Night Market. Ada 3 night market yang terkenal di Taiwan: SHILIN, XINGNAN dan NINGXIA. Resepsionis membantu saya mencarikan taxi dan memberikan potongan kertas bertuliskan alamat pasar malam ini dalam huruf China. Tapi saya tidak tahu dibawa kemana antara 2 tempat ini: Shilin atau Xingnan.

Saya turun taxi di tempat seperti tampak pada foto dibawah ini:
taipei20

Yang namanya pasar malam di mana-mana standar lah ya. Tempat ini berada di persimpangan jalan yang isinya ratusan toko berjejer rapi. Beraneka barang dijual disini. Dari mulai pakaian, sepatu, kosmetik, aksesoris, makanan sampai alat elektronik. Pasar malam di Taiwan buka sampai jam 11 malam, bahkan kalau malam libur bisa buka sampai jam 2 pagi.

Gak asyik kalau jalan-jalan hanya menyusuri toko atau ruko kan, yah?

Sebagai experience buyer, not a shopper, saya memilih gang diantara barisan toko tsb. Asli lebih seru isi gang ini dibanding barisan toko dipinggir jalan besar tadi. Jangan lupa waspada dengan barang bawaan kita yah. Takut ada copet di tempat padat pengunjung seperti ini.

taipei21

Karena saya sudah makan malam di hotel, maka saya tidak mencari makanan di pasar malam. Selain itu saya juga khawatir akan kandungan di dalam makanan yang dijual bebas di sini. Belum menemukan penjual makanan berlogo HALAL sepanjang tempat penjual makanan. Tapi saya melihat ada yang menjual sate strawberry. Ada yang dicelup ke larutan gula, madu atau pun coklat. Jangan sampe Fayra lihat nih, dia kan penggila strawberry.

taipei23

Saya juga menemukan mainan anak dibawah ini. Bagus juga nih untuk melatih kreatifitas anak.
taipei22

Ini best part nya!

Kemanapun saya pergi, saya senang sekali memperhatikan penjual gadget. Selain untuk mengetahui perkembangan gadget di tempat tsb, saya juga memperhatikan detil bagaimana display dan paket yang ditawarkan. Gini deh kalo gak bisa jauh dari kerjaan, jalan-jalan aja masih mikirin gadget. Hahahahaha

Saya menemukan iPhone dan iPad di sebuah toko kecil dengan display lemari kaca. Kalau di Jakarta mungkin mirip dengan penjual pulsa di pinggir jalan gitu deh. Please note kalau saya pergi akhir Mei – awal Juni 2010 ya. Jadi iPhone 3GS dan iPad 1 kala itu masih keren banget. Baru setahun lah beredar di pasar, iPhone 3GS release akhir Juni 2009 sementara iPad 1 baru launch April 2010. Tuh iPad baru beredar sebulan di pasar, tapi udah ada di toko kecil pinggir gang gini, coba!

Yang paling mencengangkan adalah ada 2 ember diatas lemari etalasenya.

taipei24

Ini toko jualan apa sik sebenarnya?

Hahahahahahaha

Semua posting tentang Taipei bisa dilihat di http://www.masrafa.com/category/jalan-jalan/taiwan/taipei/

Taipei 101 – Taiwan

Taipei 101 – Taiwan

Setelah 2 hari mengikuti workshop + mengunjungi pameran gadget terbesar sedunia + meeting dengan beberapa supplier perangkat telekomunikasi, akhirnya saya bisa curi waktu untuk menjelajah kota Taipei.

Akibat kebanyakan nonton Megastructure di NatGeo Channel, saya jadi terobsesi dengan gedung pencakar langit Taipei 101. Waktu nonton pun saya terus komat kamit berdoa “Dear the Almighty, please let me visit this place“. Alhamdulillah kesampaian *joget girang*

taipei5

Taipei 101 dikenal juga dengan nama Taipei World Financial Center, berlokasi di daerah Xinyi District. Disebut 101 karena memang terdiri dari 101 lantai di atas tanah, dan 5 lantai basement. Tidak seperti gedung pencakar langit di negara lain, Taipei 101 ini design nya sangat Asia. Total tinggi bangunan ini 508 meter, belum termasuk 5 lantai di bawah tanah (basement) nya..

Untuk menuju puncak, kita harus masuk melalui mall dan naik ke lantai 5 dulu.

taipei1

Disana ada tempat penjualan tiket untuk bisa masuk ke lantai observatory.

taipei2

Harga tiket untuk dewasa tahun 2010 adalah NT$400 (dikali Rp 1.000 – 1.500). Saya cek di website, harga tiket sekarang (2013) sudah naik menjadi NT$450. Tapi saya masih punya bukti tiket tahun 2010, lengkap dengan tanggal dan jam pembelian tiket.

taipei12

Untuk menuju ke atas gedung ini, kita akan naik lift tercepat di dunia saat itu. Saya belum cek kecepatan lift di Burj Khalifa – Dubai. Waktu ke Dubai, saya tidak naik ke atas karena harga tiketnya cukup mahal untuk yang tanpa antri. Tidak ada waktu untuk ngantri panjang juga tidak rela mengeluarkan uang Rp1jt cuma untuk naik ke atas Burj Khalifa tanpa antri. Semoga ada kesempatan lagi ke sana, amin.

Katanya lift di Taipei 101 ini kecepatannya mencapai 1010 meter per menit!

taipei3

Telinga saya agak sakit selama di lift menuju lantai 89, kecepatannya memang luar biasa. Saya sempat foto panel penunjuk pergerakan lift dan melihat sudah sampai lantai berapa. Keren deh

taipei4

Tampak gedung Taipei 101 saat siang dan malam hari. Bentuk bangunannya dibuat menyerupai bentuk bambu. Sangat Asia sekali yah.
taipei8

Sampai di lantai 89, pengunjung diminta naik melalui tangga darurat menuju lantai 91 untuk melihat pemandangan dari atap gedung Taipei 101. Sayangnya langit berkabut, angin kencang sekali, dan pemandangan pun tidak bisa terlihat jelas. Saya memutuskan tidak ke luar.

Seperti hal nya negara kepulauan tetangga Taiwan, yaitu Jepang dan Korea, maka gempa dan angin topan sangat sering terjadi juga disini. Karena itu konstruksi bangunan ini, dibuat dengan teknologi yang bisa bertahan jika terjadi gempa maupun angin topan. Dibuatlah bandul raksasa (tuned mass damper system) untuk meredam goyangan gedung yang diakibatkan oleh gempa atau angin topan. Bandul alias Damper ini dijadikan maskot yang dinamakan DAMPER BABY, bagian mata dan hidungnya dibuat dari angka 101.

Berat bandul ini lebih dari 600 ton dengan diameter 5,5 meter. Bentuknya seperti sarang tawon yang biasanya juga dibuat sebagai lambang tempat madu. Jika bandul ini bergerak, tandanya gedung sedang berayun untuk menjaga keseimbangannya. Untuk melihat wujud ‘bandul’ kita harus turun melalui tangga darurat menuju ke lantai 88. Bandul ini letaknya ditengah-tengah lantai 87 sampai dengan lantai 92.

taipei7

Ruangan di sekeliling bandul, dibuat menjadi ruangan observatory dan berisi papan penjelasan detil tentang gedung ini. Kita bisa melihat pemandangan kota Taipei dari dinding kaca sepanjang lantai ruang observatory. Tuh berkabut dan agak gelap kan? Kebayang deh dinginnya kalau saya ke teras lantai 91. Cukup liat dari dalam aja deh.

taipei6

Di lantai 88 ini terdapat tempat penjualan souvenir. Berbagai macam benda dengan gambar gedung 101 dan miniatur Damper Baby. Saya membeli celengan berbentuk Damper Baby berwarna merah untuk Rafa dan Fayra. Bisa dirubah posisi antara berdiri dan duduk. Lucu banget deh.

taipei17

Seperti tempat wisata di belahan dunia lain, disini tersedia juga beraneka ragam kartu pos dengan gambar Taipei 101 atau pulau Taiwan.

taipei18

Bedanya, disini juga disediakan kotak pos. Jadi kita bisa langsung mengirim kartu tersebut kemana pun. Biaya pengiriman tergantung kota dan negara tujuan. Sesuai tagline nya “Greetings from sky

taipei19

Dari lantai 88 kita turun ke lantai 5 menggunakan lift tercepat lagi. Saya pun kembali ke hotel untuk mandi dan makan malam, kemudian akan lanjut menjelajah pasar malam Shinlin.

Lanjut di postingan berikut ya!

Semua posting tentang Taipei bisa dilihat di http://www.masrafa.com/category/jalan-jalan/taiwan/taipei/

Touch Down Taiwan

Touch Down Taiwan

Mumpung masih ada mood menulis cerita perjalanan, mari bayar utang untuk sharing kunjungan saya ke Taipei – Taiwan.

Saya pergi ke Taipei tanggal 31 Mei sampai 2 Juni 2010. Iyaa, gak salah baca kok. Udah 2,5 tahun berlalu, baru keinget belum cerita disini. Maapkan *bow down*.

Untungnya saya tipe orang yang bisa inget kejadian detil perjalanan hanya dengan melihat-lihat foto selama perjalanan itu.

Sebenarnya udah cerita oleh-oleh yang saya dapat di Taiwan, pernah saya tulis di postingan ini. Silahkan dibaca, supaya agak nyambung dengan cerita yang sekarang. Hehehe taiwan Saya pergi ke Taiwan bukan untuk liburan.

Tetapi diminta pakbos untuk menghadiri workshop yang dihadiri operator telekomunikasi se-Asia Pasifik dan bertepatan dengan adanya event Pameran Gadget terbesar di dunia (kata billboard nya). Cuma 5 hari termasuk perjalanan hampir 8 jam (transit di Hongkong).

  1. Hari pertama : sampai Taipei udah malam.
  2. Hari kedua : full day workshop sampai gala dinner
  3. Hari ketiga : ke pameran
  4. Hari keempat : meeting dengan beberapa supplier di pameran
  5. Hari kelima : pulang ke Jakarta

Jadi sebenarnya saya cuma punya waktu disana 2 hari, setelah selesai dari pameran.

Untuk bisa masuk Taiwan, warga negara Indonesia harus memiliki visa. Nama yang tertulis di visa adalah Republic of China (RoC). Walaupun mengandung nama ‘china’, tapi visa yang berlaku untuk Taiwan tidak bisa digunakan untuk masuk ke China daratan.

Menurut teman saya yang warna negara China, konflik China dan Taiwan sudah berlangsung lama. Taiwan itu tempat pelarian orang-orang partai Nasionalis (dinasti Ming), setelah mereka kalah dari perang saudara di China antara Nasionalis dan Komunis. Jadi di Taiwan masih menganut kerajaan, sementara di China daratan menganut pemerintahan komunis.

Beberapa tahun lalu rakyat China yang akan berpergian ke Taiwan, harus keluar melalui Hongkong. Tidak bisa langsung dari China ke Taiwan. Tetapi sekarang ada beberapa bagian dari China yang bisa langsung ke Taiwan.

Taiwan itu pulau kecil, dan berbukit-bukit seperti layaknya di Hongkong. Saat melihat ke arah bukit-bukit dari jendela kamar, saya perhatikan banyak lubang-lubang di kaki bukit. Ketika saya tanyakan ke teman yang penduduk lokal, mereka bilang lubang-lubang itu tempat perlindungan mereka saat ada serangan dari China daratan ketika terjadi perang saudara.

Di Taiwan saya tinggal di kota Taipei. Mendapat jatah dan menginap di Sherwood Hotel. Alhamdulillah kamar Deluxe Single cukup luas. Jangan tanya berapa rate semalam, karena ini gratisan. hehehe

taipei9

Saat menerima undangan, saya tulis konfirmasi dan notes minta makanan HALAL. Panitia sempat ragu karena nama belakang saya Kristiani. Tapi setelah melihat foto di passpor saya menggunakan jilbab, permintaan dipenuhi. Alhamdulillah.

Jadi selama di pesawat Cathay, lunch + dinner selama acara, juga breakfast di hotel … alhamdulillah saya dan peserta muslim lain diberikan makanan sesuai notes tsb. Bahkan tamu dari India/Pakistan/Bangladesh yang menganut Hindu pun disediakan makanan vegetarian.

taipei10

Cuaca menjelang Juni sudah masuk ke summer (musim panas). Hujan turun tiap hari. Suhu sering berubah secara drastis. Siang bisa panas terik, tapi begitu menjelang malam dan hujan turun … wah suhu bisa drop menjadi dingin sekali.

taipei11

Dimana-mana orang membawa payung. Di setiap pintu masuk gedung, disediakan plastik untuk membungkus payung yang basah. Jadi sisa air hujan dipayung kita tidak akan membuat lantai becek. Para wanita yang saya temukan di jalan, biasanya memakai boots plastik berwarna warni seru. Para pengendara sepeda juga pakai payung dan sepatu plastik.

taipei16

Jumlah pengguna sepeda memang cukup banyak di Taipei. Pemerintah pun sangat mendukung, dengan menyediakan parkir sepeda di semua tempat umum.

taipei15

Tetapi jumlah motor pun tidak kalah banyak. Saya melihat lebih banyak motor di Taipei di banding Shenzhen. Disini hampir sama seperti di Jakarta. Kalau di lampu merah, paling depan adalah gerombolan pengendara motor.

taipei14

Selama disana saya menggunakan nomor telepon selular lokal. Ternyata saya menemukan kartu MENTARI disana.

taipei13

Karena banyaknya pekerja dari Indonesia (TKI), Indosat bekerja sama dengan operator telekomunikasi setempat dan menerbitkan kartu Mentari edisi Taiwan. Meski jenis kartunya prabayar, tapi saat beli kita harus menunjukan kartu identitas. Saya pun memberikan passpor untuk di fotocopy dan menjadi lampiran form pembelian kartu ini.

Sepertinya cuma di Indonesia yang penjualan kartu prabayar telekomunikasi nya paling bebas, saking bebasnya sudah seperti calling card. Orang Indonesia gonta ganti nomor telepon sudah seperti ganti sendal jepit. Gampang banget, murah dan bisa ditemukan di mana saja.

Walau jadwal saya cukup padat, saya menyempatkan diri juga untuk mengunjungi beberapa tempat yang terkenal di Taipei. Nantikan di postingan berikutnya yah!

Semua posting tentang Taipei bisa dilihat di http://www.masrafa.com/category/jalan-jalan/taiwan/taipei/

Future Gadget

Future Gadget

Kepergian saya ke Taipei beberapa waktu lalu, salah satunya untuk menyaksikan pameran gadget terbesar se-Asia Pacific *katanya*.  Disana saya terpukau dengan kecanggihan teknologi yang semakin diluar imajinasi. Banyak banget barang-barang canggih bertebaran di tempat yang luasnya seperti JHCC-Jakarta tetapi tingginya 4 lantai. Hari pertama saya masih niat pake sendal wedges ke pameran, karena hari itu kami dibawa oleh host bersama peserta lain dari beberapa operator telekom Asia Pacific. Hari kedua saya pake sendal tali yang tebelnya cuma 1cm. Itu pun tetap berasa betis kaya pake konde aja, berat banget dipakai untuk jalan. Kebanyakan jalan saking luasnya area pameran *phiewwhh*.

Disini saya mau sharing beberapa penemuan yang menurut saya luar biasa:

    • VoIP Phone

Bentuknya seperti telepon rumah, tetapi tombol-tombolnya dibuat dengan layar sentuh berukuran 5-7″. Selain bisa digunakan untuk telpon dan SMS, perangkat ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur tambahan diantaranya: address book, instant messaging, browsing dunia maya, ada icon untuk langsung konek ke facebook – flickr – youtube, alarm/clock, music player (MP3 file), bahkan bisa berfungsi sebagai digital photo frame juga.


Keren yah. Tapi kalo dirumah pake ini, yang bahaya adalah pembantu dirumah sibuk main Facebook, chatting dan browsing sementara pekerjaan utama terlantar hehehe.

    • Digital Signage

Tentunya kita gak asing lagi dengan iklan-iklan yang bertebaran dipinggir jalan. Baik dalam bentuk umbul-umbul, spanduk, atau pun billboard. Nah ini lah tampilan iklan di masa datang yaitu DIGITAL SIGNAGE.


Papan dengan layar sentuh ini menampilkan berbagai iklan dalam 1 tempat. Kita tinggal masukin SD card yang berisi semua materi iklan ke dalam alat ini, trus kita atur deh mau jeda berapa lama antara 1 iklan ke iklan yang lain. Katanya alat ini sudah banyak digunakan di Jepang. Maaf karena saya belum pernah kesana, jadi di pameran inilah pertama kali saya melihatnya.

Alat ini dilengkapi dengan kamera dan sensor untuk mengenali orang yang lalu lalang didepan nya berjenis kelamin apa. Iklan akan diputar berbeda untuk perempuan dan laki-laki. Kalau alat ini ditaruh di dept.store, dan kita tertarik dengan barang yang ada pada iklan … kita bisa menyentuh layar untuk mencari tahu berapa harga barang tsb.

Misalnya ditampilkan celana jeans, saat perempuan lewat … maka yang tampil dilayar hanya iklan celana jeans untuk perempuan aja. Trus kalo saya tertarik dengan model tsb, saya sentuh layar untuk lihat harga. Selain itu saya bisa memilih barang lain apa yang ada di Dept.Store tsb yang sekiranya cocok dengan celana jeans tadi. Kalau sudah ok, klik tombol ‘beli’ … trus ke kasir untuk bayar dan ambil barangnya. Mantab kan? Kekurangannya kita gak bisa nyoba deh *dasar cewek*

    • Vending Machine

Sebagian dari kita udah pernah liat vending machine kan? Itu loh perangkat untuk membeli makanan/minuman yang bentuknya lemari pendingin, kalau kita masukin koin maka minuman atau makanan akan keluar dari mesin.

Waktu saya kerja di pabrik panci tahun 2002, perusahaan meluncurkan layanan vending machine yang bisa menjual minuman melalui SMS. Didepan mesin akan ditampilkan nomor telpon, kita tinggal sms aja ke nomor tsb dengan perintah yang tertulis dibadan mesin. Pulsa kita akan terpotong seharga minuman yang kita beli. Saat itu jumlah mesinnya ada 6 buah, diletakan di Walk In Center di beberapa kota. Kaya nya sih sekarang udah gak ada lagi tuh mesinnya. Sayang deh.

Nah mesin yang ini adalah mesin yang sama cuma tampilannya lebih futuristik. Permukaan mesinnya terbuat dari layar sentuh. Jadi tinggal pencat pencet dilayar aja. Kalau dalam keadaan idle, mesin ini berfungsi sebagai digital signage atau tempat ngiklan.


Mesin ini juga dilengkapi kamera dan sensor yang bisa mengenali pembeli berjenis kelamin perempuan atau laki-laki. Penjual akan bisa mengakses mesin ini dengan memasukan kata sandi (username dan pswd), kemudian bisa melihat statistik penjualan. Berapa kaleng yang terjual hari/minggu/bulan, jenis minuman apa yang paling banyak dibeli, jenis kelamin pembeli sampai ke perkiraan umur pembeli juga. Hebat yaaaaa

    • Casino Machine

Udah pernah ke kasino dan melihat mesin permainannya? Saya baru sampai di pintu masuknya aja waktu ke Genting tahun lalu hehehehe. Kalau saya lihat difilm *iyaaaa cuma liat dalemnya kasino dari pilem holiwut doang, kasian gak sih hahaha*, mesin permainannya punya tuas disamping yang kalau kita tarik ke bawah maka angka2 atau gambar-gambar dilayar akan berputar.


Mesin yang ini lebih canggih. Seperti mesin lain di masa depan, mesin ini dilengkapi dengan layar sentuh juga. Selain itu dari mesin ini kita bisa melakukan chatting dengan orang yang ada di mesin lain. Trus kita juga bisa order makanan ke restoran didalam kasino hanya dengan menekan icon dilayar, nanti pelayanan akan mengantar makanan langsung sesuai dengan nomor mesin yang kita gunakan. Beneran gak usah kemana-mana deh, cukup bediri di depan mesin ini kita sudah bisa melakukan banyak hal. Akibatnya bisa-bisa uang kita ludes karena keasikan main hehehe.

    • WiFi Radio

Bentuknya seperti FM radio biasa, seukuran walkman atau segenggam tangan. Ukurannya cukup untuk bisa masuk kantong celana. Warnanya macem-macem. Bedanya dengan radio biasa, radio ini selain menggunakan frekuensi FM juga dilengkapi dengan koneksi ke WiFi. Jadi kita bisa mendengarkan 12,000 stasiun radio yang terdapat di internet. Untuk ngisi batre, kita tinggal menghubungkan radio ke komputer dengan USB connection. Ada-ada aja yah.

    • TV

TV sudah berevolusi bentuknya menjadi semakin tipis. Selain badannya yang semakin langsing, tampilan gambarnya pun makin jernih. Dipameran saya melihat berbagai merek dan bentuk TV yang makin canggih. Gak cuma itu aksesoris pendukungnya pun makin beragam. Ada TV box, yang memungkinkan TV kita bisa terhubung ke internet. Ada VCD/DVD/Blueray player yang makin kecil dan tipis juga ukurannya.


Untuk melihat acara apa yang ada di channel lain,kita gak perlu menekan remote atas bawah. Cukup menekan 1 tombol ‘channel list‘ dan pilih bentuk tampilan yang diinginkan. Dalam foto diatas, channel list ditampilkan dalam bentuk seperti tabung. Kita bisa lihat secara visual dan pilih yang mana yang mau ditonton, trus klik deh.

Pokoknya banyak banget hal lain yang bikin saya takjub *gak sampe nganga lebar sih*. Rasanya gambaran dalam film Star Trek semakin nyata aja didepan mata. Maaf saya gak sempat foto-in satu persatu.

Pameran besar ini ditujukan untuk para penyelenggara jasa dan penjual perangkat. Jadi gak ada satupun barang yang ditampilkan disini untuk dijual langsung saat pameran. Kita cuma bisa minta brosur, katalog, atau spesifikasi produk. Kebanyakan barang-barang ini masih prototype atau engineering product. Hanya sample untuk pameran dan belum diproduksi massal. Kalaupun kita bertanya harga, pasti mereka balik bertanya “mau quantity berapa banyak?” Angkanya pun gak tanggung-tanggung, minimal pembelian 1,000 unit. hehehehe

Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk melihat pameran Computex yang tahun ini mencapai umur 30 tahun. Wuiihh tua-an saya dikit hihihihi. Pameran ini benar-benar membuka mata saya akan dinamisnya dunia teknologi dan menunjukan kepada kita bahwa semua itu mungkin kalau kita mau berpikir bagaimana membuatnya menjadi nyata.

Pameran ini selain menambah jumlah koleksi kartu nama vendor, juga sangat menambah wawasan saya. Tinggal PR nya adalah bagaimana saya bisa membawa alat-alat canggih ini ke Indonesia, membuatnya jalan dengan layanan dari kantor saya dan yang paling penting bagaimana menjualnya hehehe.

Mhmmm…saya harus berpikir keras. Gak mudah sih, tapi bukan tidak mungkin juga kan?