Hanya Sebagian, Bukan Semuanya

Hanya Sebagian, Bukan Semuanya

Saya mau sharing catatan dari apa yang disampaikan Ust. Syahroni Mardani beberapa waktu lalu ya:

– Qiyamullail pada sebagian malam
– Menjaga sebagian pandangan
– Menjaga sebagian suara
– Memakan dari sebagian yang halal
– Berinfak sedekah zakat dan wasiat dengan sebagian harta

Isilah perutmu dengan:
1/3 untuk makanan
1/3 untuk minuman
1/3 untuk bernafas

Sesungguhnya seorang mukmin makan hanya dengan 1 lambung dan orang kafir makan dengan 7 lambung.

IMG_3749

Zakat itu 2,5% atau 5% atau 10%
Berwasiat itu tak boleh lebih dari 1/3 harta

Sesungguhnya 1/3 harta itu sudah banyak, sudah besar. Engkau tinggalkan ahli waris dalam kondisi kaya, maka itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam kondisi miskin dan meminta-minta

Sebagian manusia itu jahat, tapi yang baik masih ada.

Manusia ada yang begitu, tapi ada juga yang begini. Mari kita bijaksana.

Selamat berhari Minggu, jangan lupa bahagia

Membantu Anak Mengembangkan Minat dan Bakat

Membantu Anak Mengembangkan Minat dan Bakat

Masih ingat dengan tulisan saya di sini sebelumnya yang berjudul “Menemukan dan Mengembangkan Bakat Anak“?

Ketika kita sudah menemukan bakat anak, ada pertanyaan lain yang menjadi PR lebih besar bagi kita sebagai orangtua yaitu:

Apakah orangtua BERANI untuk mengembangkan bakat anak dengan segala konsekuensinya? Atau malah cuma mengarahkan anak ke profesi yang dianggap AMAN oleh orangtua?

Jleebb banget yaaa.

Alhamdulillah saya memiliki suami yang mempunyai visi misi yang sama dalam membesarkan anak-anak kami. Semampu kami, sekuat tenaga kami … maka kami akan mendukung 110% kegiatan anak yang positif dan sesuai dengan minat bakat mereka.

Langkah yang dilakukan untuk menelusui minat dan bakat anak:

  1. Observasi minat anak
  2. Gali informasi dengan bertanya pada anak
  3. Penuhi kebutuhan anak
  4. Cari mentor
  5. Ajak anak ke lingkungan yang sesuai dengan minat
  6. Cari role model
  7. Selalu SIAGA (siap antar jaga) dengan kegiatan yang mendukung bakatnya

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, kami menemukan bahwa anak kedua kami, FAYRA, memiliki minat di bidang fashion di usianya yang saat itu baru 7 tahun. Kami berhentikan Fayra dari kursus Digital Drawing, tetapi sebagai gantinya kami memasukan Fayra ke sekolah Fashion khusus anak. Dan selama 3 tahun terakhir ini kami fokus untuk mendampingi Fayra dalam mengasah dan mengembangkan minatnya di bidang Fashion.

Bagaimana hasilnya?

  • Coretan Fayra meningkat tajam

IMG_1533

Peningkatan coretan Fayra bisa dilihat pada gambar di atas. Fayra yang sebelumnya hanya corat coret gambar sesuai imajinasi dalam kepalanya, sekarang sudah bisa menuangkan ide tersebut dengan lebih detil lengkap dengan sentuhan Fashion Technical Drawing yang diajarkan di sekolah fashionnya.

  • Rasa percaya diri Fayra semakin meningkat

IMG_3588

Yang tadinya Fayra hanya senang melihat-lihat buku fashion, melakukan doodle di kertas, mengisi rangkain tugas dari buku fashion untuk anak-anak, tahun lalu Fayra sudah mulai membuat design baju untuk dirinya sendiri bahkan untuk dipakai mamanya juga. Yang menakjubkan, beberapa waktu lalu Fayra dengan lantang presentasi koleksi design terbarunya di depan para guru lulusan sekolah fashion ternama di Indonesia.

IMG_3589

Dalam berpakaian pun, Fayra sudah bisa padu padan sesuai dengan gaya yang ia suka. Kalau mulai kehabisan ide, Fayra akan membuka lemari saya. Tidak lama akan terdengar suara dari mulutnya …

maaa, baju yang ini udah gak mama pake lagi kan?

IMG_3599

Kami tidak membatasi Fayra berkreasi dan menyalurkan imaji berbusana, selama masih dalam koridor batas kesopanan dan menutup aurat sesuai dengan syariat Islam.

IMG_3708

Fayra juga percaya diri ketika diberi tugas sebagai Fashion Stylist. Fayra memilih Hana Tajima sebagai fashion icon-nya dan meminta tolong Farah, teman sekolahnya, untuk menjadi modelnya.

  • Fayra bisa membuat beberapa design

IMG_3711

Fayra dengan tekun mengerjakan semua tugas dari sekolah fashionnya, salah satunya membuat rok dengan pacthes dari kain belacu yang digambar sendiri olehnya. Kalau sudah asyik, Fayra suka lupa waktu. Rok ini dikerjakan Fayra sampai jam 11 malam saat libur sekolah.

IMG_3709

Jika sudah mempunyai design, Fayra kerap membujuk saya untuk mengantarkan ke toko kain. Di sana Fayra memilih kain dan sibuk bertanya jenis kain yang dicarinya kepada petugas penjaga toko. Sementara saya hanya duduk dan memperhatikan saja.

IMG_3707

Fayra juga pernah membuat kain sendiri dengan teknik design jumputan atau bahasa kerennya Tie Dye. Fayra melakukan sendiri dari mulai memilih warna, melakukan teknik pewarnaan dengan menggunakan kelereng dan stik es krim yang diikat, mencelupkan kain ke warna, mendesign kain jumputan tersebut sampai mewujudkan pakaian sesuai dengan ukuran badannya.

IMG_3710

Dari hasil menonton film StarWars, Fayra mengambil 2 tokoh yaitu Obi Wan Kenobi dan Princess Leia sebagai inspirasi untuk designnya. Rangkain design ini diberinya nama Easy Going Flow.

  • Fayra dengan bangga memakai hasil designnya

Di usia 10 tahun ini Fayra mulai kesulitan dalam membeli pakaian. Kalau mencari di bagian anak, sudah tidak ada ukuran yang pas di badannya. Kalau mencari di bagian dewasa, pakaian tersebut masih kebesaran di tubuh tanggungnya.

IMG_3705

Karena hal itu maka beberapa coretan Fayra sudah diwujudkan dalam bentuk pakaian yang digunakannya sendiri, dengan membawa kain dan design ke tukang jahit yang tidak jauh dari rumah kami.

Selain lembaran yang saya belikan ketika mengantar Fayra ke toko kain, ada beberapa pakaian yang Fayra buat dengan kain yang diberikan oleh tetangga atau saudara kami. Kebetulan saya suka mengunggah kegiatan Fayra di sosial media, membuat tetangga dan saudara kerap memberikan hadiah berupa lembaran kain untuk Fayra.

  • Fayra membuatkan design serupa untuk mama

Tidak hanya untuk dirinya, Fayra juga suka meminta saya menggunakan pakaian senada ketika berpergian. Makanya kalau membeli kain, Fayra suka meminta lebih karena sengaja mau membuat seragam dengan mama. Dia yang mengatur bentuk dan designnya, saya tinggal pakai saja.

IMG_3698

I think this is the perks of having a designer daughter … saya musti pasrah dijadikan model oleh anak sendiri.

  • Fayra berani menerima order design untuk orang lain

Karena sosial media, beberapa teman bertanya apakah Fayra mau menerima pesanan design. Jujur saya tidak berani asal terima dan semua itu saya kembalikan lagi ke Fayra. Kalau Fayra setuju, maka dia akan langsung asyik menggambar. Tapi kalau lagi males, Fayra juga suka menolaknya. Namanya juga masih anak-anak, Fayra juga kadang moody dalam membuat sketsa.

IMG_3715

Tapi Fayra semangat sekali ketika teman dekatnya, Aifa, meminta design pakaian untuk digunakan saat konser piano di sebuah mall besar. Mungkin karena Fayra paham sekali karakter temannya, lebih mudah untuknya membayangkan design pakaian seperti apa yang cocok untuk Aifa. Bahkan mereka pergi ke toko kain dan ke tukang jahit bersama untuk mewujudkan design tersebut.

IMG_3706

Fayra juga tidak menolak ketika walikelas di sekolah meminta design sebuah rompi yang akan digunakan sebagai seragam untuk mengajar. Tidak hanya 1 tetapi Fayra mewujudkan 2 rompi dan diberikan sebagai hadiah ke walikelasnya.

Saya sebagai mamanya ikut bangga melihat hasil karya anak sendiri digunakan orang lain.

  • Fayra membeli mesin jahit sendiri

Sebenarnya sudah agak lama Fayra meminta mesin jahit. Alasan yang disampaikan, supaya Fayra bisa melanjutkan tugas dari sekolah fashionnya untuk dikerjakan di rumah.

Kebetulan di kantor papanya setiap tahun memberikan uang beasiswa untuk anak-anak karyawan dengan syarat nilai rata-rata 1 tahun di atas 85, atau mendapat ranking 1-2-3 di sekolah. Kakak Fayra pernah mendapatkan beasiswa selama 3 tahun berturut-turut dan uang yang diterimanya dibelikan sepeda, game console dan skateboard. Papanya menjanjikan jika Fayra bisa mendapat beasiswa, maka uang tersebut boleh digunakan untuk membeli mesin jahit sesuai keinginannya.

IMG_3679

Tahun 2016 kemarin Fayra menerima Student Of The Year awards di sekolahnya. Nilai raport tahun itu diajukan ke kantor papanya. Alhamdulillah Fayra lolos seleksi dan berhak menerima beasiswa. Sesuai janji papanya, uang tersebut kami belikan mesin jahit untuk Fayra.

Saat acara Culture Day di sekolahnya bulan April lalu, Fayra menjahit sendiri 12 lembar kain yang akan digunakan sebagai seragam untuk walikelas dan 11 murid perempuan di kelasnya.

  • Fayra bisa menghadiri Fashion Show

Saya pernah menerima undangan Fashion Show di acara Jakarta Fashion Week dari seorang teman yang mengetahui kalau Fayra suka dengan fashion. Sayangnya di undangan tertulis bahwa yang hadir harus berusia di atas 12 tahun. Mungkin ntuk acara pagelaran fashion, panitia fashion show lumayan ketat dengan membatasi usia pengunjung untuk menjaga ketertiban acara. Mungkin karena tempat dibuat gelap, sorot lampu fokus pada peragawati yang menampilkan karya perancang busana ternama, dan musik pengiring yang lumayan keras … khawatir anak-anak kecil belum terbiasa dan suara tangis anak kecil akan sangat menganggu jalannya acara. Dengan sangat kecewa Fayra tidak bisa hadir ke acara tersebut.

IMG_2176

Tahun ini ada tawaran lagi yang datang ke saya. Berbekal pengalaman tahun sebelumnya, saya menanyakan apakah mungkin kali ini Fayra bisa masuk ke acara fashion show mengingat usianya baru beranjak 10 tahun. Alhamdulillah akun instagram Fayra berhasil meyakinkan pihak sponsor bahwa Fayra layak menghadiri acara tersebut. Bahkan pihak Public Relation acara berpesan “kalau sampai Fayra gak boleh masuk sama petugas depan, telpon saya aja

IMG_2173

Fayra dengan khusyuk memperhatikan setiap detil acara. Terlihat sangat menikmati dan beberapa kali melemparkan komentar tentang design dan aksesoris yang digunakan oleh para model mulai dari jilbab sampai sepatu mereka.

Berkat anak kecil ini, saya bisa merasakan duduk di barisan VIP di salah satu show Muslim Fashion Festival. Kalau tidak untuk mendampingi Fayra, mana mungkin saya kepikiran untuk datang ke acara fashion bergengsi seperti ini.

Saya yakin Fayra belajar banyak hal dari acara ini. Sungguh merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk Fayra. Semoga suatu hari nanti saya bisa duduk dan nonton di barisan yang sama yang menampilkan hasil karya Fayra.

  • Fayra terpilih sebagai duta kampanye digital Hari Teknologi Nasional

Seorang teman saya yang bekerja di Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengikuti akun instagram Fayra. Beliau menghubungi saya melalui WA, meminta ijin saya untuk mencalonkan Fayra sebagai salah satu duta kampanye digital yang mengusung tema Kebangkitan Teknologi dalam rangka Hari Teknologi Nasional. Setelah mengirimkan CV yang berisi data diri dan daftar prestasi, Fayra juga melalui proses wawancara.

Alhamdulillah Fayra diberikan kepercayaan untuk menjadi salah satu duta kampanye digital Kemrisdikti di Hari Teknologi Nasional. Saya pun terpana melihat foto Fayra bersanding dengan sederet nama besar yang sangat terkenal di negeri ini.
image

Memiliki anak yang saat itu berusia 9 tahun yang terpilih sebagai duta kampanye #inovasibuatsaya oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, terasa luar biasa bagi saya.

image

Sekai lagi, saya dan suami tidak percaya produk instan, apalagi dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Menyediakan sarana bagi mereka dalam meraih cita-citanya adalah salah satu tugas besar sebagai orangtua.

Kami berharap prestasi dan buah karya Fayra akan terus mengalir hingga membawanya menjadi seorang Fashion Designer sesuai dengan minat dan bakatnya.

Gagal Mengkode Kado

Gagal Mengkode Kado

Bu istri: “pap, liat deh bekas luka di jari tengah aku. Kena besi rak dalam oven waktu angkat loyang. Butuh cincin dengan berlian agak gede untuk nutupin nih

#mengkode_kado

Pak suami: “cincin berlian?

Setelah menghilang sesaat … “Nih pake aja

IMG_3747

Saya diberikan cincin model om-om dengan berlian berbentuk logo perusahaan yang didapatnya sebagai hadiah masa bakti 10 tahun kerja dari kantornya.

😅😅😅😅😅

Ini mah bagai merobek kertas undian bertuliskan “maaf anda belum beruntung. Silakan coba sekali lagi

Hahahaha

Belajar Dandan

Belajar Dandan

Kata mami, dari kecil sikap cuek saya sudah nampak menonjol. Saya paling susah kalo disuruh pakai rok untuk ke acara resmi, apalagi kalo disuruh pakai jarik saat diberi tugas untuk menjadi penerima tamu di acara hajatan keluarga. Dan mami cuma bisa ngelus dada ketika anak perempuan 1-1 nya ini memilih untuk jadi anak STM.

Sikap cuek itu terbawa sampai saya menjadi dewasa dan menjadi ibu dari 2 orang anak yang beranjak remaja. Saya cuek dalam hal penampilan, baik dari segi pakaian maupun penampakan wajah. Saya baru mulai pake bedak itu ketika Fayra sudah berusia 2 tahun. Baru nyaman dengan gincu pun ketika Fayra sudah sekolah TK. Dengan memiliki anak perempuan yang ceriwis dan memiliki minat tinggi dalam dunia fashion, membuat isi lemari saya lebih beragam. Pelan-pelan saya mulai memperbaiki penampilan.

Tersanjung banget ketika makmin Emak2Blogger meminta saya untuk menjadi peragawati jadi-jadian di acara Srikandi Blogger tahun 2013. Merasa jarang-jarang punya foto dengan wajah dipoles paripurna, saya upload foto di bawah ini ke sosmed.

Saat itu juga saya menuai banyak komentar yang sampai saya capture dan dijadikan blog post yang ini. Silakan klik dan baca kalo dirasa butuh bahan ketawa hehehe.

Untungnya sekarang saya punya teman yang kebetulan mantan penari, Irma namanya. Tangannya tidak hanya luwes dalam gerakan tari, tapi juga luwes dan piawai ketika memoles wajah. Waktu saya diminta menjadi salah satu pembicara di acara Usia Cantik, Irma datang ke rumah saya untuk membantu mempercantik wajah saya. Begitupun waktu kami ada photoshoot di Jogja, Irma dengan cekatan menjadi tukang rias saya sampai foto candid kami diuploadnya ke path.

IMG_3645

Beberapa waktu lalu, Irma mengajak saya untuk ikut belajar dandan di rumah seorang MakeUp Artis cukup ternama di   kawasan BSD – Bintaro. Coba buka IG @linaspahicmua … keren banget deh mbak nya ini. Irma menjemput saya di rumah dan membawa saya ke rumah mbak Lina di D’Latinos – BSD.

Selama setengah hari kami ber 6 (saya, irma dan teman-temannya) diajari berbagai hal tentang wajah. Mulai dari jenis kulit, perawatan wajah, benda wajib yang harus dimiliki untuk memulai makeup, sampai bagaimana memperbaiki kekurangan dan cara untuk menonjolkan kelebihan wajah kita. Untuk masalah alis yang katanya lebih kece kalo bisa mirip logo Nike kebalik, mba Lina memberikan tips tanpa harus mencukur alis.

Neng, alis mah bukan cita-cita … jadi gak usah tingi-tinggi amat!

Etapi saya suka heran sama perempuan yang sudah punya alis, eh dicukur kemudian digambar lagi. Liat tuh laki-laki, gak ada kan yang cukur kumis trus digambar lagi. Hahahahaha

IMG_3646

Anak STM yang sebelumnya cuma belajar gambar teknik digital menggunakan rotring dan tangannya cuma pernah praktek nyolder di lab elektronika … hari itu belajar menggambar alis sampai memasang bulu mata anti badai seperti yang dipopulerkan oleh inces alini.

Saya sudah paham bahwa menyambung rambut dalam Islam tidak diperbolehkan (berkat rajin ikut pengajian … duile pencitraan). Tidak hanya memakai sanggul atau hair extension, tapi pakai bulu mata palsu juga masuk kategori menyambung rambut. Jadi saya tidak akan memakai bulu mata palsu untuk acara apapun. Tapi hari itu saya cuma menantang diri saya, apa benar saya bisa pakai sendiri yang padahal kata perempuan lain hal itu paling sulit dilakukan. Eh ternyata saya bisa! *proud*

Selesai memoles wajah dan foto-foto, bulu mata palsu itu pun saya copot lagi. Hahaha … iya segitu doang 😛

IMG_3648

Hari itu saya berterima kasih kepada Irma yang sudah menggeret paksa saya untuk belajar perlenongan. Alhamdulillah nambah ilmu baru lagi dengan bonus nambah teman baru juga.

Jadi besok lagi kalo saya mau manggung atau ngamen, gak perlu manggil Irma lagi ke rumah hanya untuk sekedar memoles wajah saya. Insya Allah apa yang sudah saya pelajari dari mba Lina, cukup menjadi bekal untuk mempercantik diri.

Ciyeehhh … smoga berhasil, de!

 

 

Can I get aamiin?

My Best Friends Wedding

My Best Friends Wedding

Persahabatan saya, kak Indah Juli, @sikiky dan @omduta sudah berjalan selama 14 tahun. Dari blogwalking, ke silaturahmi antar keluarga. Dari yang punya anak satu, dua sampai tiga. Dari anak-anak masih bayik sampai udah pada abg. Dari double, single dan double lagi 😊

Tanggal 6 Mei 2017 kami melakukan pertemuan untuk merayakan kebahagiaan @omduta dan @bebydebear.

Ini kondangan terjauh!

Kondangan yang wajib didatangi karena diundang sejak tahun lalu. Dari mereka pacaran sudah diworo-woro harus hadir. Kami harus mengosongkan jadwal di 6 Mei 2017, gak boleh bentrok ama event triathlon, gak boleh marathon, gak boleh liburan, gak boleh ambil job, gak boleh ke LN.

Sementara kami memesan penganten untuk tidak melarang kami pakai sepatu lari saat pesta, melarang ada dresscode, boleh gak ngasih angpau, boleh makan paling banyak, boleh intip instalive malam pertama 😂😂😂

Kondangan yang jadi kesempatan kami buat melakukan Girls Day’s Out alias Runaway Moms!

IMG_3615

Norak-norak bergembira deh saya bisa ngerasain naik kereta jauh lagi di pulau Jawa. Terakhir saya naik kereta kelas executive itu sebelum hamil Fayra untuk ke rumah mertua di Surabaya. Sementara kalo naik kereta kelas ekonomi itu saat Fayra umur 3 tahun, kami nyekar ke makam bapak saya di Kutoarjo.

Meski saya pengguna reguler kereta Commuter Line Jabodetabek, saya masih aja takjub dengan perubahan KAI yang digagas pak Jonan. Kereta Indonesia sekarang canggih, beli tiket online dan via indomaret, print tiket hanya dengan scan code dari email di henpon. Mesin print berjejer cukup banyak di stasiun.

IMG_3604

Kondisi dalam kereta bersih terawat, colokan charger tersedia di setiap baris kursi, tempat koper di ujung gerbong dan cabin layaknya dalam pesawat terbang. Air dalam toilet berlimpah, gerbong restoran rapih, musholla pun disediakan di dalam gerbong restoran, pramugari dan petugas lain ramah juga cekatan.

Di setiap stasiun yang dilalui juga terlihat sedang terus dibenahi dan pembangunan sana sini.

Free Wifi diumumkan melalui speaker di stasiun. Tentunya hal ini akan sangat membantu wisatawan asing yang saya lihat semakin menjamur di stasiun Gambir.

IMG_3605

Saya dan Kiky bertemu di stasiun Tanah Abang, kemudian naik bajaj bersama ke stasiun Gambir. Sementara kak Indah berangkat dari Jogja. Kami bertiga berjumpa di stasiun Cirebon. Tiba di sana tepat jam 12 siang. Mobil sewaan telah menunggu di stasiun, dan kami pun langsung minta di antar ke Nasi Jamblang Ibu Nur untuk makan siang.

Setelah itu kami minta pak supir mengantar ke salah satu tempat wisata yang ada di dalam kota Cirebon.

Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi memiliki arti kata “Sepi Raga”. Gua ini dibangun oleh cucu Sunan Gunungjati thn 1703 untuk meditasi keluarga kerajaan.

IMG_3606

Total ada 10 gua di dalam area seluas 1,5 hektar.

Gedung Pesanggrahan dibangun tahun 1884 sebagai tempat istirahat setelah meditasi di dalam gua. Ada juga gua-gua yang dibangun sebagai dapur, tempat menyimpan makanan, kamar tidur, ruang rapat sampai tempat pembuatan senjata.

Bangunan yang terakhir dibuat adalah Panggung Budaya thn 1985 untuk pertunjukan seni sendra tari khas Cirebon. Sayangnya akhir2 ini belum ada pertunjukan rutin lagi.

Untuk masuk ke seluruh area dan mendengarkan detil sejarahnya oleh bapak pemandu wisata, dibutuhkan waktu 30-45 menit. Belum termasuk waktu utk membuat propict sosmed 😅

IMG_3608

Harga tiket @10rb, pemandu wisata 50rb.

But it’s all worth it untuk menambah pengetahuan sejarah.

Kasih hape ke bapak pemandu wisata aja, kita tinggal ikuti kemana si bapak jalan sambil dengerin cerita beliau. Dan nurut aja kalo disuruh berdiri di sisi gua manapun. Hasil foto si bapak terbukti ciamik dengan angle yang instagramable 😉

IMG_3607

Setelah puas mendengarkan sejarah Gua Sunyaragi dan pepotoan di siang bolong yang membuat baju kami basah kuyup oleh keringat … kami pun menuju hotel untuk mandi dan berganti pakaian agak serius untuk hadir ke pesta pernikahan yang berlokasi di Hotel Horison Kuningan.

IMG_3609

Sehari sebelumnya Ragil mengingatkan kami, “jangan pake yang runcing-runcing. Acaranya nanti di rumput

Benar aja, dengan kondisi rumput basah … paling nyaman memang pakai sepatu sneaker deh. Masih cocok kok sebagai teman Jarik dan Kebaya.

IMG_3610

Prinsip saya dalam menghadiri suatu acara, sesuaikan gaya berpakaian dengan tema yang dibuat sang pengundang. Kalo ada dresscode yang ditetapkan, maka patuhilah. Karena dengan mematuhi dresscode, itu adalah bentuk apresiasi kita terhadap pemilik acara.

Urusan kaki, sesuaikan dengan tingkat kenyaman kita aja.

Saat datang ke tempat acara, orang akan fokus pada wajah – sibuk sama makanan – asyik bersosialisasi. Gak akan liat kaki 😜 … Kecuali kalo model catwalk yaa, pasti diperhatikan detil dari ujung kepala sampe kaki.

Eh eh eh … demi pernikahan sahabat ini, saya niat jahit baju merah itu sendiri. Dari potong kain sampai jahit membentuk potongan kelelawar, prosesnya memakan waktu tidak sampai 2 jam. Simple but I’m still proud of it! *mpuk-mpuk pundak sendiri*

Malam itu juga kami kembali ke Cirebon. Di hotel kami masih asyik bercerita ini itu sampai akhirnya satu persatu mulai memejamkan mata.

Bubur M Toha

Esok paginya kami berjalan kaki di tengah keramaian Car Free Day. Kami menyempatkan diri untuk sarapan di tempat yang katanya terkenal dengan pembeli yang mengular sampai keluar.

IMG_3611

Bubur ayam = biasa aja di lidah kami

Bubur kacang hijau/hitam = lumayan enak lah, manis dan lembutnya pas.

Porsinya? Kecil kak … pake mangkok soto kudus yang seukuran genggam tangan.

Harga? 3 buryam + 1 burjo = 20ribu.

Kami pun balik ke hotel untuk ngupi dan sarapan yang lebih mengenyangkan. Hahahaha

Cirebon Sultana

Saat jalan pagi, kami sempat belok ke tempat yang lagi kekinian di Cirebon. Nama toko kuenya Cirebon Sultana, milik artis Indra Bekti. Meski jam 8 pagi kondisi toko masih tutup, kami diberi kartu nomor antrian oleh pak satpam. Pas liat angkanya … 38-39-40 aja loh! Padahal toko baru buka jam 10 pagi.

1 nomor antrian untuk 1 orang dan maksimal beli 2 bijik saja.

IMG_3612

Jam 11an kami baru ke tokonya lagi dan menunjukkan nomor antrian ke pak satpam. Setelah beberapa waktu menunggu berdiri di luar karena seluruh kursinya penuh sama pembeli lain, akhirnya kami dipanggil untuk masuk ke dalam toko.

Begitu masuk, cuma ada kasir dan petugas yang mengambilkan kue. Semua rasa dijual dengan harga sama @55rb.

Dengan manajemen antrian seperti itu dan penerapan 1 harga, proses transaksi menjadi lebih cepat dan rapih.

Trus gimana rasa kuenya? Biasa aja sih menurut saya.

Kami curiga kue-kue yang tren sekarang ini dibuat oleh 1 pabrik tapi diluncurkan hampir serentak di beberapa kota oleh beberapa artis. Sosial media menjadi kekuatan mereka untuk mengkomunikasikan produknya.

Seafood H. Moel

Dari Cirebon Sultana, kami naik angkot menuju jalan Cipto untuk menikmati makan siang di resto Seafood H. Moel. Udang bakarnya joss banget!

IMG_3613

Setelah kenyang, kami kembali ke hotel untuk mengambil barang dan lanjut jalan kaki 5 menit ke stasiun. Akhirnya KTP jugalah yang memisahkan jalur kereta kami.

IMG_3614

Sekali lagi saya mengucapkan selamat berbahagia mas Duta dan mba Beby. Selamat menempuh hidup baru di negara tetangga. Semoga Allah mencurahkan keberkahan dalam pernikahan kalian dan mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan. Allahuma aamiin.